
kini Malik sudah duduk di dalam mobilnya tampak dia memukul setir berulang-ulang kali "kenapa ...... kenapa ini bisa terjadi bagaimana bisa wanita yang aku cintai dan aku nanti-nantikan selama ini menikah dengan pria lain dan aku bahkan tak tahu kapan dia menikah dan apa yang terjadi bukannya selama ini laporan yang aku terima Ayana tak memiliki teman pria dia bahkan selalu bersama teman-temannya tapi kenapa dia bisa tiba-tiba sudah menikah ini pasti karena ulah perempuan keparat satu itu dia meninggal pun tetap saja membuat aku terluka." ucap Malik , setelah melampiaskan kekesalannya dengan memukul setir mobil Malik mulai melajukan kendaraannya menuju ke sebuah klub malam
sementara itu Ernest langsung menelepon beberapa orang bawahannya untuk mengawasi Malik Dia yakin pasti Malik tak akan dengan mudah menerima bahwa ayahnya telah menikah apalagi saat ini sedang hamil
sementara itu di kediaman ibu Ernest tampak raut wajah penuh kebahagiaan terpancar jelas dari kedua wanita tersebut, "ibu bagaimana jika kita berangkat minggu depan pesawat Ernest siap menjemput kita kapan saja kita mau." ucap ibu Ernest
"kenapa harus menunggu minggu depan tiga hari lagi kita akan berangkat beritahukan kepada Ernest agar dia menyiapkan jet pribadinya kita harus membawa banyak oleh-oleh dan berbagai macam makanan enak untuk Ayana apalagi dia sedang hamil kembar pasti makannya sangat banyak." ucap nenek Ernest
"apa ibu yakin 3 hari lagi kita akan berangkat bukannya ibu butuh persiapan ibu bilang trauma kalau naik pesawat karena mengingat almarhum ayah yang meninggal karena kecelakaan pesawat bukankah seharusnya ibu bertemu dulu dengan dokter ibu sebelum memutuskan kepergian ibu ke kota A." ucap ibu Ernest
udahlah itu hanya menjadi masa lalu aku sudah tidak trauma lagi semenjak mengetahui kalau aku akan memiliki cicit rasa trauma aku sudah hilang ditelan bumi sekarang persiapkan tiga hari lagi kita akan berangkat ke kota A
__ADS_1
sementara itu ayah Erna tampak mondar-mandir karena merasa diabaikan oleh ibu Ernest sementara sang istri tampak sangat kesal pada suaminya karena tidak mau langsung ke rumah mertuanya untuk mempertanyakan tentang keadaan putranya yang saat ini hilang entah ke mana, "ayah ada apa sih apalagi yang mau ditunggu ayo sekarang kita ke rumah ibu aku ingin bicara pada ibu Ernest aku ingin dia bertanya pada Ernest aku yakin etnis pasti tahu di mana keberadaan putra kita tidak mungkin dia hilang begitu saja." ucap sang istri
"kau jangan gagal apa seperti itu bagaimana kalau kita menunggu besok saja untuk ke rumah ibu aku yakin putra kita baik-baik saja mungkin saja dia sedang ada kegiatan penting tapi lupa menggambar kita." ucap ayah Ernest
"kalau benar itu lebih baik tapi kalau sampai terjadi sesuatu pada putra kita aku benar-benar akan membuat perhitungan dengan wanita sialan itu." ucap sang istri
"kenapa kau berkata seperti itu memangnya yang melakukan semua itu ibu Ernest atau Ernest kita kan belum membuktikan siapa yang melakukan hal itu kau jangan asal menuduh dan berkata sembarangan." ucap ayah Ernest memperingati
"kenapa ayah membela mereka seharusnya ayah membela ibu apa kau masih kau ada rasa dengan perempuan itu sehingga kau saat ini membelanya kau jangan membuat aku tertawa." ucap sang istri mendengar perkataan sang istri membuat dari hadapan sang istri dan masuk ke ruang kerjanya membuat sang istri sedikit kesal
