
Setelah mendengar semua yang di ceritakan oleh Tiara. Kenzo mencoba untuk mengingat tentang apa yang terjadi sebelumnya, sebelum dia berada di rumah sakit. Namun tetap saja, sekeras apapun Kenzo berusaha. Dia tetap tidak bisa mengingat apapun.
Malah setiap kali dia mencoba mengingat masa lalunya. Dia merasa kepalanya terasa begitu sakit.
Melihat Kenzo yang terlihat menahan sakit di kepalanya. Tiara pun berkata pada Kenzo agar tidak mengingatnya dulu sampai pengaruh obat yang di berikan oleh Natasha itu berkurang.
"Sebaiknya kamu istirahat, sampai pengaruh obat yang di berikan Natasha berkurang. Sebaiknya jangan berusaha mengingat apapun, itu akan menyakiti mu. Aku akan membuatkan makan siang, kamu istirahat ya!" kata Tiara.
Kenzo pun mengangguk, dia kembali merebahkan dirinya dan beristirahat. Kata dokter, Kenzo memang perlu mengistirahatkan tubuhnya agar pikirannya juga istirahat.
Sementara itu Tiara berusaha membuatkan makanan kesukaan Kenzo, dia berharap Kenzo menyukainya. Tiara banyak belajar dari Melani. Sekarang dia juga sama pandainya dengan ibu mertuanya itu soal masak-memasak.
Tiara memanjatkan opor ayam yang adalah makanan kesukaan Kenzo. Sayangnya Melani tidak bisa ikut kemari karena sedang sakit. Jika tidak, aroma dan rasa masakan otentik dari Melani pasti lebih bisa memberikan perasaan hangat dan familiar bagi Kenzo.
Meski resepnya sama, terkadang tangan yang berbeda yang akan membaut masakan itu berbeda rasanya.
Wangi opor terbium begitu semerbak di dalam dapur. Tidak hanya di dapur, wangi opor itu juga tercium sampai keluar villa, hingga Kenny bisa mencium aroma yang langsung bisa membuatnya merasa lapar.
Juga ke dalam kamar, yang membuat Kenzo terbangun dari tidurnya. Kenzo langsung membuka matanya, menyibak selimutnya dan duduk di tepi ranjang. Kenzo mengusap wajahnya, dia merasa kalau aroma ini sangat familiar.
Kenzo pun berdiri dan mengikuti langkah kakinya menuju ke sumber aroma. Langkah kaki Kenzo sampai di depan dapur. Suasana yang dia lihat ini rasanya pernah dia lihat sebelumnya.
Rasanya sangat familiar dan tidak asing, di sana berdiri Tiara dengan rambut di cepol, dengan celemek yang di pakainya sedang sibuk mengaduk masakan yang sepertinya menjadi asal dari aroma sedap yang membuatnya terbangun tadi.
"Tiara!" panggil Kenzo.
Tiara langsung menoleh ke arah Kenzo sambil mengembangkan senyumnya yang sempurna.
"Hai, kamu sudah bangun. Duduklah, coba cicipi!" kata Tiara.
Kenzo pun duduk di kursi yang ada di depan meja makan.
Tiara mematikan kompor, kemudian mengambil mangkuk lalu memasukkan opor ayam itu ke dalam mangkuk, meraih satu buah sendok dari tempatnya yang dia letakkan langsung di pinggiran mangkuk dan segera berjalan menuju ke arah Kenzo yang sedang duduk.
__ADS_1
Tiara bahkan lupa kalau mereka sedang berada di villa Erik, dan Kenzo sedang lupa ingatan. Dia begitu antusias untuk meminta Kenzo mencicipi masakan nya seperti biasa saat berada di rumah.
Tiara datang dengan mangkuk di tangannya dan meletakkannya di depan Kenzo.
"Ini adalah resep ibu, coba katakan apa yang kurang?" tanya Tiara yang tanpa sadar malah duduk di pangkuan Kenzo.
Hal yang selalu Tiara lakukan kalau dia membuat resep dari Melani dan meminta Kenzo untuk mengoreksi rasanya untuk pertama kali.
Begitu Tiara duduk di pangkuannya tanpa sengaja, sesuatu di bawah sana langsung mengeras. Hal yang tidak pernah terjadi ketika Kenzo bersama dengan Natasha sebagai Geo.
Menyadari kesalahannya, Tiara langsung cepat-cepat berdiri.
