
Keesokan harinya setelah memastikan Tiara baik-baik saja. Kenzo pun pergi ke toko kue milik ibunya karena memang hari ini dia tidak ada mata kuliah di kampus.
Melani juga sedang sangat sibuk sekali karena banyak pesanan kue. Sampai sore hari, ponsel Kenzo tiba-tiba saja berdering dan nomer itu nomer yang tidak di kenal.
Kenzo lantas mengangkat panggilan telepon itu, entah kenapa dia ingin merekam panggilan telepon tersebut. Setelah menyalakan mode rekam, Kenzo menerima panggilan telepon tersebut.
"Halo, ini siapa?" tanya Kenzo
"Halo...!"
"Tolong...!"
Kenzo mengernyitkan keningnya ketika dia mendengar ada suara minta tolong tidak jauh dari suara pria yang menghubungi itu. Tapi dia tidak terlalu khawatir karena meskipun suara wanita yang sedang meminta tolong itu familiar, tapi itu bukan Tiara, jadi Kenzo tidak terlalu khawatir.
"Diam!"
Terdengar pria itu membentak si wanita agar diam dan tidak berteriak meminta tolong lagi. Kenzo bisa mendengar dengan jelas, kalau wanita seperti menangis, tapi ada yang aneh. Seharusnya tangisannya tidak terdengar bukan? tapi ini malah terdengar begitu jelas. Bahkan seperti si wanita menangis di samping si pria yang sedang bicara dan menghubungi Kenzo ini.
"Siapa ini, kalau tidak penting. Aku masih punya banyak pekerjaan!" kata Kenzo yang hampir menutup panggilan telepon nya.
"Kenzo... Kenzo tolong aku!" teriak wanita itu lagi.
"Hei, dengar! kamu kenal wanita itu kan. Di ponselnya kamu tertulis sebagai soulmate nya!"
Kenzo menaikkan sebelah alisnya mendengar apa yang dikatakan pria di ujung telepon itu.
"Datanglah ke rumah di bukit hijau sekarang juga, atau aku akan membuangnya ke danau yang ada di belakang bukit dengan keadaan terikat dalam karung!" gertak pria itu.
"Kamu penculik?" tanya Kenzo.
"Bukan! aku adalah orang ingin membuatmu merasa bersalah. Kalau kamu tidak datang dan dia mati, maka kamu akan merasa bersalah seumur hidupmu kan ha ha ha, karena kamu bisa menyelamatkannya tapi kamu malah tidak melakukannya ha ha ha!"'
Tut Tut Tut
Panggilan telepon itu terputus begitu saja.
"Halo.. halo!"
__ADS_1
Kenzo yang awalnya tidak perduli, setelah mendengar kata-kata terakhir dari pria itu langsung menjadi cemas.
Kenzo merasa terganggu dengan kalimat akhir yang mengatakan pria itu hanya ingin membuat Kenzo merasa menyesal. Dari situ Kenzo berpikir mungkin saja itu seorang psikop4t.
Kenzo pun lantas meraih jaketnya dan pergi untuk menyelamatkan Hani. Tapi saat akan membuka pintu toko kue, Kenzo diam dan berpikir lagi. Setidaknya dia jangan datang sendirian, kalau ini jebakan setidaknya ada yang datang bersamanya. Tapi baru Kenzo akan mengajak salah satu pegawai ibunya, dia lihat toko ini sangat sibuk. Bahkan dia berpikir, bagaimana kalau ini adalah hal yang berbahaya. Lebih tidak mungkin lagi kan, dia membawa pegawai ibunya itu dalam bahaya.
Merasa lebih aman kalau dia melaporkan hal ini lada pihak berwajib. Kenzo pun pergi ke kantor polisi. Dia menyerahkan rekaman percakapannya dengan pria itu pada salah seorang petugas yang menerima laporannya.
"Sepertinya dia sendirian?" tanya salah satu petugas itu dan di angguki oleh Kenzo.
"Benar pak, tidak ada suara orang lain. Sepertinya memang hanya suara Hani dan pria itu saja!" kata Kenzo.
"Apa hubungan saudara Kenzo dengan Hani?" tanya petugas polisi.
