
"Kamu gak bosan apa terus cari-cari masalah terus, cari bahan terus buat kita ribut. Sebelum kamu kenal sama si Kenzo itu kita gak kayak gini loh!” kata Erik di dalam mobil saat akan mengantarkan Tiara pulang ke rumahnya.
Merasa semua masalah ini tidak ada hubungannya dengan Kenzo. Tiara pun mencoba menjelaskan dan membantah pernyataan Erik barusan.
“Kok malah jadi Kenzo sih, Erik. Kalau kamu sadar, semua masalah ini tuh ada. Sejak kamu sama Meri tuh dekat lagi. Kamu ingat gak kemarin di halte pas hujan, aku tuh beneran nelpon kamu. Aku tuh beneran chat kamu. Lihat ini!” kata Tiara mencoba menjelaskan pada Erik kalau dia tidak bohong waktu itu.
Tiara menunjukkan bukti chat terkirim dan terbaca, lalu menunjukkan bukti panggilan dari Tiara.
“Yang jawab waktu itu tuh Meri, dia bilang kamu lagi di toilet. Aku gak bohong!” kata Tiara.
Melihat bukti yang terpampang nyata di depannya. Erik pun terdiam.
“Oke, aku yang salah berarti kemarin itu. Tapi seharusnya kamu jelasin ke aku...!”
“Aku sudah coba jelasin ke kamu, kamu yang gak mau dengar dan malah ninggalin aku terus pergi sama Meri!” kata Tiara meluapkan kekesalannya pada Erik.
Tiara sangat kesal, karena kemarin itu, karena Tiara begitu patah hati karena sudah menjelaskan pada Erik tapi Erik malah lebih percaya pada Meri. Dan mengatakan hal-hal yang membuat perasaan Tiara hancur. Mengatakan untuk break sementara dan instrospeksi diri, Tiara sampai nyaris hampir mengakhiri hidupnya.
“Ya sudah, mulai sekarang sebaiknya kita perbaiki lagi hubungan kita. Kamu juga harus menjauh dari Kenzo itu!”
“Kamu akan menjauh dari Meri kan?” tanya Tiara penuh harap.
Erik terlihat mengangguk. Tiara cukup lega karena pacarnya mau mendengarkannya.
Setelah hari itu hubungan Erik dan Tiara membaik, namun Meri masih terus berusaha mendekati Erik. Meskipun Tiara selalu mencoba mengingatkan Meri kalau Erik itu adalah pacarnya. Dan Meri harus mulai menjaga jarak dengan Erik, karena akan membuat kesalahpahaman lagi nantinya.
Meri yang kesal pun sedang merencanakan sebuah rencana. Yang pastinya rencana itu bukan rencana yang baik.
Di sisi lain, Kenzo yang merasa Tiara beberapa hari ini menjauhinya pun merasakan perasaannya menjadi sangat sedih. Setiap kali dia menghampiri Tiara yang duduk sendirian di taman. Tiara selalu menghindarinya, menjauh bahkan meninggalkannya tanpa bicara apapun.
__ADS_1
Setiap kali Kenzo menunggu di depan rumah seperti biasanya. Tiara pasti selalu mengambil jalan memutar arah. Kenzo benar-benar merasa kalau Tiara menjauhinya.
Sementara Meri yang terima kalau Erik di jauhkan darinya pun merencanakan berbagai cara untuk kembali mendapatkan simpati Erik. Awalnya Meri menemui Kenzo dan mengajaknya bekerja sama untuk memisahkan Erik dan Tiara. Tapi dengan tegas Kenzo menolak hal itu. Bahkan menggertak Meri, agar jangan lagi mengganggu hubungan Erik dan Tiara.
“Kenapa kamu yang marah sih?” tanya Meri kesal pada Kenzo yang sudah menolak ajakan kerja samanya. Dan bukan itu saja, sudah menolak kerja sama. Kenzo malah marah sama Meri dan bilang jangan ganggu Erik lagi.
Kenzo yang sudah cukup bersabar pada wanita macam Meri pun mendengus kesal.
