Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 61


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, dan selama beberapa hari itu Erik tidak pernah muncul di rumah sakit. Selain dirinya harus menyelesaikan masalah pekerjaan yang tertunda akibat dia mengurus permasalahan Kenzo. Erik juga memberikan kesempatan kepada keluarga kecil itu untuk bisa bersama sebelum dia membawa Tiara dari mereka.


Sebut saja Erik egois, karena dia sudah memisahkan dua orang yang saling mencintai dan sebuah keluarga yang lengkap.


Tapi apa daya, dia membuat pilihan dan saat itu Tiara menyetujuinya. Hal itu adalah impiannya, rasa cintanya pada Tiara tidak pernah berubah bahkan semakin besar dari waktu ke waktu. Apa salah, kalau dia juga memikirkan kebahagiaan dirinya.


Toh, setelah Tiara menikah dengannya pun tidak akan ada yang berubah. Tiara tetap saja mama dari Kenzi dan Kiara. Erik juga sangat menyayangi kedua anak Tiara itu, dan sudah menganggap mereka seperti anak kandungnya sendiri dia juga akan menyayangi mereka selayaknya anak kandung nanti, dan mereka bisa kapan saja bertemu dengan Tiara.


Hingga saatnya Kenzo di perbolehkan untuk kembali ke rumah. Saat itu Tiara menghubungi Frans untuk mengurus segalanya. Dia juga memberitahukan kepada Erik tentang kabar kepulangan Kenzo ke rumah.


Saat semuanya sudah siap, tampak Tiara yang selalu mengambil jarak dari Kenzo. Hal itu membuat pria yang adalah suami dari wanita yang sudah menjadi ibu dari dua orang anaknya itu tampak ada yang aneh.


Mereka punya ikatkan yang sangat dekat. Melihat Tiara yang terus membuat jarak dengannya ketika tidak ada Melani dan kedua anak mereka. Hal itu sedikit menyakitkan perasaan Kenzo. Meskipun dia juga menyadari kalau mungkin saja apa yang sedang dilakukan oleh Tiara itu adalah karena status Kenzo yang datang sebagai Georgino Anderson dan suami dari wanita lain.


Itu benar juga pada awalnya. Tapi setelah mendengar penjelasan dari pengacara Abi kalaupun terjadi pernikahan antara Kenzo dengan Natasha, pernikahan itu tidak sah menurut hukum dan agama. Karena Kenzo pada saat itu sedang hilang ingatan. Bahkan dia tidak tahu siapa dirinya sendiri. Pernikahan itu, jika memang terjadi maka akan batal dengan sendirinya.


Setelah mendengar penjelasan dari pengacara Abi itu, Kenzo dan Melani tampak tenang. Tapi tidak bagi Tiara yang sudah terlanjur berjanji kepada Erik untuk memenuhi kesepakatan mereka masing-masing.


Setibanya di rumah, Melani dan kedua anak Kenzo langsung berlari menghampiri papa nya yang sudah bisa berjalan sendiri dan sudah tampak membaik itu. Cukup lama mereka mengobrol sampai Erik datang.


Tentu saja kedatangan Erik disambut baik oleh Melani, Kenzo, Kiara dan Kenzi. Mereka makan terasa sangat berterima kasih kepada pria yang dulunya adalah saingan cinta dari Kenzo.


Namun sayangnya kedatangan Erik saat itu juga tidak dengan tangan kosong. Sebuah dokumen sudah ada di tangannya yang kemudian dia letakkan di atas meja.


"Maaf Tante, bisa aku bicara dengan Tiara dan Kenzo sebentar?" tanya Erik dengan sopan.

__ADS_1


Erik mengatakan hal seperti itu agar melatih membawa Kiara dan Kenzi ke dalam kamar mereka. Karena memang tak sepantasnya apa yang akan dia katakan itu terdengar oleh telinga kedua anak itu.


