Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 39


__ADS_3

Tiara menyeka dengan cepat air matanya ketika dia menyadari kalau dia tengah menangis. Tiara rusak ingin anak-anak nya melihat dia menangis. Anaknya yang sedang bersorak senang memanggil namanya untuk segera menuju ke arah mereka itu pasti nantinya akan menjadi sedih kalau melihat Tiara menangis.


Tiara memalingkan wajahnya, dengan cepat dia menyeka air matanya dan kembali menoleh ke arah kedua orang anaknya dan tersenyum dengan capat.


Dari jauh Erik bisa melihat kesedihan di mata Tiara. Tapi apa yang dia lakukan ini justru ingin menghilangkan kesedihan dari wanita yang dulu pernah mengisi harinya selama empat tahun dengan status sebagai seorang kekasih. Erik ingin menghilangkan kesedihan Tiara akibat kehilangan Kenzo.


Sudah satu tahun lebih, Erik juga mengerti kalau merupakan seseorang yang pernah menjadi orang yang sangat berarti dalam hati kita itu sangat sulit. Dia juga merasakan itu, dia bahkan tidak bisa melupakan Tiara meski sudah tujuh tahun lamanya. Tapi kondisi mereka sangat berbeda. Erik masih tetap menjaga cintanya untuk Tiara karena memang Tiara masih hidup di dunia ini.


Tapi Tiara, Kenzo sudah satu tahun pergi. Pencarian di hentikan karena kondisinya saat itu memang sangat tidak memungkinkan. Empat belas hari korban kecelakaan pesawat yang terbakar, entah sudah jadi apa mereka. Dan pihak petugas dah terkait juga sudah memberikan keterangan kalau pencarian memang tidak mungkin lagi diteruskan karena justru akan menimbulkan masalah baru jika mengangkat sesuatu yang berbau tidak baik atau tercemar di angkat dari perairan ke daratan.


Dan selama satu tahun itu, Erik terus melihat Tiara bersedih dan bersedih saja. Meski Tiara selalu menunjukkan senyumnya di hadapan anak-anaknya, tapi Erik dan Melani yang memang tulus menyayangi Tiara. Bisa merasakan kesedihan yang teramat dalam di dalam hatinya.


Dari pihak Tiara, dia juga merasa kalau anak-anaknya emang begitu bahagia kalau bersama Erik. Mereka tak lagi bersedih dan bilang merindukan Kenzo sambil menangis di pelukan Tiara seperti dulu. Meski mereka selalu mengingat Kenzo, dan mendoakannya bersama. Tapi mereka sudah bisa merelakan kalau papa mereka sudah berada di tempat terbaiknya. Hal itu juga Erik yang menjelaskannya pada Kenzi dan Kiara. Karena Tiara sama sekali tidak bisa mengatakan apapun kalau itu berhubungan dengan Kenzo. Karena sebelum bicara, Tiara pasti lebih dulu menangis.


Erik terlihat melambaikan tangannya pada Tiara. Pria itu membawa sebuah buket bunga kecil, itu pasti merupakan hasil karya mereka bertiga. Tiara menghela nafasnya, butuh beberapa kali helaan nafas yang panjang sampai Tiara bisa memantapkan langkahnya untuk maju menyusuri jalanan penuh bunga hasil kerja keras Kenzi, Kiara dan tentu saja Erik yang punya ide ini.


Erik terlihat mengulas senyum bahagia, lega dan takjub karena melihat Tiara yang mulai berjalan menyusuri jalanan berbunga itu menuju ke arahnya.


Kiara dan Kenzi juga tampak senang, bahkan dua anak kecil itu terlihat bersorak sambil melompat-lompat. Tawa mereka membuat hati Tiara terenyuh. Kedua anaknya sepertinya sangat senang sekali kalau dia menerima Erik.

__ADS_1


Semakin lama langkah Tiara semakin mendekat ke arah Erik. Semakin senang pula Kiara dan Kenzi.


"Mama, yey.. mama datang. Kata paman Erik, kalau mama datang, artinya sebentar lagi aku dan kak Kiara bisa tinggal di rumah paman Erik. Ye ye ye!" kata Kenzi dengan senang.