“Kamu tuh jadi perempuan setidaknya punya harga diri sedikit lah. Sudah tahu orang yang kamu suka itu punya pacar, malah masih di kejar terus. Itu namanya kamu itu perusak hubungan orang. Karma itu ada loh Meri!” kata Kenzo memperingatkan Meri.
“Gak mau kerja sama ya sudah. Kamu juga jadi cowok munafik banget sih. Aku tuh tahu ya, kamu tuh suka kan sama si Tiara. Iya kan? Sudah ngaku saja!” kata Meri yakin.
“Aku suka atau tidak sama Tiara, itu bukan urusan kamu. Yang jelas, aku gak akan biarkan kamu menyakitimu Tiara lagi. Ngerti!” tegas Kenzo.
Meri yang kesal lantas menodong Kenzo dan meninggalkan nya.
“Munafik banget sih, padahal dia suka sama Tiara. Kan tinggal kerja sama aja. Aku dapat Erik, dia dapat Tiara. Hih, malah mau jadi pahlawan kesiangan. Ck...!” gerutu Meri sambil berjalan meninggalkan Kenzo.
Meri pun memposting di media sosialnya kalau dia sedang sakit dan ada di rumah sakit. Sontak saja Erik yang di tandai dalam postingan itu membuka notifikasi tersebut. Tiara yang ada di sebelah Erik saat itu pun bertanya kenapa Erik begitu serius melihat ponselnya.
“Ada apa sih, serius banget?” tanya Tiara.
“Ini, Meri sakit. Dia masuk rumah sakit. Aku tengok dia dulu ya. Gak enak, papanya udah baik banget selama ini sama papa aku!” kata Erik pada Tiara.
Tiara pun hanya bisa menghela nafasnya panjang. Tapi dia juga tidak bisa melarang Erik.
“Ya sudah, aku ikut ya?” tanya Tiara.
“Ayo!” ajak Erik.
__ADS_1
Mereka pun menjenguk Meri di rumah sakit. Mereka bahkan membawa buah-buahan. Meri tampak senang melihat Erik datang, tapi sewaktu melihat Tiara ada di belakang Erik. Meri menjadi kesal.
Meri banyak bercerita kenapa dia bisa sakit, yang sedikit banyak karena dia kelelahan harus berangkat dan pulang kampus sendiri. Biasanya ada Erik yang mengantarkan nya.
“Ya sudah, kalau sudah sembuh nanti. Kamu bisa ikut kita lagi kok berangkat dan pulang kampus!” kata Erik pada Meri.
Meri tampak senang. Tapi Tiara harus kembali menghela nafas panjang.
‘Ya ampun, gini aja terus. Sampai kapan Erik bakalan sadar kalau Meri tuh lagi coba buat dekat sama dia!’ batin Tiara yang mulai lelah.
Dan puncak kekesalan Tiara pun benar-benar terjadi. Ketika Meri meminta Erik mengupas jeruk untuknya bahkan menyuapkannya untuk Meri.
“Erik, aku aja yang suapin Meri!” kata Tiara yang sudah sangat kesal melihat kekasihnya dan sahabat kekasihnya itu begitu dekat.
“Oh ya sudah, aku juga mau ke toilet!” kata Erik lalu pergi ke toilet.
Saat Erik sudah pergi, Meri langsung duduk dengan tegak. Tak tampak lagi muka pucat dan badan lemas seperti saat Erik ada tadi.
“Sini, aku gak sudi ya kamu suapi!” seru Meri.
“Hah, aku sudah menduga ini. Kamu pasti bohong kan tentang sakit kamu ini? Sampai kapan sih kamu mau ganggu hubungan aku sama Erik?” tanya Tiara kesal.
“Terserah aku!” jawab Meri enteng.
“Kamu keterlaluan ya, aku bakalan kasih tahu Erik kalau kamu Cuma pura-pura!”
“Kasih tahu aja, lalu kita lihat. Dia lebih percaya sama kamu atau sama aku?” balas Meri menantang Tiara.
***
__ADS_1
Bersambung...