"Ah, maaf maaf maafkan aku, aku... aku...!"
Tiara jadi salah tingkah sendiri, dia juga gugup tidak tahu mau bilang apa. Dia bahkan lupa kalau Kenzo sedang amnesia.
Sementara Kenzo juga merasa sangat heran. Meski belum ingat apapun, tapi reaksinya memang berbeda saat bersama dan dekat dengan Tiara.
"Eh!"
"Biar seperti ini Tiara, aku merasa situasi ini angkat familiar. Mungkin aku akan ingat sesuatu nanti!" kata Kenzo.
Dan menurut Tiara kalau itu bisa membuat Kenzo mengingat sesuatu. Tidak masalah juga baginya, karena sebenarnya mereka juga masihlah suami istri.
"Apa biasanya kamu menyuapi aku, atau aku makan sendiri?" kata Kenzi bertanya pada Tiara.
"Aku suapi!" kata Tiara jujur.
Apa yang di katakan oleh Tiara itu memang adalah hal yang sebenarnya. Dia biasa menyuapi Kenzo bahkan bukan dengan sendok sebenarnya. Biasanya dari bibirnya langsung. Tapi karena Kenzo sedang amnesia, dia rasa memakai sendok akan lebih efisien.
Tiara mulai memotong sedikit bagian dari bagian pahaa ayam yang ada di mangkuk. Kemudian menyuapkannya pada Kenzo.
"Bagaimana?" tangan Tiara dengan senyuman di wajahnya.
__ADS_1
"Enak, tapi sepertinya ada sesuatu yang hilang ya? aku merasa ada sesuatu yang berbeda dari caramu menyuapi aku?" tanya Kenzo yang merasakan sesuatu yang hilang. Seperti ada sesuatu yang terasa kosong, sangat berbeda dan membuatnya merasa sedikit kecewa.
Tiara yang mengerti hal itu pun lantas terdiam sejenak.
'Dia benar-benar Kenzo, memang seharusnya bukan seperti tadi!' batin Tiara.
Tiara yang merasa tidak ada yang salah kalau dia melakukan hal yang biasa dia lakukan pada Kenzo pun berkata.
"Bagaimana kalau seperti ini?" tanya Tiara yang langsung menyendok kembali potongan kecil opor ayam dan memasukkan ke dalam mulutnya.
Dengan sedikit gugup Tiara berbalik menghadap Kenzo dan meletakkan tangannya di belakang leher Kenzo.
Mata Kenzo melebar ketika Tiara menciumnya, bukan mencium sebenarnya. Tapi memang itu yang biasa dia lakukan pada suaminya kalau meminta suaminya mengkoreksi rasa masakannya. Dan meskipun ada yang kurang, Kenzo akan mengatakan kalau rasanya sangat sempurna.
Tiara menunduk setelah dia melakukan hal itu. Jantungnya berdetak cepat, ini adalah kali pertama setelah satu tahun lebih dia tidak mencium Kenzo.
Kenzo yang pada akhirnya menelan makanan itu lantas memiliki perasaan yang begitu berbeda, dia kembali membuat Tiara menghadap kearahnya dan membalas apa yang Tiara lakukan padanya tadi.
Kedua pasang mata mereka sampai terpejam merasakan perasaan yang begitu menggebu. Tangan Kenzo juga terus berada di belakang kepala Tiara untuk memperdalam, juga agar ciuman itu tidak cepat berakhir.
Sampai keduanya menarik diri dan membuka jarak untuk menjadikan oksigen masuk ke dalam paru-paru mereka kembali. Dengan tersengal-sengal Tiara mengusap bibirnya yang basah karena ulah Kenzo.
"Rasanya sempurna Tiara!" ucap Kenzo yang membuat wajah Tiara memerah.
Sementara apa yang terjadi di dapur itu, terlihat oleh Kenny yang sedang berkeliling menjaga villa.
Kenny tadi sempat ingin memotret apa yang dia lihat dan menunjukkan itu pada Erik. Tapi Kenny mengurungkan niatnya itu karena dia berpikir kalau dia orang di dapur itu memang masihlah sepasang suami istri.
Pada akhirnya Kenny tidak melakukannya, dia malah berbalik dan pura-pura tidak melihat. Lagipula tugasnya di sini hanya menjaga Kenzo agar jangan sampai di temukan oleh anak buah Natasha.
***
Bersambung...
__ADS_1