Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 30


__ADS_3

Tiara terpaksa kembali ke Indonesia, meskipun sebenarnya dia masih ingin berada di dermaga tersebut untuk menunggu para petugas juga tim pencari khusus yang sedang mencari sisa-sisa pesawat, barang-barang para penumpang dan juga jasad penumpang yang dikabarkan tidak ada yang selamat sama sekali.


Tiara kembali, karena putra bungsunya Kenzi sakit. Selama tiga hari Tiara pergi ke luar negeri untuk mendapatkan kejelasan tentang Kenzo. Kenzi di rumah tidak mau makan dan tidak tidur dengan benar. Anak bungsu Tiara itu selalu terbiasa dalam 24 jam setiap harinya selalu bersama dengan ibunya. Saat ibunya tidak ada, tentu saja Kenzi jadi sulit di atur oleh Melani.


Dan dalam keadaan Melani yang juga sedang sedih itu, dia tak bisa berpikiran lebih baik selain hanya bisa menuruti semua permintaan kedua cucunya. Hingga saat Kenzi minta gula kapas, yang merupakan makanan yang tidak bisa dimakan oleh Kenzi karena pernah memiliki riwayat alergi saat makan makanan tersebut. Melani malah memberikan makanan itu pada Kenzi karena cucunya itu merengek.


"Maafkan ibu ya Tiara, ibu yang salah. Seharusnya ibu tanya dulu ke sus Ella, malah ibu langsung kasih saja makanan itu ke Kenzi!" kata Melani.


Tiara langsung memeluk Melani, dan keduanya kembali menangis.


"Tiara tahu, ibu pasti juga sangat sedih. Entah bagaimana aku dan anak-anak tanpa Kenzo...!"


Tangis dua wanita yang sangat di cintai dan mencintai Kenzo itu pecah.


Selama berhari-hari, tak ada keceriaan sama sekali di rumah besar yang tadinya penuh canda tawa itu. Sampai kedua anak Tiara sakit, dan itu membuat Tiara sadar. Kalau dia tak bisa terus seperti ini.


Tiara harus bangkit, dan kembali seperti Tiara yang dulu demi anak-anak.


Pada akhirnya, dua minggu setelah kecelakaan. Pencarian di hentikan, karena beberapa pencarian yang di dapatkan hasilnya sangat tidak baik jika di angkat ke permukaan dari dasar laut.


Petugas dan pihak penerbangan meminta maaf pada semua keluarga korban dalam sebuah tayangan siaran langsung di televisi. Dan berjanji akan segera mengurus asuransi untuk para korban.


Perusahaan selama beberapa hari ini juga mengalami banyak kerugian. Bagaimana tidak, karena ketidakpastian nasib para klien dan vendor maka mereka banyak yang mengundurkan diri dari kerjasama dengan perusahaan Pratama.


"Nyonya, perusahaan sudah banyak sekali merugi. Bisakah nyonya kembali ke perusahaan. Setidaknya para pemegang saham makan yakin karena nyonya juga memiliki latar belakang pendidikan yang sama dengan tuan Kenzo!" kata Frans.


Melani yang mendengar itu lantas duduk di dekat Tiara dan berkata.


"Nak, Frans benar. Kamu harus melanjutkan perusahaan Kenzo. Dia sudah membangun perusahaan itu dari nol dengan tangannya sendiri, kerja keras dan setiap peluhnya. Jangan biarkan perusahaan itu hancur. Kenzi dan Kiara, ibu yang akan mengurus mereka!" kata Melani.


Melani benar-benar tidak ingin perusahaan yang dibangun dengan susah payah oleh anaknya satu-satunya itu hancur. Bagaimana pun juga masih ada Kenzi dan Kiara, anak Kenzo yang Melani tak mau karena kesedihan dirinya dan Tiara. Kedua anak itu ke depannya tidak bisa hidup nyaman seperti yang di cita-citakan oleh Kenzo.

__ADS_1


"Klaim asuransi tuan juga sudah keluar nyonya!" kata Frans yang lantas menunduk sedih sebelum dia kembali berkata.


"Aku dan pak Abi turut berduka cita atas apa yang menimpa tuan Kenzo, nyonya!" kata Frans lagi.


Tanpa dia sadari, air mata sudah kembali mengalir di pipi Tiara. Melani yang melihat itu lantas memeluk menantunya itu dan mengusap punggungnya agar lebih tenang. Jika tidak ada Tiara, Kenzi dan Kiara. Mungkin saja Melani malah akan mengalami depresi yang lebih parah dari Tiara. Tapi karena dia orang yang paling tua dan di tuakan di keluarga ini. Melani berusaha untuk bersikap tegar, terutama di depan Tiara.


Satu bulan berlalu... Tiara sudah berusaha dengan baik di perusahaan. Tapi tetap saja, kerugian yang di alami selama dua minggu itu tetap membuat perusahaan Pratama ini mengalami kesulitan.


"Kita gagal lagi Frans, bagaimana ini?" tanya Tiara yang lagi-lagi perusahaannya kalah tender.


"Harapan kita hanya tinggal satu lagi nyonya, kalau tidak. Mungkin untuk menutupi kerugian kantor utama, kita harus menutup dua kantor cabang yang ada. Dan memaulianya lagi dari awal!" jelas Frans.


"Apa katamu? masih ada satu lagi? perusahaan milik siapa? biar aku langsung yang kesana mempresentasikan proposal kita!" kata Tiara yang terlihat menjadi lebih bersemangat.


Awalnya Tiara pikir, meeting tadi siang itu adalah meeting terakhir dan tak bisa menyelamatkan perusahaan. Tapi begitu dia mendengar masih ada harapan, tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Maka Tiara berpikir, kalau dia akan datang sendiri ke perusahaan tersebut.


"Ini perusahaan lama, tapi berkembang beberapa bulan terakhir ini karena pemimpin perusahaan ini berganti, Jaya Utama Company nama perusahaannya!" kata Frans menjelaskan.


"Siapkan proposal nya Frans, akan aku pelajari proposalnya di dalam mobil dalam perjalanan kesana!" kata Tiara.


"Tapi nyonya, kita belum buat janji!" kata Frans menyela.


"Aku akan buat janji saat sampai di sana, kita tidak punya banyak waktu. Tenggat waktu pembayaran ganti rugi perusahaan dari Kanada itu tidak lama lagi Frans!" kata Tiara.


Frans yang selama ini juga kebingungan memikirkan solusi dari semua permasalahan perusahaan pun mengangguk patuh kepada perintah Tiara.


"Baik nyonya!" kata Frans.


Mereka pun menuju ke perusahaan tersebut, di dalam mobil Tiara benar-benar membaca berulang-ulang proposal yang dibuat oleh Frans. Tiara sudah tidak meragukan lagi kinerja dari asisten pribadi suaminya yang kini menjadi asisten pribadinya itu. Meski usia mereka sama, tapi pengalaman Frans lebih banyak.


Begitu sampai di perusahaan Jaya Utama, Tiara lantas langsung bergegas menuju lift.

__ADS_1


"Kira-kira dimana ya ruangan CEO nya?" tanya Tiara pada Frans.


"Kita harus bertanya nyonya!" kata Frans.


"Kamu benar!" kata Tiara.


Saat Tiara dan Frans masuk ke dalam lift, ada seseorang yang terlihat menahan pintu lift dan menunggu seseorang yang sedang berjalan ke arah lift yang terbuka tersebut. Saat itu Tiara tidak melihat orang tersebut, dia hanya memperhatikan kelengkapan proposal yang ada di tangannya.


"Pak CEO, boleh kami ikut dalam lift?" tanya salah seorang karyawati yang terlibat genit.


Mendengar kata CEO, Tiara lantas melihat ke arah pria yang berada di depan Frans. Frans menghalangi Tiara demi keamanannya.


Tiara menepuk bahu Frans.


"Itu CEO nya?" tanya Tiara dan di angguki oleh Frans.


Ting


Pintu lift terbuka dan CEO itu keluar bersama asistennya. Tiara juga bergegas keluar dari dalam lift bersama dengan Frans.


"Pak, tunggu.. pak CEO!" kata Tiara.


Mendengar suara Tiara, pria yang adalah CEO baru perusahaan Jaya Utama itu berhenti dan berbalik.


Tapi saat pria itu berbalik. Tiara yang malah terkejut dan menghentikan langkahnya.


"Erik!" ucap Tiara terkejut.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2