Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 35


__ADS_3

Tiara dan Erik sudah sampai di kantor Erik, saat dia melihat beberapa teman kampus mereka juga bekerja di perusahaan Erik.


Erik meminta sekertarisnya Firda untuk menyiapkan kontrak kerja sama dengan perusahaan Pratama milik Kenzo.


Sementara Tiara menunggu, dia di temani Erik di ruangan Erik yang banyak sekali buku motivasi di rak-rak yang ada di ruangan itu.


"Aku lihat Irene dan Sandy, mereka teman sekelas kita bukan? mereka juga bekerja di sini?" tanya Tiara sambil melihat ke arah buku-buku itu.


Erik juga berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah rak bukunya, namun dia berjalan di sisi yang berbeda dari Tiara.


"Iya, aku sudah bilang pada bagian HRD. Kalau ada teman sekelas ku melamar kerja di sini mereka harus menerimanya. Tempatkan di bagian sesuai dengan kemampuan mereka!" jelas Erik.


Dan tentu saja, apa yang baru saja dikatakan oleh Erik tadi menarik perhatian Tiara.


"Itu luar biasa!" kata Tiara.


"Aku benar-benar ingin berubah menjadi lebih baik Tiara, aku menyesali bertahun-tahun yang aku lewatkan!" kata Erik menyesali perbuatannya di masa lalu.


Ketika Erik menunduk, Tiara bisa melihat betapa Erik sangat sedih dari celah susunan buku di rak yang ada di hadapannya. Yang membatasi dirinya dengan Erik.


"Erik, percayalah. Semua itu pasti terjadi, kamu bisa berubah dan semua orang juga akan berpikir baik dan kembali bersikap baik padamu!" kata Tiara mencoba membuat Erik optimis dan tidak sedih lagi.


"Tapi aku benar-benar sendirian, papa dan mama...!"


"Erik, mereka orang baik. Mereka pasti sudah tenang di sana, dan mereka pasti bangga melihatmu yang sudah bangkit dan kembali menjadi Erik yang mereka banggakan, seperti saat pertama kali aku bertemu denganmu!" kata Tiara.


Erik tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh Tiara. Dan tak lama kemudian, Firda datang dan membawakannya kontrak kerja sama perusahaan Erik dengan perusahaan Kenzo yang sekarang sudah di ambil alih oleh Tiara atas permintaan Melani.


Penandatanganan kontrak kerja sama itu di saksikan oleh semua direksi di perusahaan Erik. Sementara dari perusahaan Tiara, hanya Frans dan pak Abi saja yang ikut hadir.


8 bulan kemudian...


Tiara dan kedua anaknya sedang berada di depan rumah, Melani sedang tidak enak badan. Karena itu pagi ini Tiara yang akan mengantarkan anak-anak ke sekolah sebelum berangkat kerja.


Tapi saat mereka akan berangkat, Erik datang dan membuat Kiara dan Kenzi terlihat sangat senang.

__ADS_1


"Paman Erik!" teriak Kenzi yang lantas melepaskan tangannya dari gandengan Tiara dan lari ke arah Erik.


"Hai jagoan paman!" kata Erik langsung meletakkan bungkusan yang dia pegang di lantai lantas menggendong Kenzi dan memutarnya sekali lalu mencium pipi Kenzi.


"Wangi sekali, kamu pakai parfum ya?" tanya Erik.


"Tidak paman, itu wangi mama. Mama baru saja mencium pipiku, di tempat yang sama yang paman cium!" kata Kenzi polos.


Tiara langsung menundukkan kepalanya merasa tidak enak. Sementara Erik wajahnya terlihat memerah.


"Paman demam ya? seperti nenek? wajah nenek juga merah begini, katanya nenek demam?" tanya Kenzi lagi membuat Erik wajahnya semakin memerah lagi.


"Kenzi, sudah cukup. Ayo berangkat! nanti terlambat!" kata Tiara.


Erik lantas menurunkan Kenzi dan meraih bungkusan yang dia bawa. Erik berjalan mendekati Tiara dan memberikan bungkusan itu padanya.


"Apa ini?" tanya Erik.


