
"Apakah benar kau akan membiarkan aku kuliah dan aku bebas bermain bersama teman-teman ku ." tanya Ayana
"Kau bebas melakukan apapun yang kau sukai asalkan itu membuatmu bahagia aku akan memberikan semua yang kau inginkan, tapi ingat kau adalah wanita yang memiliki suami jadi kau tidak boleh berdekatan dengan seorang pria." ucap Ernest
Ayana berpikir sejenak tak ada ruginya dia menikah lagipula kehidupannya tak ada yang berubah pikir Ayana " baikalah aku mau menikah." ucap Ayana
Ernest sangat bahagia mendengar Ayana bersedia menikah dengannya, "Baikalah penghulu akan segera datang mengenai surat-surat pernikahan lainya Daniel yang akan mengurusnya ." ucap ayah ayana
"Tuan Ernest apakah ada sesuatu yang ingin anda sampaikan." tanya ayah Ayana sopan
"Tuan Malvin sebaiknya anda memanggil namaku saja atau memanggil aku dengan nama yang membuat anda nyama karena sebentar lagi aku aka menjadi menantu anda." ucap Ernest
"Kau benar Ernest, kau bisa memanggilku ayah seperti Ayana." ucap Malvin
Ramon menatap sinis pada tuannya seandainya dari tadi dia mengaku semuanya aku tak akan menjadi korban, "dari awal sampai akhir aku yang di pukul, pas Ernest yang mengaku semua orang hanya terdiam tak ada yang berani memukulnya." ucap Ramon dalam hati
"Ramon ." panggil Ernest " siap tuan." ucap Ramon sebenarnya lukanya tidak parah tapi dia kesal karena sudah di fitnah
"Bantu kakak Danil untuk mempersiapkan berkas pernikahan ku dengan Ayana." ucap Ernest, " baik tuan." ucap Ramon
"Ibu biar kami yang merias Ayana." ucap Lisa dan Dita," baikalah ibu akan mempersiapkan semuanya." ucap ibu Ayana lalu bangkit begitupun Dita, Lisa dan ayana ikut bangkit
__ADS_1
Daniel tak percaya Ayana akan menikah dengan Ernest seorang pengusaha kaya raya, tak ad yang tau pasti berapa kekayaan Ernest, semua orang hanya tau Ernest pengusaha muda yang sukses , tapi kemudian Daniel berpikir tentang Malik yang menyukai ayana sejak kecil
"Nak Ernest bagaimana dengan keluarga nak Ernest." tanya ayah ayana, " ayah tenang saja ibu dan nenek ku sudah aku beritahu saat aku menuju kemari." ucap Erenst
Sementara itu di kota c tampak ibu Ernest dan neneknya sangat terkejut saat Ernest mengatakan akan menikah dengan seorang wanita, mereka pikir Ernest sedang bercanda apalagi Bella datang ke kediaman mereka meminta alamat Ernest dan bella langsung ke bandara untuk memberikan kejutan pada Ernest
"Anak itu bercandanya kelewatan masa dia bilang mau nikah emang dia pikir cari istri kaya beli sayur ." ucap nenek Ernest
"Iya ibu mana dia hanya menilai pesan singkat yaitu dia ijin mau menikah dengan wanita yang di cinta emang dia pikir menikah dengan wanita tidak pakai proses." ucap ibu Ernest
"Sudahlah Bu biarkan saja kalau dia mau menikah itu bagus karena aku ingin segera memiliki cucu." ucap Ibu Ernest sambil tertawa riang, " kau pikir ibu juga Tidka ingin punya cicit." ucap nenek Ernest
Di kamar Ayana tampak sedikit sedih, "ada apa bukanya ini yang terbaik ingat kau sedang mengandung Apalagi pria yang menjadi ayah anakmu adalah pria tampan dan mapan." ucap Dita
"Mungkin saja dia sedang gugup saat melihatmu, tapi sepertinya tuan Ernest orang baik." ucap Lisa
"Minggu depan kita akan ospek bersama, aku harap semua berjalan lancar." ucap Ayana
"Kau ini bisa-bisanya kau memikirkan ospek, yang kau pikirkan adalah kau akan melakukan apa dengan Ernest saat kau sudah menikah." ucap Dita mesum
"Apa sih ." ucap Ayana malu-malu, sang ibu tiba-tiba datang, " ayo kita ke tempat acara pak penghulu sudah ada." ucap ibu Ayana, Dita dan Lisa membatu ayana bangkit
__ADS_1
Sementara itu disebuah hotel tampak meli yang Baru saja terbangun, sedangkan kepala sekolah sudah pulang sedari tadi meningalkan catatan dan setumpuk uang untuk meli,meli kembali memeriksa ponselnya melihat notifikasi dari bank tapi nihil, " apa yang terjadi kenapa tak ada kiriman seperti biasanya." ucap Meli sedikit bingung, meli melihat Catan di meja, "aku pulang aku sudah mengatur agar kau masuk di kampus yang kau inginkan." isi pesan tersebut
"Akhirnya aku berhasil masuk di kampus yang sama akan aku buat mereka menyesal karena sudah mempermalukan diri ku, sebaiknya aku ke bank untuk mengkonfirmasi Tetang dana yang biasa masuk ke rekening ku kenapa sekarang tidak ada ." ucap meli lalu ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
Sementara itu di bandara tampak Bella yang baru turun dari pesawat dengan senyuman manis, " aku akan memberikan kejutan pada Ernest sebaiknya aku ke hotel terlebih dahulu untuk beristirahat dan membersihkan tubuhku, setelah Ernest pulang aku akan langsung menuju rumahannya." ucap Bella lalu berjalan meninggalkan bandara
Sementara di ke kediaman ayan tampak Ernest dan Ayana duduk berdampingan, "bagaimana saksi sah....." tanya pak penghulu
"Sah....sah...sah ...."jawab beberapa orang yang ad di tempat tersebut, kini Ayana telah resmi menjadi istri Ernest, sebaiknya kita makan siang bersama ." ucap ibu ayana semua orang tampak bangkit untuk mengambil menu makan yang sudah di siapkan
Ernest melihat Ayana yang sepertinya kurang berselera akhirnya menghampiri Ayana "apakah kau ingin makan sesuatu yang lain." tanya Ernest, Ayana mengaguk" aku ingin makan pecel lele." ucap Ayana
"Baikalah tunggu sebentar, Ramon." pangil Ernest " iye tuan ." ucap Ramon, " belikan pecel lele dua ." bisik Ernest
"Akhirnya aku tau kenapa selera makan tuan sedikit aneh ternyata tersangka utamanya adalah bibit milik tuan yang sedang berkembang." ucap ramon dalam hati
"Baik tuan aku akan segera pergi membelinya." ucap Ramon lalu keluar, sopir yang menunggu sedari tadi ingin tau apa yang terjadi di dalam tampak langsung membuka jendela mobilnya " tuan baik-baik saja bagaimana Apakah benar tuan melakukannya." tanya sopir penasaran apalagi sopir tersebut sangat akrab dengannya
"Sudahlah sebaiknya kita pergi beli pecel lele, kau tak akan menyangka siapa penjahat sesungguhnya." ucap Ramon , kini ramon dan sang sopir sudah kembali, "ayo masuk tuan menyuruh kita makan setelah itu kita akan pulang terlebih dahulu." ucap Ramon lalu masuk di ikuti supir
Ramon langsung menyerahkan pecel lele pada seorang pelayan agar menyiapkan makan tersebut untuk Ernest dan Ayana, "astaga kalian berdua sangat lucu makan saja seleranya sama." ucap ibu ayana yang melihat ayana dan Ernest makan pecel lele
__ADS_1
Sopir Ernest bingung melihat tuanya memakai kopiah hitam dan ada seorang wanita di sampingnya mengenakan gaun pengantin, tapi dia tak berani bertanya, setelah makan Ramon dan sang sopir kembali terlebih dahulu ke kediaman Ernest, sementara Ernest akan tinggal di rumah Ayana beberapa hari sebelum dia membawa Ayana ke rumahnya semua itu atas permintaan ayana.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya