Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 15


__ADS_3

Tiara tak mengerti kenapa Erik malah menghampiri dirinya dan duduk di sebelahnya. Sejak mereka putus beberapa bulan yang lalu. Tiara dan Erik tak pernah lagi saling sapa. Meski mereka satu kelas, tapi Tiara memang menghindari mereka, menghindari tegur sapa, bahkan menghindari saling pandang. Jika pun mereka tak sengaja bertemu, maka Tiara memilih untuk memilih jalan memutar saja. Tiara benar-benar menghindari Erik dan juga Meri.


Tiara menghindar bukan karena takut, tapi karena tidak mau mencari keributan saja. Dan, ketika Erik duduk di sebelah Tiara. Tiara langsung membereskan tasnya dan memasukkan kembali notebook nya ke dalam tas. Tapi baru saja akan berdiri, Erik malah menarik tangan Tiara. Membuat Tiara kembali terduduk, di samping Erik.


“Eh, kamu apa-apaan sih?” tanya Tiara kesal.


Akhirnya setelah beberapa bulan menghindari bicara dengan Erik. Tiara terpaksa berkata seperti itu setelah apa yang Erik perbuat pada Tiara barusan.


Mendengar protes daru Tiara, Erik malah terkekeh pelan.


“Aku senang mendengar suaramu lagi Tiara!” kata Erik sambil melihat ke arah Tiara.


Tiara memalingkan wajahnya, saya dosen yang akan memberikan mata kuliah pada mereka sudah masuk ke dalam kelas. Tidak mau di tegur, atau dapat masalah. Akhirnya Tiara memilih diam dan sedikit menggeser duduknya agak menjauh dari Erik.


Sepanjang pelajaran berlangsung, Erik sering kali mengganggu Tiara. Seperti dulu saat Erik mendekati Tiara untuk mencari perhatian Tiara, sewaktu mereka masih dalam tahap pedekate dulu. Namun perasaan Tiara tak lagi sama, jika dulu dia malu-malu dan tak mengerti dengan sikap jahil dan manis Erik.


Sekarang dia sangat paham, dan bukan malu-malu seperti dulu. Tiara malah banyak melotot pada Erik.


Sialnya bagi Tiara, saat itu di mendapatkan tugas kelompok dengan teman yang ada di sebelahnya. Sialnya temannya itu Erik.


“Baiklah, kalian kumpulkan saja survei tentang apa yang saya katakan tadi. Paling lambat besok jam dua siang, tugas kelompok ini sudah harus selesai ya! Selamat siang semuanya. Terimakasih!” ujar dosen muda bernama Wahyu itu dengan sangat ramah dan sopan.


“Jadi kita mulai survei darimana? Pedagang di pasar? Atau minimarket?” tanya Erik.


“Kamu ke minimarket, biar aku saja yang ke pasar!” kata Tiara yang sebenarnya sangat malas bicara pada Erik, apalagi harus kerja kelompok bersama.


“Tidak bisa begitu, ini tugas kelompok. Aku tidak mau kalau sampai saat pak Wahyu bertanya padaku, aku tidak tahu jawabannya. Ayo, kita ke pasar saja dulu, minimarket kan buka dua puluh empat jam!” kata Erik yang langsung berdiri dan memakai tasnya di sebalik kanan bahunya.


Tiara masih diam, tapi dia langsung meraih ponselnya untuk memberi kabar pada Kenzo.

__ADS_1


Tiara mengirim pesan kalau dia ada tugas kelompok dengan teman sekelasnya dan Kenzo tidak perlu menjemputnya.


Setelah mendapatkan balasan dari Kenzo, dan Kenzo mengatakan di pesannya kalau Tiara harus hati-hati. Tiara pun berdiri dan bersiap keluar dari kelas dengan Erik.


Tiara juga terpaksa berada satu mobil dengan Erik untuk bisa pergi ke pasar bersama.


Di perjalanan, Tiara terus melihat ke arah samping, ke arah jendela mobil. Tapi Erik malah terus menerus melirik ke arah Tiara.


“Kamu tidak rindu duduk di tempatmu itu?” tanya Erik tiba-tiba.


Tiara yang malas meladeni Erik pun, memilih pura-pura tuli saja dan tetap melihat ke arah pemandangan yang ada di luar.