"Kami tidak ada hubungan apapun sekarang pak, setahun yang lalu. Dia kekasih saya, tapi itu sudah satu tahun yang lalu!" kata Kenzo.
Petugas itu lantas mengangguk. Dan akhirnya, dia bersama satu orang rekannya mengawal Kenzo ke bukit itu.
Sementara Erik juga tengah membujuk Kiara untuk pergi bersamanya.
"Erik, aku masih banyak pekerjaan ini, lihat!" katanya memperlihatkan banyak tugas yang masih harus dia kerjakan.
Karena tak ingin Erik terus mengganggunya, Tiara akhirnya setuju ikut dengan Erik.
Sementara itu, ketika Kenzo sudah sampai di bukit. Dia petugas berpakaian biasa itu langsung memberinya komando.
"Masuk saja duluan, kamu akan menyergap dari sisi lain pondok itu! ikut waktu dengan tenang, mengerti?" tanya petugas itu pada Kenzo.
Kenzo lantas mengangguk paham. Perlahan dia berjalan ke arah pondok tersebut. Langkah nya tenang, hanya menoleh ke arah kanan dan kiri. Tempat itu benar-benar sangat sepi, dan benar saja. Di belakang pondok itu ada sebuah danau. Kenzo merasa kalau keputusan nya membawa polisi besar. Karena mungkin saja yang menghubunginya tadi memang seorang psikop4t.
Kenzo mengetuk pintu pondok itu.
Tok tok tok
"Hei, ini aku Kenzo!" kata Kenzo.
Kenzo mengetuk beberapa kali, tapi sepertinya tidak ada pergerakan atau suara dari dalam pondok.
__ADS_1
Karena penasaran, Kenzo pun membuka perlahan pintu pondok itu. Dan ternyata memang tidak di kunci.
Kriekkk
Suara pintu pondok itu pasti membuat merinding kalau malam hari dan sendirian berada di sana.
Kenzo masuk dan melihat ke arah depan. Ada sebuah kursi, dan tali tambang yang cukup besar dan panjang.
Ada karung juga di sebuah tali itu. Kenzo berpikir jangan-jangan karena dia datang ke kantor polisi dia terlambat dan Hani sudah di ikat lalu di ceburkan ke dalam danau oleh pria itu. Kenzo ingin pergi ke danau, begitu dia berbalik, Kenzo terkejut bukan main. Karena Hani yang sudah tidak pakai busana berada di belakangnya tepat di balik pintu dan segera menubruk ke arah Kenzo.
Brukkk
Hani dan Kenzo jatuh di lantai.
"Hani, apa-apaan ini. Mana pria itu?" tanya Kenzo panik.
"Pria mana? tidak ada orang lain disini selain kamu dan aku Kenzo. Nikmati saja waktu kita ini!"
"Jangan bergerak!"
"Angkat tangan!"
Dia petugas polisi yang mendengar suara keras jatuh langsung masuk dari pintu depan dan satu lagi dari arah jendela mengacungk4n senjata mereka.
Hani langsung panik, dia langsung turun dari atas tubuh Kenzo dan mengambil karung yang ada di dekatnya untuk menutupi tubuhnya.
Kedua polisi itu sampai geleng-geleng kepala. Bisa-bisanya seorang wanita merencanakan skenario semacam itu hanya untuk menjebak mantan kekasih agar kembali padanya.
Kenzo dan dua polisi itu menunggu Hani berpakaian di luar pondok. Sepertinya Hani harus mendekam di tahanan untuk malam ini karena rencana busuknya.
Sedangkan Erik yang melihat ada mobil polisi dan mobil Kenzo disana langsung menghentikan mobilnya.
"Erik, kita sebenarnya mau kemana sih?" tanya Tiara bingung.
"Hanya jalan-jalan saja Tiara, aku akan mengantarmu pulang. Setelah ini, aku akan berhenti mengganggumu!" kata Erik yang membuat Tiara tambah heran.
'Siall, apa-apaan si Hani ini!' geram Erik dalam hatinya yang yakin kalau rencana Hani telah gagal.
__ADS_1
***
Bersambung...