"Kemarin kamu ingin makan kue ini kan, rasa leci. Aku dapatkan kuenya pagi ini, sebelum di serbu habis karena sedang viral di sosial media!" kata Erik.


"Sama-sama, oh ya kamu mau antar anak-anak?" tanya Erik.


"Iya, mama sedang tidak enak badan. Agak demam!" jelas Tiara.


"Sudah di bawa ke rumah sakit? sudah panggil dokter?" tanya Erik yang terlihat cemas.


"Mama sudah minum obat, katanya nanti siang kalau tidak turun juga demam nya baru mama mau di bawa ke rumah sakit!" jelas Tiara.


"Ya sudah, jamu jaga Tante saja Tiara. Biar anak-anak aku yang antar dan jemput pulang sekolah nanti...!"


"Tapi Erik, kamu kan harus ke kantor..!"


"Tidak masalah Tiara, keluarga lebih penting. Ayo jagoan dan princess Paman Erik, kita berangkat sekolah!" kata Erik yang lantas menggandeng tangan Kiara dan Kenzi di kanan dan kirinya.


Setelah Erik masuk ke dalam mobil bersama anak-anak. Tiara tampak tertunduk sedih.

__ADS_1


'Kenzo... lihat anak-anak. Kamu melihatnya kan. Mereka sudah tumbuh sangat pintar dan sehat. Seandainya kamu ada...!' lirih Tiara.


Air mata Tiara kembali berlinang, dia tahu kalau Melani sering sakit juga karena rindu pada Kenzo. Sama seperti dirinya, yang terus berusaha kuat dan tegar juga tetap waras dan sehat demi anak-anak. Jika tidak ada anak-anak. Tiara juga tidak akan bisa hidup tanpa Kenzo.


Tiara pun masuk ke dalam rumah, setelah menyeka air matanya dan memastikan air matanya sudah tidak ada bekasnya lagi di wajahnya. Karena dia akan melihat keadaan Melani.


"Bu..!" sapa Tiara pelan.


Melani yang sedang berbaring pun lantas mencoba untuk bangun dan duduk. Tangannya meraih gelas air hangat yang ada di atas nakas. Namun Tiara buru-buru membantu Melani meraih gelas itu.


"Tiara bantu Bu!" kata Tiara.


"Terimakasih nak!"


Melani meminum air itu dan kembali menyerahkan gelasnya kepada Tiara agar bisa diletakkan kembali ke tempatnya di atas nafas tadi.


"Loh, kok sudah kembali? cepat sekali kamu mengantar anak-anak Tiara?" tanya Melani.


"Itu tadi Erik datang dan dia yang menawarkan diri untuk mengantar anak-anak. Erik bilang aku lebih baik menjaga ibu saja! sekarang apa yang Ibu rasakan kalau semakin bertambah pusing, sebaiknya kita pergi ke dokter saja ya Bu?" tanya Tiara lagi.


Tiara sangat mengkhawatirkan Ibu mertuanya itu, karena Melani punya riwayat darah tinggi dan vertigo.


"Tidak usah nak, pusing ibu sudah berkurang!" kata Melani.


"Ini sudah hampir satu tahun Kenzo pergi, Tiara!" kata Melani memegang punggung tangan Tiara yang sedang berada di pangkuan Melani.


Mendengar ibu mertuanya mengatakan hal itu, Tiara kembali sedih. Tidak terasa sudah hampir 1 tahun dirinya dan anak-anak tidak bersama dengan Kenzo. Sudah hampir satu tahun Kenzo pergi meninggalkan Tiara.


"Ibu tidak mau melihatmu dan anak-anak terus bersedih, Tiara ibu sudah lihat bagaimana Erik yang sekarang. Ibu yakin dia benar-benar sudah berubah!" kata Melani yang membuat Tiara mengernyitkan keningnya bingung.


"Jika kamu mau membuka hatimu lagi untuk Erik, ibu ikhlas nak. Ibu akan merestui kalian!" kata Melani yang matanya berkaca-kaca.


Tiara menarik tangannya, dia terkejut. Dia tidak menyangka kalau ibu mertuanya akan mengatakan hal seperti itu.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2