Sedangkan Erik yang tak mendapatkan respon dari Tiara hanya bisa menghela nafas berat. Erik tahu kalau Tiara pasti masih sangat sakit hati padanya. Tapi bagi Erik, itu semua bukan masalah, masih banyak waktu untuknya membujuk Tiara. Itu karena Erik belum tahu kalau Tiara sudah menjadi kekasih Kenzo. Bagi Tiara, juga tidak perlu mengatakan itu pada pada Erik. Untuk apa juga, teman saja bukan. Itu yang ada di pikiran Tiara.


“Kamu masih marah ya?” tanya Erik.


Tiara lagi-lagi tidak merespon. Hingga Erik menginjak pedal rem secara mendadak.


“Aku bicara padamu Tiara, kenapa tidak menjawab pertanyaan ku?” tanya Erik yang rupanya sudah kehabisan kesabaran.


“Kenapa marah? Mana aku tahu kamu sedang bicara padaku?” sahut Tiara tak mau kalah.


“Ayolah Tiara, memangnya siapa di dunia ini yang tidak pernah melakukan kesalahan? Kenapa kamu begitu naif...!”


“Aku yang naif, oh... baiklah kalau begitu. Kamu pergi saja ke pasar, biar aku yang ke minimarket!” kata Tiara yang sudah akan membuka pintu mobil Erik.


Tapi sayang, saat Tiara akan membuka pintu mobil. Ternyata pintu mobil itu di kunci secara otomatis oleh Erik.


“Buka pintunya!” seru Tiara kesal.

__ADS_1


Melihat Tiara yang kesal, Erik pun mendengus kesal.


“Oke baik, aku minta maaf. Oke, kita akan kerjakan tugas kelompok. Aku janji tidak bahas masa lalu kita lagi!” kata Erik dan Tiara pun duduk lagi dengan tenang. Tapi tetap tidak mau melihat ke arah Erik.


Mereka kembali melaju ke arah pasar tradisional, tanpa Erik dan Tiara sadari kalau ternyata sejak tadi keluar dari kampus mereka sudah di ikuti oleh sebuah mobil mewah.


Erik dan Tiara sampai di pasar, Erik mau membukakan pintu mobil untuk Tiara. Tapi Tiara sudah lebih dulu membuka pintu sendiri dan keluar.


“Jadi kemana dulu kita?” tanya Erik yang merangkul Tiara tanpa Tiara sadari karena gadis itu tengah berpikir mau mulai darimana survei mereka.


Dan kesempatan itu tak di sia-siakan oleh orang yang sejak tadi mengikuti mereka. Orang itu memotret saat Tiara di rangkul oleh Erik.


Menyadari Erik merangkulnya, Tiara langsung menepis tangan Erik kemudian menjauh dari Erik.


“Ih, apaan sih rangkul segala? Gak usah sok akrab ya situ. Nyebelin!” kesal Tiara yang langsung bergegas meninggalkan Erik menuju ke arah pusat pasar tradisional tersebut.


Orang yang sedang mengawasi mereka itu tersenyum penuh kemenangan.


“Yes, dengan ini mereka pasti bertengkar lagi. Gadis itu ingin merebut Kenzo dariku, mimpi saja dia!” kata orang itu yang ternyata adalah Hani.


Benar sekali, pemilik mobil mewah yang sudah beberapa hari ini mengikuti apapun kegiatan Tiara di luar rumah untuk menemukan sesuatu yang bisa merusak hubungan nya dengan Kenzo itu adalah Hani. Mantan pacar Kenzo, yang sudah meninggalkan Kenzo, tapi sekarang malah balik lagi mengejar Kenzo.


Hani lalu mencari kontak Kenzo dan mengirimkan pesan gambar pada Kenzo dengan nomer baru. Setelah itu dia tersenyum senang lalu masuk ke dalam mobilnya meninggalkan tempat itu.


Di tempat lain, Kenzo yang sedang membantu Melani di toko kue karena tidak ada kuliah hari ini. Meraih ponselnya yang berbunyi nada notifikasi pesan masuk.


Kenzo melihat pengirimnya, tapi nomer itu tidak dia kenal. Merasa penasaran Kenzo membuka pesan itu. Begitu gambar itu terbuka, Kenzo pun mengepalkan tangannya dengan kuat dan wajahnya terlihat kesal.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2