sementara itu di sebuah gudang tepi hutan tampak seorang pria yang sedang diikat bersama seorang pria lainnya sepertinya mereka belum sadar karena belum ada pergerakan dari ke dua pria tersebut, "astaga berapa banyak kalian menambahkan obat tidur dosis gajah pada mereka berdua hingga saat ini mereka belum juga bangun bahkan aku sudah menyeramkan air dingin tapi mereka tak siuman juga." ucap salah seorang penjaga
__ADS_1
"entahlah aku menembaknya asal-asalan jadi tak begitu berapa jumlah obat bius yang mungkin masuk ke tubuh mereka apalagi satu bisa aja bisa membuat gajah tidur sampai beberapa jam biarkan saja paling sebentar siang mereka akan terbangun." ucap seorang pria yang tadi membawa Deni dan rekannya
"aku sudah tak sabar menunggu mereka sadar sungguh perbuatan mereka sangat berani berani-beraninya mereka berniat untuk mencelakai tuan Ernest tanpa memikirkan akibatnya akhirnya mereka berakhir di sini dan mungkin saja beberapa hari lagi mereka akan berakhir di dalam mulut salah satu peliharaan tuan." ucap penjaga
"kau benar dan asal kau tau saja pria yang berada di sebelah kanan adalah adik tiri tuan Dia pikir dia akan selamat hanya karena dia adalah anak dari ayah Tuan Ernest tapi dia tidak tahu bagaimana Tuan Ernest akan melakukan sesuatu yang akan disesali seumur hidupnya karena dia melakukan suatu tindakan keji pada Tuan Ernest padahal selama ini Tuan Ernest tak pernah mengganggu mereka jika Tuan Ernest mau mereka sudah menjadi gelandangan sejak dulu." pria yang membawa Deni
"dasar tidak tau di untung dan tidak tahu terima kasih seharusnya mereka bersyukur Tuan Ernest tidak membalaskan sakit hati ibunya kepada mereka jika sampai tuan Ernest melakukan hal tersebut maka mereka semua pasti sudah kehilangan nyawanya." ucap penjaga tersebut
"kau benar lihatlah sekarang dia sendiri yang menawarkan nyawanya kepada Tuan Ernest dengan cara berusaha mencelakai tuan Ernest dan saat ini Tuan Ramon harus dirawat di rumah sakit karena mengalami kecelakaan akibat perbuatan mereka berdua ini." ucap pria yang membawa Deni
sementara itu ayah Ernest dan ibu Deni tampak berdebat dengan penjaga karena mereka dilarang masuk ke dalam sementara ibu Deni berpikir keras untuk masuk ke dalam sementara itu ibu Ernest yang mendengar keributan di luar tampak dengan santai minum teh sambil melihat kepada mantan suami dan mantan sahabatnya yang sedang berdebat dengan penjaga setelah beberapa menit menyaksikan hal tersebut tampak ibu Ernest akhirnya turun untuk melihat apa yang terjadi karena ibu Deni tampak berteriak histeris karena beberapa pengawal tak mau jika dia sampai masuk dan semua itu merupakan perintah dari Ernest
__ADS_1
tampak ibu Ernest berjalan menuju ke pintu pagar di mana para penjaga langsung memberi hormat begitu berada tepat di hadapan kedua pasangan suami istri tersebut dengan tatapan yang sulit diartikan "ada apa lagi kalian berdua datang kemari kalian tidak diterima di kediaman ini apakah kata-kata itu kurang jelas." ucap ibu Ernest dengan tatapan tajam kepada kedua orang yang ada di hadapannya membuat ayah semakin tidak mengerti kenapa ibu Ernest tampak sangat berubah tidak seperti dulu, biasanya tak akan berani datang menemuinya apalagi saat dia membawa ibu Deni tapi kali ini ibu Ernest sendiri yang datang mendatanginya.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya