Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 57


__ADS_3

Sementara itu di villa, Kenny tampak masuk ke dalam villa saat sore hari dan Tiara sudah bersiap untuk pulang.


Melihat Kenny masuk, Tiara pun berdiri dan meraih tasnya.


"Kenny, apa Erik sudah datang?" tanya Tiara.


"Belum nyonya, dan tuan mang sepertinya tidak akan datang. Anak buah Natasha masih terus mencari tuan Kenzo, dia bahkan mengikuti tuan. Anda tenang saja, anak-anak dan ibu mertua anda sudah aman. Mereka di awasi oleh anak buah tuan Erik. Saya di suruh menyampaikan, kalau anda harus menginap di sini. Pakailah kamar tamu. Permisi!" kata Kenny yang lantas kembali keluar dari villa itu.


Dia memang bertugas di luar villa. Sementara di dalam sudah ada dua anak buah Erik yang lain yang bertugas sebagai juru masak dan juru bersih-bersih, yang akan membantu mengawasi Kenzo dan Tiara.


Tiara lantas meletakkan kembali tasnya, dia berpikir apa yang harus dia lakukan di sini. Makan malam juga sudah di siapkan, dan Kenzo sedang istirahat setelah mandi dan makan camilan sore.


Pada akhirnya Tiara menonton televisi saja sendirian, sejak tadi dia juga tidak melihat asisten rumah tangga dan juru bersih-bersih di villa ini setelah menyampaikan kalau makan malam sudah siap. Dan Kenzo bilang dia masih kenyang, dia akan mengambil makanan sendiri kalau sudah lapar. Sejak itu Tiara tidak melihat asisten wanita dan asisten pria di villa ini, perawat Kenzo juga sedang mengambil obat di rumah sakit.


Karena memang Tiara hari ini cukup lelah mengurus Kenzo dan membatunya mengingat masa lalunya, Tiara sampai tertidur di sofa di depan ruang televisi.


Kenzo yang kebetulan sesudah lapar lantas pergi ke dapur villa untuk makan malam. Tapi di terkejut melihat Tiara yang tertidur dengan posisi duduk sambil menyandarkan kepalanya di sandaran sofa dan memeluk bantal sofa.


Kenzo tersenyum melihat wajah polos Tiara. Tanpa dia sadari dia sudah mendekat dan mengikis jaraknya dengan Tiara. Kenzo bahkan mendaratkan sebuah ciuman di bibir Tiara. Membuat pemilik bibir tipis itu terbangun dengan mata melebar karena terkejut. Tapi begitu melihat yang ada di depannya adalah Kenzo Tiara pun menghela nafas lega.


"Kamu sudah bangun? mau aku siapkan makan malam?" tanya Tiara.


Tapi baru Tiara akan bangun, Kenzo malah menjatuhkan dirinya di atas Tiara.


"Aku merasa sangat tenang dan nyaman di dekatmu Tiara. Aku berharap aku segera mengingat semuanya. Kita akan bersama lagi, dengan anak-anak kita. Keluarga kecil kita yang bahagia!" kata Kenzo.


Namun mendengar apa yang dikatakan Kenzo, Tiara malah matanya berkaca-kaca. Bagaimana pun, kalau Kenzo sudah sembuh dan mengingat kembali dirinya, ibunya, anak-anaknya dan masa lalunya. Saat itu Tiara akan minta cerai dari Kenzo dan menikah dengan Erik. Itu adalah janji Tiara agar Erik membantunya. Agar ingatan Kenzo kembali.


Melihat mata Tiara berkaca-kaca, hati Kenzo menjadi sangat sedih.

__ADS_1


"Ada apa Tiara? apa yang membuatmu sedih?" tanya Kenzo.


Tiara semakin sedih lagi, pria di depannya itu memang sangat baik. Dia benar-benar peka pada Tiara. Tapi Tiara tidak mau sampai Kenzo berpikir demikian.


"Tidak apa-apa, aku hanya senang mendengar semua yang kamu katakan tadi. Aku juga berharap kamu cepat mengingatku dan anak-anak. Sekarang kita makan malam dulu ya, aku akan menginap malam ini!" kata Tiara.


Mereka pun makan malam bersama, sedikit obrolan menimbulkan suara canda tawa di antara keduanya. Benar-benar terasa dekat dan hangat.


