Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 59


__ADS_3

Ketika Martin kembali ke apartemen, Natasha kembali mengamuk. Natasha benar-benar seperti kembali pada masa depresinya saat dia kehilangan kekasihnya yang menikah dengan orang lain beberapa tahun yang lalu.


Martin sudah tidak bisa mengendalikan Natasha. Dan terpaksa menghubungi Jack lagi.


Jack tidak mengerti kenapa bahkan Martin saja tidak mampu melakukan tugas seperti itu. Tapi pada akhirnya Jack minta Martin membawa Natasha kembali ke negaranya. Setidaknya di negara asal mereka, ada dokter yang memang sudah biasa menangani Natasha dan sudah paham betul kondisinya sejak awal.


Dan ketika Erik mendapatkan kabar kalau semua anak buah Natasha sudah tidak mengikuti dan mengawasi Erik juga semua anak buahnya. Erik menjemput Tiara di villa yang berada di pinggiran kota itu.


Beberapa hari berlalu, beberapa Minggu berlalu. Sampai Kiara dan Kenzi di bawa oleh Erik menemui Kenzo.


"Papa!" teriak Kiara dan Kenzi yang mang sangat merindukan papa mereka itu.


Kedua anak itu berlari ke arah Kenzo yang juga tengah berjalan dengan cepat dengan mata berkaca-kaca ke arah kedua anak itu. Meskipun ingatannya belum kembali, tapi perasaan Kenzo ketika melihat Kiara dan Kenzi sangatlah terharu. Kenzo seperti merasakan perasaan berjumpa dengan seseorang atau sesuatu yang lama hilang dari hatinya.


Kedua anak itu menangis di pelukan papanya. Melani juga ikut bersama mereka. Tiara semakin tidak enak pada mertua dan kedua anaknya. Dia punya sesuatu yang tidak bisa dia katakan pada mereka. Erik benar-benar memenuhi janjinya dengan baik. Erik melindungi Kenzo, menjaganya dengan baik, memberikan perawatan dengan kualitas terbaik. Dan memberikan kebahagiaan untuk Melani dan kedua anaknya. Bahkan tanpa ragu selalu memenuhi permintaan kedua anaknya yang terkadang sangat menyusahkan Erik sendiri.


Tiara merasa kalau memang dia harus menepati janjinya pada Erik. Seperti Erik selalu menepati janjinya pada Tiara.


Setelah makan siang bersama, menjelang sore Kenzi mengajak papanya bermain, mereka bermain petak umpet. Tapi suatu hal terjadi, ketika Melani dan Tiara sedang berada di dapur membantu asisten villa itu membersihkan meja makan. Dan Erik sedang berjalan ke arah pintu keluar tiba-tiba saja Erik melihat Kenzi yang berlari menuju pagar kayu pembatas bangunan villa dengan halaman yang tingginya lumayan juga, sekitar dua meteran lebih sedikit.


"Kenzi" teriak Erik yang lantas berlari hendak menangkap Kenzi yang sudah tergelincir hampir terjatuh ke bawah melewati pagar pembatas.


Kenzo yang mendengar suara teriakan Erik pun keluar dari tempatnya bersembunyi dan melihat Kenzi yang tergelincir.

__ADS_1


Melani dan Tiara juga langsung berlari ke arah pintu depan villa. Sementara Kiara yang bersembunyi di kamar juga ikut berlari keluar.


Brakkkk


"Kenzo! ya Tuhan!" seru Erik begitu dia melihat Kenzo menangkap Kenzi yang tergelincir jatuh sampai tubuh Kenzo terjatuh menabrak tanah dengan sangat kuat.


Erik segera turun dari tangga villa yang tingginya hampir dua meter itu dengan berlari. Erik melihat sekilas tadi kepala Kenzo terbentur tanah.


"Kenzi, Kenzo!" Panggil Melani panik.


Tiara juga langsung turun dari tangga. Erik mengangkat tubuh Kenzi yang berada di atas tubuh Kenzo. Kenzo memang sengaja melakukan itu dia menjadikan tubuhnya sebagai bantalan agar anaknya tidak merasakan sakit saat terjatuh.


"Agkhhh!" Kenzo memekik kesakitan.


