BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
28


__ADS_3

"Kenap gak di angkat." tanya Ayana," teleponnya sudah di matikan ." ucap Ernest," ya telepon balik susah amat sih." ucap Ayana santai


Ernest melihat istrinya yang santai sambil menonton drama Korea favoritnya, "Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu." ucap Ernest


Ayana langsung mengalihkan pandangannya pada Ernest, "ada apa ." tanya Ayana ," kemarilah sebentar kita bicara ." ajak Ernest ke sofa di mana saat ini dia berada, Ayana bangkit lalu duduk di sofa di samping Ernest


"Aku memiliki orang tua yang sudah berpisah ayahku menikah lagi dengan kekasihnya sementara ibuku membesarkan aku, saat ini ayahku sudah memiliki keluarga sendiri sedangkan ibuku tinggal bersama nenek di rumah warisan Kakek, aku dan ayahku serta keluarga barunya memiliki hubungan yang kurang baik." ucap Ernest


Ayana menjadi iba, mendengar perkataan Ernest, dia kemudian menyadari Ernest selalu menatap ke dua orang tuanya baik saat berkumpul maupun saat makan, ternyata keluarganya cukup rumit, " jadi aku hanya punya ibu mertua dan nenek mertua." tanya dengan polosnya Ayana


"Tidak juga kau tetap memiliki ayah mertua tapi dia mungkin akan bersikap buruk padamu." ucap Ernest, kalau begitu aku memilih tidak mempunyai ayah mertua saja kalau begitu." ucap Ayana dengan polosnya


"Sudahlah intinya itulah keluarga ku, maaf untuk saat ini kita belum bisa ke kota C untuk bertemu mereka, karena nenek dan ibuku juga tidak bisa ke kota A kerena umur nenekku dan penyakit yang di derita ibuku tidak bisa naik pesawat udara." ucap Ernest


"Baiklah aku mengerti, tapi siapa yang menelepon mu malam-malam begini ." tanya ayana sedikit penasaran apalagi orang tersebut menelepon berkali-kali walaupun sudah di matikan tapi tepat saja tidak menyerah

__ADS_1


"Namanya Bella keluarga ku dan keluarganya berteman sejak kecil dia selalu datang bermain di rumah ku, ibuku sudah menganggap dia seperti anak perempuannya dan aku mengganggap Bella seperti adikku tapi sepertinya dia sedikit salah paham dengan hubungan kami, aku tak menyangka dia memiliki perasaan padaku ." ucap Ernest


Ayana menatap sinis ke arah Ernest, "kau yakin bukan hanya dia yang memiliki perasaan seperti itu, kau dan dia kan Tumbuh bersama." ucap Ayana sinis


"Apa kau sedang cemburu padaku." tanya Ernest , "jangan mimpi aku hanya tidak mau memiliki suami yang memiliki wanita lain selain aku istrinya itu berarti dia lelaki murahan tak bertanggung jawab dan tak pantas untuk menjadi suamiku." ucap Ayana


"Bilang saja kau cemburu aku tau tak apa-apa bila kau tak ingin mengakuinya saat ini yang pasti setidaknya aku tau kau memiliki rasa padaku." ucap Ernest penuh percaya diri


Dasar kanebo mesum gila, kau memang perlu di cuci otaknya kepercayaan dirimu tak dapat di ampuni." ucap ayana berniat bangkit hendak kembali ke atas ranjang, tapi saat akan berdiri tiba-tiba dia sedikit pusing akhirnya jatuh ke pelukan Ernest


"Kau ini paling tau posisi yang pas, ingin di peluk bilang saja." ucap Ernest memeluk erat tubuh Ayana, membuat Ayana memberontak


"Aduh sakit sayang kalau gemas bukan begitu caranya, Mari kita lakukan di ranjang saja." goda Ernest


Ayana langsung melemparkan bantal ke wajah Ernest saat dia sudah berdiri tegak lalu berjalan menuju ranjang, sementara Ernest hanya tersenyum melihat tingkah istrinya

__ADS_1


Sementara itu Bella yang berada di hotel, "aku tak habis pikir dengan Ernest yang mematikan panggilan telepon miliknya dan tak mengakat telepon walaupun beberapakali dia sudah menghubungi Ernest ada apa dengan Ernest kenapa dia tak mengakat telepon ku aku harus menemui Ernest dan berbicara, aku akan mengatakan yang sejujurnya Tetang perasaan ku padanya." ucap Bella


Sementara itu di sebuah restoran yang menghadap ke pantai Tampak Daniel sedang makan malam bersama Lisa, oh iya Lisa kenapa meli tak pernah lagi jalan bersama kalian." tanya Daniel penasaran pasalnya meli adalah sahabat Ayana dari SD


Lisa melihat ke arah Daniel sebenarnya dia takut untuk bercerita tapi semua ini yang terbaik, "kakak sebenarnya yang menjebak Ayana pada malam itu adalah meli dia berniat menjual ayana pada seorang pria bernama Nando, tapi entah apa yang terjadi bukan Nando yang tidur dengan Ayana tapi Ernest." ucap Lisa


"Dasar wanita tak tau diri aku pikir selama ini dia adalah teman yang baik untuk Ayana, kenapa kalian tak mengatakannya dari kemarin aku Pasti akan membuat perhitungan dengan meli." ucap Daniel sambil mengepalkan tangannya


"Kakak sebaiknya kakak tenang jangan menambah masalah aku takutnya meli akan menyebarkan gosip tentang Ayana biarkan saja dulu uy sementara jika dia berbuat jahat lagi aku sendiri yang akan membuatnya mendekam di penjara." ucap Lisa


"Aku tak menyangka dia bisa sejahat itu pada Ayana padahal Selama ini aku tak pernah mendengar Ayana dan meli bertengkar dan meli selalu menjadi orang yang ada di sisi Ayana selama ini jadi aku pikir meli pasti menyayangi Ayana." ucap Daniel


"Aku juga berpikir seperti itu tapi saat rekaman percakapan meli kami dengar sontak saja kami terkejut, Ayana sampai menampar meli hingga jatuh ke lantai aku sangat terkejut karena biasanya Ayana sangat kalem membuta aku yakin Ayana pasti sangat kecewa pada meli karena dia sangat perca pada meli." ucap Lisa


"Benarkah itu sangat bagus dia menamparnya, kenapa tidak sekalian kalian kasi botak kepalanya." ucap Daniel kesal

__ADS_1


Sudahlah kakak membahas meli tidak akan ada habisnya, aku pikir kakak mengajakku keluar untuk mengatakan sesuatu." ucap Lisa .


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2