Setelah makan malam, Tiara membantu Kenzo meminum obatnya setelah itu Tiara pun keluar dan tidur di kamar tamu.


Tapi di tengah malam, saat Kenny juga sudah beristirahat dan di gantikan oleh anak buahnya untuk berjaga.


Kenzo bermimpi sesuatu yang begitu menyeramkan. Dia seperti sedang berlari mengejar seseorang dan berteriak memanggil orang itu. Tapi kemudian ada sebuah mobil yang menabraknya dan membuat tubuhnya terasa sangat sakit setelah itu dia tidak tahu lagi apa yang terjadi.


Kenzo terbangun dengan posisi duduk, dengan peluh di seluruh tubuhnya. Dia melihat ke arah jendela, dan terlihat langit masih gelap. Dia melihat ke arah meja, niatnya ingin minum, tapi ternyata gelasnya sudah kosong.


Mendengar suara benda jatuh pecah, Tiara yang memang sulit tidur karena mengkhawatirkan Kenzi dan Kiara pun turun dari tempat tidur dan keluar dari kamar.


Tiara menyalakan tombol lampu.


"Kenzo, ada apa?" tanya Tiara.


Tiara melihat ke arah Kenzo yang keringatnya belum di seka. Lalu melihat ke arah bawah, ada pecahan gelas di dekat kaki Kenzo yang bahkan tidak pakai alas kaki.


"Kamu mimpi buruk?" tanya Tiara.


Dan Kenzo menganggukkan kepalanya, mendengar itu Tiara lantas mengajak Kenzo untuk duduk di salah satu kursi yang ada di dekat depan meja makan.


"Duduklah, aku akan ambilkan minum!" kata Tiara.

__ADS_1


Setelah Kenzo duduk, Tiara mengambil minum dan mengambil tissue untuk menyeka keringat Kenzo.


"Minumlah?" kata Tiara sambil meletakkan gelas berisi air minum di atas meja di hadapan Kenzo.


Perlahan Kenzo meraih gelas itu dan meminumnya sampai habis. Tiara lantas ikut duduk di samping Kenzo lalu menyeka keringat yang bercucuran di wajah Kenzo itu.


"Kamu mimpi apa?" tanyanya sambil terus menyeka keringat Kenzo.


"Sebuah mobil, tidak... ada seseorang yang mengambil barang ku. Di sebuah tempat yang sangat besar, banyak orang. Aku mengejarnya.. tapi rasanya sangat sakit..!"


Kenzo terlihat masih kesulitan mengatakan apa yang sedang dia pikirkan. Tiara benar-benar merasa kesal pada Natasha yang tega memberikan obat penghilang ingatan pada Kenzo selama satu tahun lebih ini.


Mendengar Kenzo yang terlihat gelagapan. Tiara lantas berdiri dan menarik Kenzo ke pelukannya.


"Tidak apa-apa, kamu bisa mengingatnya perlahan. Tapi kalau memang sangat menyakitkan dan membuatmu takut. Tidak di ingat pun tidak apa-apa!" kata Tiara berusaha untuk menenangkan Kenzo yang dia tahu pasti sangat berusaha mengingat apa yang terjadi padanya setahun belakangan ini.


Tapi melihat Kenzo dalam keadaan seperti saat ini. Tiara malah jadi sedih. Dia sejujurnya tidak tega melihat Kenzo dalam keadaan ketakutan dan sangat tersiksa begitu.


Kenzo memeluk erat pinggang Tiara. Dia memang sangat tidak nyaman, rasa sakit yang dia ingat benar-benar sangat sakit. Membuat tubuhnya seolah merasakan kembali rasa sakit yang pernah dia rasakan itu.


Sampai beberapa menit berlalu. Tiara merasa kalau Kenzo sudah membaik.


"Sudah tidak apa-apa kan? lebih baik kamu kembali ke kamarmu ya? besok perawat sudah akan membawakan obat yang akan membuatmu lebih tenang. Istirahat lah!" kata Tiara yang lantas ingin berjalan ke arah kamar tamu.


"Bukankah kita suami istri Tiara, kenapa tidak tidur satu kamar saja?" tanya Kenzo membuat Tiara mematung di tempatnya.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2