
Karena ponsel Lisa tak diangkat kemudian Daniel menelepon Dita, Dita yang mendapat telepon dari Daniel sangat bahagia tapi tak berselang kemudian Dita tampak gugup saat Danil bertanya apa yang terjadi pada Ayana, setelah berbicara Dita langsung mematikan sambungan telepon miliknya
Di dalam mobil tampak Dita melihat ke arah Lisa "sepertinya keluarga Ayana sudah tahu apa yang terjadi pada Ayana mereka semua sudah berkumpul di kamar Ayana sedang menunggu ayana siuman pasalnya ayana tadi pingsan untuk bertanya tentang apa yang terjadi." ucap Dita
"Itu lebih bagus lagi agar pria ini bisa mempertanggung jawabkan apa yang dia telah berbuat kepada Ayana di hadapan keluarga ayana." ucap Lisa
"Apa sebenarnya yang terjadi Tolong dijelaskan aku sama sekali tak mengerti sumpah aku tak mengenal ayan sebelumnya kenapa aku yang harus bertanggung jawab ." ucap Ramon
"Sudahlah kau jangan banyak bicara kau bisa menjelaskan semuanya di hadapan keluarga ayana dasar pria brengsek menodai wanita lalu meninggalkannya begitu saja." ucap Dita lalu memukul kepala Ramon karena kesal dan Lisa juga memukul Ramon ke dua wanita tersebut sepertinya tak puas jika hanya melihat Ramon
"Tuan kasihan tuan Ramon belum Sampai saja sudah di siksa apalagi kalau sampai di sana aku yakin dia pasti di pukul." bisik sang sopir, Ernest mengaguk setuju walaupun dia kasihan pada sang asisten yang menjadi korban atas kelakuannya tapi dia berjanji akan memberikan bonus pada Ramon atas pengorbanannya hari ini
Ernest yang melihat hal tersebut pura-pura tak bersalah apalagi melihat Ramon yang di siksa oleh ke dua wanita yang ada di belakang sang sopir hanya bisa tersenyum simpul melihat Ramon yang di pukul beberapa kali oleh Lisa dan Dita
"Apa yang harus kita lakukan Ibu masa depan Putri kita sudah hancur padahal dia barusan akan berkuliah umurnya juga masih sangat muda dia hanya terlalu pintar dan cepat bersekolah." ucap sang ayah tapi saya membendung kesedihannya melihat Putri tercintanya
"Ayah kita akan bertanya kepada Ayana siapa orang yang melakukan ini semua padanya dia harus bertanggung jawab tidak mungkin kita membiarkan Ayana hamil diluar nikah seperti itu." ucap sang ibu
"Sebaiknya kita bertanya kepada Lisa dan Dita mereka pasti tahu apa yang sebenarnya terjadi." ucap Daniel membuta ayah dan ibu Ayana, langsung melihat ke arah putranya
"Kau benar apakah mungkin pria itu adalah teman sekolah Ayana tapi selama ini tak ada laporan Ayana dekat dengan seorang pria." ucap ibu ayana
__ADS_1
"Ayah juga tidak tau tapi kata sopir dan penjaga Ayana selama ini Ayana tak pernah bersama pria manapun dia selalu bersama para sahabatnya." ucap ayah Ayana
Ayana yang pingsan tersadar dengan wajah sembab, "sayang kau baik-baik saja apa kau menginginkan seseorang." tanya ibu Ayana
"Ibu aku hamil dan aku tidak tau siapa ayah bayiku." ucap Ayana dengan histeris membuat Daniel dan ayah ayana shyok apa yang terjadi apakah Ayana adalah korban pemerkosaan atau sesuatu yang lebih buruk pikir ayah Ayana dan Daniel
Di saat semua orang masih berspekulasi tentang kemungkinan yang terjadi pada Ayana di dalam kamar di pekarangan rumah Ayana tampak sebuah mobil mewah terparkir sempurna di depan pintu
Tampak lisa keluar sambil menarik Ramon di ikuti Dita, "ayo kita masuk ke dalam biar kau tau apa yang sudah kau lakukan." ucap Lisa
Ramon tak bisa berbicara apapun lagi apalagi penampilannya cukup memprihatinkan karna ke dua wanita yang memukulnya tanpa alasan apakah Ernest memberinya kode untuk mengikuti apa yang di Inginkan ke dua wanita tersebut
"Kalau sampai aku tau siapa pria yang mengunakan namaku dan membuatku seperti ini aku bersumpah akan memukulnya hingga babak belur." ucap Ramon dalam hati