Melani langsung melakukan kepala dan mengajak kedua anak itu untuk masuk ke dalam kamar mereka tanpa rasa curiga sedikitpun. Dan memang sama sekali tidak ada firasat buruk di dalam pikiran dan hati Melani tentang keinginan Erik untuk bicara pada anak dan menantunya.


"Ingin bicara apa? Erik sebelumnya aku sangat tidak menyukaimu. Aku menyesal untuk itu, dari cerita ibu dan Tiara kamu sudah sangat membantu keluarga ku saat aku tidak ada. Terimakasih banyak!" kata Kenzo yang tulus mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pria yang ada di hadapannya itu.


Sementara Tiara sejak tadi hanya diam, dia bahkan tidak berani mengangkat wajahnya karena memang apa yang akan disampaikan Erik itu mungkin akan menjadi sebuah tamparan yang keras bagi Kenzo. Dan sesuatu yang akan sangat mengecewakan Melani sebagai ibu mertuanya.


"Jangan mengucapkan terima kasih kepadaku! karena mungkin setelah apa yang kamu dengar dariku ini, kamu pasti akan kembali sangat membenciku!" kata Erik dengan ekspresi wajah datar.


Kenzo tentu saja terkejut. Apalagi sejak hari ini dia juga melihat istri yang duduk di sampingnya itu diam saja.


"Ada apa ini? aku mulai punya perasaan tidak enak!" jujur Kenzo.


"Tiara, boleh aku katakan pada Kenzo sekarang?" tanya Erik yang lebih membuat perasaan Kenzo menjadi semakin tidak enak lagi.


"Ada apa ini?" tanya Kenzo yang sudah benar-benar tidak bisa menahan rasa penasarannya.


Tiara sama sekali tidak bergeming, dia masih diam seribu bahasa dengan tangan yang meremass tangannya yang satu lagi. Dia benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Kenzo nanti setelah mengetahui tentang kesepakatannya dengan Erik. Tiara juga tidak bisa membayangkan ekspresi anak-anak bagaimana mereka akan merasa sedih dan sangat kecewa kepada Ibu mereka itu. Belum lagi dengan Melani yang baru saja akhir-akhir ini kesehatannya membaik.


"Ini adalah surat perjanjian perpisahan..


!"


Belum juga Erik selesai menjelaskan setelah membuka dokumen yang ada di hadapan yaitu. Kenzo lebih dulu menyela.

__ADS_1


"Perpisahan apa? siapa yang akan berpisah?" tanya Kenzo menyela apa yang ingin Erik sampaikan.


"Kenzo, Aku harap kamu mendengarkan aku sampai selesai!" kata Erik yang memang sudah tidak punya banyak kesabaran lagi untuk menunggu.


Dia sudah cukup menunggu selama lebih dari delapan tahun. Dan itu dari rasa sudah sangat cukup.


"Perpisahan antara kamu, Kenzo Pratama dengan Tiara, istrimu!" kata Erik.


Kenzo tentu saja cara kerja bukan main dia langsung berdiri lalu meraih dokumen yang ada di atas meja yang sudah di buka oleh Erik di hadapannya itu kemudian melihatnya dengan sangat teliti.


Begitu melihat pihak pertama dan pihak kedua juga semua biodata lengkap yang tertera di dokumen tersebut, Kenzo sampai terduduk lemas di sofa yang ada di belakangnya.


Matanya sudah berkaca-kaca. Kenzo lantas menatap sendu ke arah Tiara.


"Tiara, katakan kalau semua ini hanya candaan kalian saja?" tanya Kenzo yang masih begitu besar harapannya kalau semua ini hanyalah candaan kedua orang di depannya itu.


Tiara sudah menangis, tapi dirinya sama sekali tidak berani menatap ke arah suaminya.


"Tiara tolong katakan padaku kalau ini..!"


"Sudah cukup, aku pikir semuanya sudah jelas. Tiara, cepat tanda tangani dokumen itu dan ikut denganku. Aku akan segera mengurus perpisahan kalian secara resmi!" kata Erik yang membuat Tiara semakin terisak.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2