Tiara tidak bisa menjawab pernyataan Kenzi itu, dia hanya bisa tersenyum canggung.


"Terimakasih Tiara, aku berjanji padamu akan selalu membahagiakan kamu dan anak-anak kita ini!" kata Erik.


Tiara hanya bisa mengangguk, lalu Erik pun memeluknya sekilas. Erik juga merangkul Kenzi juga Kiara ke dekatnya. Dan mereka saling berpelukan, benar-benar seperti sebuah keluarga.


***


Saat bangun, dia bahkan berkeringat lumayan banyak. Padahal di dalam kamar tersebut terdapat pendingin udara yang menyala. Natasha yang sedang merias dirinya di depan cermin meja rias pun terkejut dan langsung menoleh ke arah belakang.


"Honey, ada apa?" tanya Natasha yang langsung berdiri dan menghampiri Georgino.


Geo berusaha memperhatikan dengan seksama wajah istrinya yang berdiri di sampingnya itu. Di tadi bermimpi, dan melihat seorang wanita yang sepertinya bukan Natasha, dan wanita itu pergi menjauh dari Geo. Saat wanita itu menjauh, perasaan Geo sangat takut, takut kehilangan dan tak ingin di tinggalkan oleh wanita itu.


Tapi yang Geo ingat, memang bukan Natasha. Tinggi badan mereka sangat berbeda, raut wajahnya tidak jelas, tapi tidak setirus Natasha, dan rambutnya lurus dengan sedikit gelombang berwarna hitam. Sangat hitam, jelas itu bukan Natasha. Karena selama satu tahun ini, Natasha selalu mewarnai rambutnya dengan warna pirang atau blonde. Tidak pernah hitam.

__ADS_1


Natasha yang melihat Geo seperti orang yang sedang sangat kebingungan, kemudian meraih gelas yang berisi air minum di atas nakas di samping tempat tidur Geo. Natasha lantas memberikan gelas itu pada Geo.


"Honey, minum dulu... kamu akan lebih tenang!" kata Natasha.


Geo lantas meraih gelas itu, dan meminumnya sampai habis setengah. Natasha meraih gelas yang ada di tangan Geo itu dan langsung meletakkan nya kembali ke tempat semula.


Natasha yang begitu penasaran dengan apa yang terjadi pada Geo, lantas duduk di sebelah pria itu dan mulai bertanya.


"Honey, sebenarnya ada apa? kamu mimpi buruk?" tanya Natasha pada Georgino.


Geo hanya diam, dia tidak mungkin mengatakan apa yang dia lihat dalam mimpinya pada Natasha yang punya rasa cemburu sangat berlebihan menurut Geo. Minggu lalu, seorang sekertaris yang bekerja di perusahaan baru mereka terlihat sangat perhatian pada Geo. Sekertaris itu sebenarnya berniat baik, Geo terbatuk saat makan siang bersama dengan para staf penting perusahaan.


Sekertaris baru itu hanya menggeser gelas air minum untuk Geo. Natasha yang melihat itu langsung mengamuk dan langsung memecat sekertaris wanita yang baru itu. Bahkan meminta pada pengawalnya untuk mengusir wanita itu dengan menyeratnya dari restoran.


Sungguh perbuatan yang amat kasar. Maka dari itu, Geo pikir dia lebih baik tidak menceritakan tentang mimpi yang dia barusan alami pada Natasha. Atau Natasha akan mengamuk lagi.


Geo juga heran, katanya dia dekat dengan Natasha, sudah pacaran tiga tahun dan menikah satu tahun lebih. Tapi Geo sama sekali tidak merasakan perasaan apapun pada wanita yang mengaku istrinya itu. Menurut Geo itu sangat aneh. Geo malah sering memimpikan wanita lain, tapi wajahnya samar-samar. Tidak terlalu jelas, hingga membuat Geo juga tidak tahu siapa wanita itu dan harus mencari jawaban dari pertanyaan dalam hatinya kemana.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2