"Berani-beraninya kau melakukan hal itu pada putri kecilku tau kah kau dia masih berumur 17 tahun ." ucap ayah ayana
"Aku tak menyangka kau pedofil tapi kenapa kau melakukan itu pada adik ku." ucap Daniel setelah memukul Ramon, tampak Ramon tersungkur dengan bibir yang robek akibat pukulan ayah dan anak tersebut
"Tunggu dulu aku mohon aku tidak mengerti apa yang terjadi tiba-tiba ke dua orang gadis ini mencariku ke perusahaan dan menuduh ku menghamili seorang gadis demi tuhan aku masih perjaka ting-ting." ucap Ramon, tampak keluarga Ayana mentap Dita dan Lisa
"Apa kalian yakin dia pria yang sudah menodai ayana." tanya Daniel, sambil melihat Lisa dan Dita yang duduk bersama Ayana, sementara ayah ayan dan ibunya yang sedang duduk pun ingin mengeluarkan pertanyaan yang sama melihat Ramon yang sepertinya berkata jujur, sementara Ayana hanya bisa tertunduk sambil memeluk ke dua sahabatnya
__ADS_1
"Iya aku yakin pasalnya dia adalah orang yang berada di acar tersebut dan dia mengunakan namanya mendaftar." ucap Lisa
"Kau harus bertanggung jawab dengan menikahi putri ku." ucap ayah ayana
"Maaf tuan Malvin sebenarnya aku." ucap Ernest terhenti saat tuan malfin, maaf tuan Ernest sudah menyeret mu ke dalam masalah keluarga ku aku sangat merasa bersalah pada tuan Ernest saat ini aplagi aku tau bagaimana sibuknya anda saat ini ." ucap ayah ayana yang bernama Malvin
"Sebenarnya aku adalah pria malam itu dan sebenarnya aku memang berencana mencari Ayana agar aku bisa bertanggung jawab padanya tapi kerana ada pekerjaan di kota C membuat ku harus tinggal di sana selama sebulan tapi saat aku tanpa sengaja merenggut kehormatan Ayana aku sudah meninggalkan pesan dan nomor telepon ." ucap Ernest membuat semua orang membeku mendengar perkataan Ernest termasuk Ramon sebenarnya Ramon sudah curiga tapi karena Ernest tak ada reaksi jadi dia tak berpikir Apalagi
"aApa ......."teriak semua orang yang ada di ruangan tersebut " "maafkan aku." ucap Ernest
"Aku belum mau menika aku masih mau kuliah bagaimana nanti jika ku menikah dan tak bis kuliah apa yang akan di katakan orang-orang jika aku menikah secepat ini." tangis ayan pecah
Semua orang terdiam mendengar pengakuan mengejutkan Ernest apalagi saat ini ayan sedang merengek tak ingin menikah, kenapa tuan Ernest tak di pukul padahal dia adalah pelukannya." ucap rambu n masih sempat-sempatnya dia berkata seperti itu di tengah Susana yang sedang tegangan
Semua melihat ke arah Ramon dengan tatapan aneh, "jadi ayah bagaimana ini." ucap ibu Ayana
"Baikalah kalian akan menikah hari ini juga di sini, tapi pernikahan ini hanya kita yang akan mengetahuinya sampai Ayana siap menerima pernikahan ini maka kita akan umumkan di publik sekaligus membuta acar pernikahan." putus tuan Malvin
"Tapi ayah bagaimana dengan kuliahku, dan aku ingin menikah dengan pria yang seperti di drama Korea." ucap ayana
"Tenang saja tuan Ernest bukan orang yang kolot dia pasti mengijinkan mu kuliah, lihatlah tuan Ernest dia seperti orang Korea, bagaimana kalau ayana menikah saja dulu dan tak akan ada yang tau Ayana sudah menikah, mengenai kehamilan ayana di saat perut Ayana sudah besar ayana bisa minta cuti kuliah dan melanjutkan lagi aku yakin tuan Ernest Pasti setuju tapi kalau kau tak menikah kau tak akan bisa kemana-mana dan nama keluarga kita akan rusak ." rayu ayah Malvin dia tau bagaimana sifat putrinya yang sangat polos
__ADS_1
Ayana nampak terdiam berpikir sejenak sambil melihat ke arah Ernest dengan tatapan yang sulit di artikan maklum saja ayan tak pernah dekat dengan pria manapun jadi dia tak mengerti hubungan pria dan wanita.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya