BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
39


__ADS_3

Kini Ernest sudah berada di dalam mobilnya bersama Pak Dedi dan Ramon "Astaga kenapa wanita sangat sulit dimengerti apa sebenarnya yang ada di pikirannya sehingga dia dengan mudahnya mengganti keinginannya seperti membeli permen di warung." ucap Ernest yang sudah duduk di jok belakang mobil meluapkan uneg-unegnya, sementara pak Dedy dan Ramon hanya mendengar tak berani berkomentar


pak Dedy ku kan sudah menikah lama apa kau pernah merasakan hal seperti tadi." tanya Ernest sedikit penasaran Karena selama ini pak Dedy selalu tersenyum dan tak pernah terlihat dia punya masalah keluarga padahal dia sudah menikah belasan tahun


Pak Dedi menghembuskan nafasnya kasar seandainya saja Dia bisa mengatakan unek-unek yang ada di dalam hatinya dengan menggunakan kertas HVS dia yakin satu rim pun kertas HVS tak akan pernah cukup untuk menggambarkan bagaimana dia menghadapi istrinya setiap saat di saat istrinya sedang marah atau saat di Melakukan sesuatu yang menurut istrinya salah


"Tuan hanya tidak tahu bagaimana nasibku sebagai seorang pria di dalam rumahku sendiri katanya aku adalah kepala keluarga tapi nyatanya aku hanyalah seorang pencari nafkah, tuan tidak tau saat wanita salah Mereka akan marah-marah tidak jelas sampai puas lalu kita sebagai pria meminta maaf dia pun meminta maaf dan tersenyum tapi kapan kita salah seribu kali meminta maaf jika hatinya masih emosi maka bersiaplah untuk menunggu dia selesai melakukan Omelan yang sudah dia ulang ribuan kali, bahkan seandainya setan yang mau datang untuk mengaggu langsung kembali ke alamnya karena tak kuasa mendengar Omelan istriku." curhat pak Dedy


"Separah itu." ucap Erenst dan Ramon berbarengan tanpa sengaja sepertinya Ramon begitu shyok mendengar perkatan pak Dedy padahal jika di lihat istrinya sangat pendiam


"Tapi kenapa kau bisa betah menikah dengannya kenapa tak meninggalkannya saja dan cari wanita lain saja." ucap Ramon yang mulutnya sudah gatal, maklum pria dingin yang tak pernah menyukai seseorang

__ADS_1


"Kau ini kau pikir menikah itu seperti orang pacaran main tinggal saja seperti barang habis di beli tidak cocok di kembalikan, sebaiknya kau mencari seorang wanita dulu untuk kau nikahi." ucap Ernest


"Tuan Ramon semua wanita sama saja kalau anda berpikir mencari yang baru akan lebih baik anda salah Karena hidup ini di mana kita memberi dan menerima, istriku mungkin suka mengomel dan marah tapi di selalu mengerti keadaan dan memberikan yang terbaik untuk ku dengan segenap cinta dan kesetiaannya aku ingat saat muda aku tak punya uang sepeserpun saat bersamanya tapi dia dengan senyuman selalu menemani ku dalam suka dan duka, saat ini dia lelah karena menjadi ibu dan istri tidak mudah mungkin dengan meluapkan isi hatinya dengan mengomel itu akan membuatnya lebih baik dan bagiku Omelan istriku adalah penyegar jiwaku walaupun kadang aku lelah mendengarnya setiap saat, jika kau berpikir menjadi suami tidak mudah karena harus mencari nafkah cobalah menjadi ibu rumah tangga aku yakin kau akan mengerti." ucap pak Dedy


Ernest dan Ramon terdiam mendengar perkataan pak Dedy dan tanpa terasa mereka telah sampai di sebuah restoran yang menjual ikan hidup pak Dedy mengehentikan kendaraannya


"Terimakasih pak Dedy di sini aku mengerti Ternyata sebagai pria seharusnya kita sadar apa yang menjadi tanggung jawab kita jangan hanya karena masalah sepele membuat kita menjadi manusia egois yang tak tau diri di kasih berlian di hadapan kita malah kita pergi dan mencari batu kerikil di jalan." ucap Ernest


"wah tuan sangat mengerti tapi aku bersyukur tuan mendapatkan berlian seperti nyonya Ayana yang baik dan polos dia adalah berlian asli, soalnya sekarang banyak berlian palsu yang beredar membuat kita bingung dan kadang salah pilih ." ucap pak Dedy sambil terkekeh


Sementara itu Bella yang sudah masuk ke dalam kamar hotelnya tampak langsung masuk ke dalam kamar mandi dan berendam di Bathtub "aku harus kuat aku tidak boleh hanya berdiam saja aku harus berjuang agar Ernest kembali seperti dulu ." ucap Bella menyemangati dirinya sendiri

__ADS_1


Sementara itu di kamar hotel yang berbeda tampak seorang pria sedang meneguk minuman yang ada di tangannya "dasar gadis bodoh Aku pastikan dia akan menghancurkan Ernest dengan tangannya sendiri karna kecemburuan seorang wanita adalah senjata tajam yang kuat dan aku akan menjadi pemantau jarak dekat yang menyaksikan kehancuran Ernest ucap pria tersebut sambil tersenyum lalu kembali meneguk minuman yang ada di tangannya


Sementara itu di belahan bumi selain tampak lihat tersenyum setelah mendapatkan ide agar bisa pergi bersama Malik ke kota A, tampak Lia langsung menuju ruang kerja milik Malik, tampak Lia masuk ke dalam setelah mengetuk pintu, "ada apa Lia apakah kau sudah memesan tiket untuk ku." tanya Malik sambil mentap ke arah Lia, " maaf tuan sepertinya jet pribadi milik kita sudah di perbaiki Bagaimana jika tuan menggunakannya besok." ucap Lia


Malik langsung menatap Lia dengan tatapan yang sulit di artikan bukanya kau mengatakan perbaikannya butuh dua Minggu, bukannya ini baru tiga hari." tanya Malik yang sedikit bingung pasalnya saat Malik akan terbang ke kota A kemarin Lia mengatakan jet pribadi miliknya mengalami kerusakan sistem sehingga memerlukan waktu dua Minggu untuk di perbaiki


"Maaf tuan sepertinya kemarin ada miskomunikasi dengan para pekerja sehingga yang membuat aku mengira mereka mengatakan dua Minggu padahal maksudnya dua hari." ucap Lia mencari alasan padahal dia yang mengatur semuanya


"Benarkah syukurlah katakan pada mereka untuk menyiapkan jet pribadi ku besok pagi-pagi sekali aku akan berangkat ke kota A." ucap Malik


"Baik tuan akan segera aku konfirmasi untuk jadwal keberangkatan." ucap Lia, lalu mendekati Malik dengan gaya seksi sayang apa kau tak ingin bermain denganku malam ini." ucap Lia menggoda Malik

__ADS_1


Malik menatap Lia dengan seksama buah dada besar kulit putih mulus, Malik tersenyum lalu menepuk pahanya, Lia langsung duduk di paha Malik dan memulai aksinya memberikan sentuhan-sentuhan cinta untuk Malik, tampak kedua orang tersebut saling memberikan kehangatan, Malik yang sudah tak tahan langsung mengakat tubuh Lia ke sofa yang berada di ruangannya, Lia tersenyum menggoda saat Malik melepaskan pakaian miliknya, tampak Lia juga tak kalah langsung membantu Malik melepaskan pakaian miliknya, kini keduanya tanpa busa membuat keduanya langsung memberikan kehangatan satu sama lain.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2