Setalah Kenzi mengangguk, dia segera melepaskan Kenzi dan memeriksa Kenzo.


"Astaga, dia tampak kesakitan!" kata Erik yang terus terang saja kasihan melihat Kenzo seperti itu.


"Supir, siapkan mobil kita harus ke rumah sakit!" teriak Erik apada supirnya yang langsung bergegas menyiapkan mobil dan membawa mobil itu ke dekat lokasi terjatuhnya Kenzo.


Tiara dan Kiara menangis, Melani juga. Tiara memeluk Kenzi sedangkan Melani memeluk Kiara.


"Tiara, jaga anak-anak. Aku akan bawa Kenzo ke rumah sakit. Ikuti saja dari belakang. Tapi pelan-pelan saja. Akan aku share lokasi rumah sakitnya!" kata Erik yang langsung pergi meninggalkan mereka untuk segera ke rumah sakit.

__ADS_1


"Mama, maafkan Kenzi. Kenzi yang buat papa jatuh!" ucap Kenzi sedih dengan air mata yang terus berderai.


Tiara langsung mengusap wajah anaknya itu dengan lembut. Taira lantas memeluk Kenzi yang terlihat gemetaran karena sangat merasa bersalah atas apa yang terjadi pada papanya.


"Sayang, jangan menangis. Sekarang kita berdoa supaya papa selamat ya nak. Kenzi jangan sedih, mama tahu Kenzi tidak sengaja melakukan itu. Terkadang sesuatu memang terjadi tanpa kita inginkan. Sayang jangan menangis ya, papa melakukan ini karena papa menyayangi Kenzi. Papa tidak mau Kenzo terluka, jadi Kenzi tidak boleh sedih seperti ini. Kenzi doakan papa ya!" kata Tiara sambil memeluk anak bungsunya itu.


Setelah Tiara tenang, dia baru mengemudikan salah satu mobil Erik dan menyusul Erik ke rumah sakit.


Sementara itu di rumah sakit, Kenzo segera di bawa ke ruang UGD. Dan dokter menyarankan untuk segera melakukan operasi. Namun harus membawanya ke rumah sakit yang lebih besar di pusat kota. Tanpa pikir panjang lagi, Erik langsung setuju. Kenzo di bawa dengan ambulance. Erik bahkan ikut di ambulance itu dan meminta supir mengikutinya. Erik juga sudah mengirimkan pesan pada Tiara kalau mereka sudah pindah rumah sakit.


Awalnya Melani sangat panik ketika mendengar Erik membawa Kenzo untuk pindah rumah sakit yang lebih jauh jaraknya dari tempat itu. Tapi pada akhirnya Melani mengerti penjelasan dari Tiara kalau hal itu dilakukan oleh Erik karena di rumah sakit itu tidak ada alat yang canggih seperti rumah sakit yang ada di pusat kota.


Demi keselamatan dari Kenzo maka Erik melakukan hal itu. Setelah mendengar penjelasan dari menantunya itu Melani tampak memuji dan berterima kasih kepada Erik.


"Ibu bersyukur Erik hadir dalam kehidupan kita Tiara. Kalau tidak ada Erik, ibu tidak atau akan seperti apa jadinya kita!" kata Melani yang sejak tadi tidak berhenti menangis karena mengkhawatirkan kondisi anaknya satu-satunya.


Tiara hanya mengangguk paham, dia setuju dengan apa yang dikatakan oleh Melani. Memang kalau tidak ada Erik, entah dirinya bisa mengatasi semua masalah dalam keluarganya itu atau tidak.


Begitu sampai di rumah sakit besar, yang lumayan menghabiskan banyak waktu tapi karena mereka naik mobil ambulans Jadi mereka bisa lebih cepat sampai ke rumah sakit besar.


Erik segera mengurus segalanya, segala admistrasi nya supaya Kenzo bisa langsung di operasi. Erik sama sekali tidak memikirkan sudah habis berapa saja biaya yang dia keluarkan untuk kesembuhan Kenzo. Dia benar-benar tidak perduli semua itu. Yang dia pikirkan hanyalah bagaimana caranya agar Erik selamat dan segera pulih seperti sediakala.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2