BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
60


__ADS_3

Setelah kepergian sang istri kepala sekolah langsung mengelola kemudian melihat ponselnya tampak panggilan dari Melly membuat kepala sekolah sedikit kesal apalagi istrinya sudah mengancamnya seperti itu walaupun istrinya Tak memiliki pendidikan yang tinggi dan juga hanya seorang ibu rumah tangga tapi saudaranya merupakan seorang pejabat tinggi


Kenapa dia selalu menelepon di saat yang tidak tepat Aku kan sudah memberikannya dia uang apalagi sekarang ini yang dia inginkan Jangan katakan Dia menginginkan uang lagi aku sudah mengatakan itu yang terakhir untuknya." ucap kepala sekolah lalu memblokir nomor Meli


Sementara Meli yang sedang berada di apartemen tampak terkejut ketika kembali menelpon kepala sekolah nomornya sudah diblokir oleh kepala sekolah "dasar bandot brengsek beraninya dia memblokir teleponku aku akan membuat perhitungan dengannya." ucap Meli


Sementara itu di kediaman Ayana tampak Ernest yang sudah membaca semua profil tentang Malik setelah merasa cukup mengetahui tentang Malik melihat istri yang tengah asik menonton film Korea dengan cemilannya di atas tempat tidur, membuat Ernest tersenyum setidaknya pria tersebut tak pernah hadir di kehidupan istrinya saat dewasa kemungkinan pria tersebut teman Daniel


Malam telah datang Tampak ayana sudah bersiap-siap begitupun Ernest mereka akan ke pasar malam sementara Dita dan Lisa Baru saja sampai ke rumah Ayana disusul oleh Ramon dan tentu saja Pak Dedi sedangkan Daniel sedang berada di kamarnya sedang bersiap


Sementara Lia Sedang pusing Apa yang harus dilakukan tidak mungkin Malik dengan mudah menerima bahwa dia sedang hamil pasti Malik akan melakukan pemeriksaan pada dirinya walaupun dia juga tidak tahu apa dia hamil atau tidak saat ini tapi dia berdoa saja semoga dia sedang mengandung karena dia yakin beberapa hari yang lalu dia belum juga mendapatkan tamu bulanan setiap bulannya


Sementara Malik berada di sebuah diskotik Dia sangat frustasi dengan apa yang sudah terjadi apalagi jika benar ia mengandung itu akan membuatnya semakin susah meraih Ayana


Di kediaman ayah Ernest dan ibu tirinya tampak keluarga itu sedang berkumpul makan malam "David Kenapa kau tidak ke kantor tadi." tanya sang ayah


"Aku sedang malas ayah apalagi tadi beberapa investor tidak jadi berinvestasi pada perusahaan." ucap David


"Sudahlah jangan kau pikirkan para investor bodoh itu bagiamana hubunganmu dengan Linda." tanya ayah Erenst

__ADS_1


"Kami masih baik-baik saja hanya aku belum bertemu orang tuannya karena selama ini orang tua Linda tinggal di kota A." ucap David


"Jadi Linda yang memegang kendali perusahan di sini." tanya ibu David


"Benar ibu dia yang memegang kendali perusahan di sini, aku sebenarnya berniat untuk bekerjasama dengan perusahaannya tapi katanya kita akan melakukan semua itu setelah kami menikah." ucap David


"Oh iye Leo bagaimana pekerjaan mu." tanya ayah Ernest pada putra ke duanya


"Semuanya baik-baik saja ayah." ucap singkat Leo sambil terus melahap makanannya tanpa ekspresi


"Baguslah ayah harap kau senang bekerja di perusahaan seperti kakakmu." ucap ayah Ernest


Di kediaman Ayana semua orang tampak sudah berada di ruang tamu bersiap untuk keluar, tampak Daniel yang baru datang dengan ketampanan yang paripurna membuta Dita dan Lisa meleleh "aduh Abang Daniel makin Hari makin cakep aja kapan ke rumah melamar." ucap Dita tak ada filter


"Diam kau perjaka tua tidak laku pantas masih jomblo, orang Segede gini di bilang anak SMP." ucap Dita, sontak saja semua orang tertawa mendengar perkataan Dita, Ernest dan yang lain hanya mampu geleng kepala


"Wih Dita sepertinya kau punya saingan baru." ucap Ayana membuta Lisa mengangguk setuju, "saingan baru apa gak ada bacot dia aja yang terlalu banyak ." ucap Dita


"Saingan mengekspresikan perasaan yang tak ada faedahnya." ucap Ayana lalu tertawa terbahak-bahak

__ADS_1


Daniel hanya bisa tersenyum sambil melirik kearah Lisa, Ernest menautkan alisnya saat melihat Daniel dan Lisa nampak saling memberi kode, sontak saja hal tersebut membuat Ernest tersenyum" Ayo kita pergi sebelum kemalaman pasarnya Aku tak ingin ayahnya berlama-lama di luar." ucap Erenst tampak Ernest merapikan masker dan jeket Ayana membuat Lisa dan Dita menendang penuh suka cita


"Bertapa beruntungnya Ayana lihatlah suaminya sudah tampan, kaya, penyayang dan sangat memanjakan dirinya." ucap Dita


"Kau benar aku jadi iri semoga saja pria yang menikahi ku seperti itu juga sifatnya ." ucap Lisa tanpa sadar ada Daniel yang mendengar perkataannya


Daniel sedikit mendekati Lisa tanpa di sadari siapapun "aku akan seperti itu jika kita menika." ucap Daniel lalu mundur, sontak saja Lisa terkejut apalagi banyak orang di sekitar mereka


Kini rombongan tersebut sudah keluar menuju pasar malam yang di inginkan sang ratu Ernest, tampak Ayana berbinar melihat pasar malam, Ernest walaupun merasa kurang nyaman dengan keramaian berusaha untuk tetap setia menemani sang istri yang tak berhenti membeli jajanan yang dia suka


Sayang jangan jalan cepat-cepat ingat kau sedang Hamil, kau sudah membeli sebagain jajanan di pasar ini memeng apa lagi yang inging kau belia tanya Ernest saat melihat mata istrinya jelalatan kesana-kemari melihat makanan


Sementara itu Daniel diam-diam menarik Lisa tanpa seseorang sadari, Dita yang tak menyadari bahwa dia memegang tangan Ramon bukan Lisa tampak santai sedangkan Ramon tampak cuek


Kakak apa yang kau lakukan nanti Dita sadar aku tak ada di sana." ucap Lisa yang kini sedang berduaan dengan Daniel di tempat yang jauh dari Ayana dan yang lai, " aku merindukanmu, kau jangan khawatir Dita tak akan menyadari kit tak ada di sana karena dia sedang asyik berbelanja, aku ingin memelukmu sebentar sebelum kita kembali ke sana." ucap Daniel


"Kakak ini membuat aku malu saja, kan kemarin kita baru bertemu Kakak." ucap Lisa malu-malu," itu sudah dua hari yang lalu aku sudah kangen bangat." ucap Daniel, kini ke dua pasangan itu sedang asyik bermadu kasih tanpa mempedulikan orang lain


Sementara itu di bar tampak Malik sedang duduk sambil berbicara tidak jelas seorang pelayan yang melihat Malik sangat mabuk berinisiatif memanggil seseorang untuk membantunya "tuan apakah anda baik-baik apa perlu aku panggilkan taksi atau menghubungi seseorang dari ponsel anda." tanya pelayan tersebut

__ADS_1


"Jangan pedulikan aku tinggalkan aku sendiri." ucap Malik, setelah mendengar hal tersebut sang pelayan meningalakan Malik dia akan kembali setelah Malik benar-benar tak sadarkan diri


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2