
Erik segera datang ke rumah sakit begitu dia mendapatkan telepon dari Tiara itu. Sampai di sana Tiara baru saja menemui Kiara yang juga baru sadarkan diri dari pingsannya.
"Erik, Kiara hamil!" kata Tiara yang wajahnya sudah basah dengan air mata.
Erik terlihat langsung menghampiri Kiara dan merangkul gadis itu ke pelukannya. Sementara Kiara tidak mengerti, dia harus senang atau bagaimana mendengar berita kehamilannya. Papanya masih tidak bisa menerima Erik.
Erik terus meyakinkan Kiara, kalau semua akan baik-baik saja. Kiara yang awalnya terlihat syok mulai tenang perlahan-lahan. Melihat cara Erik membuat Kiara tenang. Tiara kini yakin kalau kedua orang di depannya itu memang saling mencintai. Dan dia harus memohon pada Kenzo untuk kebahagiaan putrinya.
Tiara pulang ke rumah bersama dengan Erik dan Kiara. Tiara menunggu Kenzo kembali. Dia tidak menghubungi Kenzo dan menunggu Kenzo kembali saja.
Begitu suaminya itu sudah kembali, Tiara langsung mengatakan kalau Kiara tengah hamil anak Erik.
Bukan main marahnya Kenzo. Pria yang saat ini berusia 42 tahun itu sampai membanting vas bunga yang ada di ruang keluarga di atas meja kaca yang ada di sana.
Vas itu hancur, namun hatinya lebih hancur. Tiara memohon kepada Kenzo agar membiarkan Erik menikahi Kiara. Semua sudah terjadi seperti itu, dan hanya itu satu-satunya cara menyelamatkan dan memperbaiki segalanya.
Erik juga meminta ijin dengan sangat sopan pada Kenzo. Erik berjanji akan melindungi Kiara dan mencintainya sampai maut menjemputnya.
Kenzo sangat sedih, ketika Tiara dan Kenzo berlutut bersama Erik dan Kiara di depannya. Dia tidak bisa menolak pernikahan itu pada akhirnya.
Erik dan Kiara menikah, Kiara tetap meneruskan kuliahnya. Setiap hari Tiara menghubungi Kiara yang sudah tinggal di rumah Erik. Tapi Kenzo masih tak kunjung mau bicara dengan anaknya itu. Kenzo begitu kecewa, dia merasa sangat di khianati oleh putrinya yang begitu dia sayangi itu sendiri.
Tapi semakin waktu berlalu, Erik pun berhasil menunjukkan pada Tiara dan Kenzo kalau dia adalah suami yang baik untuk Kiara.
Kiara selalu menceritakan setiap Tiara menghubunginya kalau Erik memperlakukannya seperti putri raja. Erik tak membiarkannya mengeluh sedikitpun.
Mendengar hal itu Tiara benar-benar terharu, setiap Tiara menghubungi putrinya dia selalu menghidupkan speaker ponselnya. Berharap suaminya juga bisa mendengar.
Bukan sebuah hal kecil bagi seorang ayah tidak bicara pada putrinya dalam waktu yang begitu lama. Namun hati Kenzo yang terlalu sakit membuatnya bertahan menyiksa dirinya sendiri.
Hingga suatu malam, diam-diam Kenzo pergi ke kamar Kiara. Dan melihat salah satu foto anaknya itu yang tersemat di sebuah figuran kecil di atas meja rias Kiara.
__ADS_1
Air mata Kenzo mengalir perlahan.
"Jika merindukannya, maka bicaralah padanya!" kata Tiara yang berada di belakang Kenzo.
Kenzo terkejut lalu meletakkan foto itu kembali ke atas meja. Tanpa bicara Kenzo kembali ke kamarnya lagi.
Tadi Tiara terbangun, dan tidak melihat Kenzo di sampingnya. Tiara sudah merasa beberapa hari ini kalau Kenzo sangat merindukan putrinya sebenarnya. Tapi masih enggan membuka dan membesarkan hatinya untuk menerima semua ini.
Saat wisuda kelulusan Kiara pun Kenzo tidak mau datang. Hanya Tiara dan Kenzi yang hadir saat itu.
Hingga beberapa bulan kemudian, Erik menghubungi Tiara karena Kiara akan melahirkan.
Tiara memberi kabar itu pada Kenzo. Tapi Kenzo terlihat acuh. Karena panik, Tiara pun pergi sendiri ke rumah sakit.
Dalam proses persalinannya, Kiara merasa sangat kesakitan.
"Ma, papa mana ma?" tanya Kiara sambil menangis.
Tiara tidak bisa bicara apapun. Dia juga sudah menghubungi Kenzo tapi suaminya tidak menerima panggilannya.
"Bagaimana kalau di operasi saja? kasihan Kiara?" tanya Erik pada Tiara.
Tiara diam-diam merekam ketika Kiara kesakitan saat akan melahirkan. Dan mengirimkan video itu pada Kenzo.
Pada akhirnya, hati seorang ayah pun luluh melihat putrinya berteriak kesakitan dengan air mata dan peluh yang bercucuran.
Kenzo datang tepat saat Kiara akan masuk ruang operasi.
Tangan Kenzo meraih tangan Kiara. Membuat Kiara menoleh ke arah papanya.
"Papa memaafkan mu nak, berusahalah! kamu pasti bisa. Kamu dan bayimu harus selamat nak!"
__ADS_1
Kata-kata Kenzo membuat air mata Tiara mengalir deras. Erik juga tampak begitu terharu.
Mereka bertiga menunggu di depan ruang operasi. Tak lama kemudian, suara tangis bayi terdengar.
Seorang perawat keluar dan minta agar bayi itu di adzani oleh ayahnya.
Kenzo menepuk bahu Erik. Itu adalah hal terbaik yang pernah Erik rasakan. Erik tersenyum dan sangat bersemangat masuk ke dalam ruang operasi.
Erik mengadzani putranya untuk pertama kalinya. Setelah di pindahkan ke ruang rawat. Semua orang terlihat memberikan selamat pada Kiara. Tiara memeluk dan menciumi Kiara dengan penuh kasih sayang.
Kenzo juga menghampiri dan memeluk Kiara. Dia sudah merestui Kiara dan Erik untuk bersatu.
Dia menyadari kalau tidak bisa selamanya menyematkan pria tidak baik pada diri Erik. Buktinya Erik sudah sangat bertanggung jawab dan mencintai putrinya. Membuat putrinya sangat bahagia. Dan keluarga mereka benar-benar sudah lengkap saat ini dengan kehadiran jagoan kecil yang merupakan cucu pertama dari Tiara dan Kenzo.
Tiara menggenggam tangan Kenzo dengan erat. Kenzo juga mengecup kening istrinya itu dengan lembut.
Untung saja Tiara sangat pengertian, saat Kenzo sedang marah, Tiara mampu meredakan emosinya. Mampu menunggu sampai dia tenang baru mengajak bicara. 20 tahun pernikahan mereka sudah di lengkapi dengan seorang cucu dari seorang pria yang dulu pernah menjadi pria yang sangat berharga bagi Tiara, pernah mengkhianatinya, pernah kembali ke kehidupannya dan membantunya.
Pernah pula membuat Tiara dan Kenzo nyaris berpisah lagi. Namun siapa sangka mereka memang tetap di ikat dalam satu hubungan keluarga. Erik kini menjadi pria yang akan melindungi putri kesayangan mereka seumur hidupnya.
Tiara dan Kenzo merasa kehidupan mereka begitu lengkap dan bahagia. Lika-liku perjalanan cinta mereka, pertemuan, masalah, perpisahan lalu masalah lagi. Dan kini mereka bisa tersenyum sambil bergandengan tangan bersama.
Cinta adalah sebuah anugerah, itu benar. Cinta bisa membuat orang yang hatinya pernah jahat menjadi baik. Itu terjadi pada Erik. Membaut ambisi menjadi sebuah pemberian.
Cinta membuat Kenzo kembali pada Tiara, meskipun semua orang sudah mengira Kenzo sudah tiada kala itu. Tapi hati mereka bertaut dan bisa menemukan satu sama lain.
Cinta bisa membuat Erik merelakan Tiara untuk Kenzo. Sampai pada akhirnya, Erik juga bertemu dengan cinta sejatinya Kiara.
Antara Cinta dan pengkhianatan, antara cinta dan kebohongan. Tetaplah cinta yang akan menang.
Sekian dan terimakasih
__ADS_1
***
TAMAT