Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 18


__ADS_3

Karena perkelahian antara Erik dan Kenzo terjadi di kampus, pihak kampus pun membawa Kenzo dan Erik ke kantor Bimbingan Konseling. Orang tua dari masing-masing juga sudah di hubungi oleh pihak kampus.


Pak Galih yang memang menangani masalah seperti ini pun menatap kedua orang mahasiswa itu secara bergantian dengan tatapan serius.


“Kalian ini sadar tidak sih? Ini di kampus bukan arena bertarung. Kenapa kalian tidak gunakan saja tenaga kalian itu, keahlian berkelahi kalian itu di ring tinju, atau di acara yang ada di televisi itu. Jelas-jelas kalian dapat uang, kalian terkenal, kalau kalian melakukan perkelahian di kampus kalian bisa dapat apa?” tanya pak Galih yang terkenal sebagai dosen nyentrik di kampus tersebut.


Keduanya diam, Erik dan Kenzo sama-sama menundukkan kepala mereka. Di sini Kenzo merasa sangat bersalah, bukan pada Erik. Tapi pada Tiara. Karena dia tidak bisa menahan emosinya saat Erik menghina Tiara, sekarang Tiara juga terlibat dalam masalah ini. Tiara juga di panggil, tapi dia duduk dengan Noni di sofa yang ada di belakang Erik dan Kenzo.


Kenzo juga malu dan merasa bersalah pada ibunya. Karena hal ini memang sama sekali tidak bisa dia banggakan, ini benar-benar sangat memalukan. Belum lagi, setelah peristiwa ini. Dia pasti di cap mahasiswa yang tidak berkelakuan baik di kampus ini. Begitu banyak penyesalan Kenzo.


Tapi semua penyesalan Kenzo tersebut sama sekali tidak berlaku pada Erik. Pemuda itu memang menundukkan kepalanya ke arah bawah bayar ke lantai dan kedua tangannya pun ada di atas pangkuannya. Namun sayangnya, Erik sama sekali tidak menyesali perbuatannya. Dia justru kesal, karena tadi dipisahkan oleh satpam dan juga para dosen saat dia sedang berkelahi dengan Kenzo.


Padahal beberapa pukulan nya berhasil mengenai Kenzo dan membuatnya sangat puas karena berhasil melukai saingan cintanya itu.


Sementara Tiara terlihat tak bisa menahan tangis. Dia begitu takut tadi, Noni yang memang perduli pada Tiara menemani teman sekelasnya itu dan sesekali dia membantu Tiara mengambil tissue yang ada di meja untuk menyeka air mata Tiara.


“Udah Tiara, jangan nangis. Semua juga tahu kok apa yang terjadi tadi, bukan Cuma aku yang lihat apa yang sebenarnya terjadi. Anak-anak lain juga lihat, gara-gara Erik terus menghina kamu yang gak mau balikan sama dia, makanya Kenzo pukul dia!” kata Noni mencoba untuk memberikan penjelasan kepada Tiara kalau seharusnya dia tidak merasa bersalah atau takut karena memang ini bukan kesalahannya


Tapi Tiara tetap saja takut, dia melihat Kenzo babak belur. Dan hanya di bersihkan dengan alkohol saja tadi luka-lukanya. Belum lagi Tiara juga sangat merasa tidak enak hati kepada Melani. Karena membelanya, Kenzo sampai babak belur dan terlibat masalah seperti ini.


Tak lama kedua orang tua wali datang. Orang tua Erik terlihat sangat kesal pada Kenzo.

__ADS_1


“Heh, kamu mau sok jagoan ya? Anak siapa sih kamu? Kurang ajar banget, berani-beraninya kamu mukulin anak saya sampai babak belur begini! Saya gak mau tahu ya pak dosen, pokoknya saya mau masalah ini di usut tuntas. Saya mau lapor pokoknya sama polisi!” kata ibunya Erik yang terlihat sangat kesal pada Kenzo.


Mendengar masalah di kampus akan di bawa ke pihak yang berwajib. Pak Galih berusaha mencegah hal tersebut.


“Maaf ya Bu, bisa duduk dulu!” kata pak Galih.


“Duduk gimana? Ini anak saya babak belur loh. Saya di suruh duduk, saya gak mau tahu. Anak ini nih, yang sudah pukulin anak saya ini harus secepatnya dapat ganjaran ini. Sudah saya mau anak saya ke rumah sakit? Ya ampun Erik, kasihan banget sih kamu!” kata ibunya Erik terus menerus menunjuk-nunjuk ke arah Kenzo dan langsung melihat Erik lalu memeriksa wajah anaknya yang babak belur itu.


“Bu, tolong duduk dulu ya. Ibu mau main lapor polisi emang tahu siapa yang salah sebenarnya? Gimana kalau yang mulai perkelahian itu anak ibu sendiri. Hayo... mau anak ibu yang di penjara?” tanya pak Galih dengan gayanya yang khas.


Tapi ibunya Erik tetap tidak mau kalah, dan tetap bersikeras kalau anaknya pasti tidak mungkin melakukan kejahatan semacam itu.


“Heh, gak mungkin dong pak kalau anak saya yang mulai duluan. Anak saya tuh anak baik, saya didik dengan baik. Dia ini nurut banget sama orang tua. Pasti anak ini nih, biang keladinya!” kata ibunya Erik yang menunjuk-nunjuk ke arah Kenzo lagi.


“Makanya saya panggil ibu dan ibunya Kenzo kemari, kita tunggu dulu ibunya Kenzo ya. Supaya jelas semuanya, jadi ibu mau duduk atau mau berdiri saja di situ?” tanya pak Galih dengan gayanya yang khas dan membuat ibunya Erik tidak senang.


Dengan kesal, dia menarik kursi dan duduk di sebelah Erik.


Tak lama, Melani datang. Begitu Melani datang, yang pertama dia hampiri adalah Tiara.


“Tiara sayang, kamu tidak apa-apa kan nak?” tanya Melani yang memeriksa keadaan Tiara.

__ADS_1


Ibunya Erik langsung melihat ke arah Tiara, dia malah sejak tadi tidak sadar kalau ada Tiara di sana.


“Heh, Erik. Siapa ibu itu? Ibunya Tiara?” tanya ibunya Erik.


“Gak tahu!” jawab Erik malas berpikir dan malas menoleh ke arah belakang.


“Kenzo, itu ibu kamu?” tanya pak Galih.


“Iya pak!” kata Kenzo.


Dan setelah memastikan ibunya Kenzo datang, pak Galih langsung memulai pembicaraan yang serius. Setelah mendengar keterangan dari saksi yang ada dan penjelasan dari Tiara, semua orang tahu kalau Erik lah yang menjadi pemicu perkelahian itu.


“Loh, emang kamu sama Tiara sudah putus?” tanya ibunya Erik yang bahkan belum tahu tentang hal itu.


“Sudah Bu!” jawab Erik malas.


“Ih Erik, gimana sih. Kok bisa putus, pasti Tiara tergoda nih sama anak ini ya. Kamu pasti yang sudah godain pacar anak saya ya, Bu... anaknya di ajarin yang bener dong Bu. Cari pacar tuh yang single, jangan rebut pacar orang dong. Wajar dong anak saya membela harga dirinya!” kata ibunya Kenzo yang membuat pak Galih menepuk dahinya karena merasa sangat jengah.


Tapi dari semua itu, pak Galih bisa mengerti satu hal. Like mother like daughter, like father like son itu tidak sepenuhnya benar. Ibunya Erik benar-benar mirip sama persis dengan Erik. Sama-sama pandai bikin orang darah tinggi.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2