
Tampak Lisa dan Dita langsung kembali pulang setelah bertemu dengan Ramon, sementara itu Ramon tampak masuk ke dalam kamar miliknya setelah kepulangan Lisa dan dita
Sementara itu di sebuah pantai tempatnya di sebuah gazebo tampak Bella yang kelelahan dan berniat untuk kembali ke hotel apalagi dia belum makan siang sedangkan ini sudah hampir sore, Bella langsung bangkit berdiri berjalan menuju taksi yang mengantarnya tapi sesaat kemudian dia tersadar bahwa mobil tersebut sudah tidak ada,Tampak Bella melihat sekelilingnya lalu mengehembuska nafasnya kasar saat melihat pria yang pernah tidur dengannya tersenyum sambil duduk di atas mobil miliknya "Apa kau sudah selesai meratapi nasibmu, ayo masuk jika kau ingin kembali ke hotel di sini tak ada kendaraan apalagi ini hampir gelap." Ucap pria tersebut Bella menatap kesal pria tersebut dia yakin pasti pria tersebut sudah membuat sopir taksi yang mengantarnya kembali pulang tapi Bella tak punya pilihan lain apalagi memang hari hampir gelap dan tak ada kendaraan lain selain milik pria tersebut di sekitarnya, karena tak ada yang bisa di lakukan Kini Bella sudah masuk di dalam mobil, tampak pria tersebut tersenyum puas, lalu melajukan kendaraannya kembali ke hotel tempat Bella menginap
Sementara Ernest yang sudah berada di kediaman ayana tampak langsung masuk kedalam kediaman Ayana setelah pelayan membukakan pintu, Ernest langsung ke kamar di mana dia tidur semalam, tampak Ernest masuk begitu saja tanpa permisi Membuat Ayana sedikit terkejut pasalnya Ayana baru saja akan mengenakan pakaian miliknya membuat Ayana bergegas berpakaian "Kau sudah pulang." Tanya Ayana saat Ernest sudah masuk untung saja dia sudah mengenakan setengah Pakaiannya "bagaimana kabarmu hari ini." tanya Ernest sambil meletakan tas kerjanya kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
Ernest tampak keluar dari kamar mandi dengan handuk Sepinggan membuat Ayana sedikit kesal entah mengapa setiap melihat Ernest setengah telanjang membuatnya kesal
"apa kau tidak bisa mengunakan jubah mandi atau kau memakai pakaian di dalam kamar mandi." ucap Ayana dengan nada kesal
"astaga istriku tercinta jubah mandi milikmu tak muat untuk tubuhku yang ada aku bisa tanpa busana keluar dan handuk ini adalah yang paling besar di kamar mandi." ucap Ernest
Ayana melihat Ernest dengan tatapan yang sulit di artikan "bukanya kemarin kau membawakan koper pasti ada handuk dan jubah mandi milikmu ." ucap Ayana kerja melihat Ernest terus mengunakan handuk miliknya yang hanya dapat menutupi pinggang dan paha Ernest
__ADS_1
"iya tapi hanya pakain saj ayang ada, memang kenapa kalau aku hanya memakai handuk lagipula kan hanya kau yang melihatnya lagi pula semuanya adalah milikmu." ucap Ernest menggoda ayana
Ayana tampak menatap tak suka "kau ini kenapa selalu membuatku kesal cepat pakai bajumu aku menginginkan sesuatu." ucap Ayana
"Ernest menatap ke arah ayana dengan serius kau menginginkan sesuatu kenapa tak mengatakannya dari tadi tunggu aku akan memakai pakaianku terlebih dahulu." ucap Ernest bergegas berpakaian, tampak Erenst yang sudah berpakaian lalu mendekati Ayana "katakan padaku apa yang kau inginkan." ucap Ernest
Ayana menunduk sepertinya permintaannya sedikit membuatnya merasa kurang enak " ada apa ayo katakan apapun pasti akan aku lakukan." ucap Ernest
Ayana mentap Ernest "sebenarnya aku hanya ingin memakan telur ayam tapi...." ucapan Ayana terhenti, "oh hanya telur ayam aku pikir kau mau makan telur burung untuk." ucap Ernest
Ernest terbelalak mendengar permintaan Ayana mana ada ayam janda muda, "perasan semua ayam janda dengan telur akibat para ayam jantan jadi bang Toyib ." ucap Ernest dalam hati, tapi karena ini permintaan sang istri walaupun sangat tak masuk akal tapi namanya bumil semua perkataannya adalah perintah "baiklah aku akan mencarikan Ayam tersebut dan di bawa ke mari." ucap Ernest lalu mengambil ponsel miliknya
Sementara itu di kediaman Ernest tampak Ramon sedang bersantai menikmati suasana tanpa bos "ternyata enak juga tapi bawel." ucap Ramon, baru saja mengatakan hal tersebut tiba-tiba ponselnya berdering tertera nama Ernest di panggil masuk membuat Ramon menghembuskan nafasnya kasar "dia pasti ingin menyuruhku mudah-mudahan itu bukan pekerjaan yang berat." ucap Ramon lalu mengangkat panggilan telepon tersebut
__ADS_1
"apa tuan.... tuan menyuruhku untuk mencari ayam janda yang akan bertelur dan dibawa ke kediaman mertua anda." tanya ulang Ramon setelah mendengar perintah dari Ernest
"Iya benar kau harus mencari ayam janda yang siap bertelur istriku ingin memakan telur goreng tapi harus telur yang baru dan dia ingin melihat proses saat ayam bertelur ." ucap Ernest lalu menutup panggilan telepon, membuta Ramon tampak shyok mendengar perintah aneh tuanya
Ramon langsung keluar mencari pak.dedy biasanya pak Dedy adalah orang yang tepat dalam hal seperti itu, tampak Pak Dedi yang baru saja membersihkan mobil lalu masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang Tapi saat akan menuju ke kamarnya tampak dia melihat Ramon "Tuan Ramon Ada apa Apakah Tuan mencariku tanya Pak Dedi
"kau benar pak.dedy aku mencarimu Ada yang ingin aku diskusikan denganmu ini adalah perintah Tuan Ernest ucap Ramon lalu menghampiri Pak Dedi kini mereka berdua duduk di meja makan dapur
"Ada apa Tuan katakan saja aku pasti akan melakukan yang terbaik kalau memang itu adalah perintah dari Tuhan Ernest." ucap Pak Dedi, "Baiklah aku tidak akan sungkan untuk memberitahukanmu Tuan Ernest menyuruh kita mencari ayam janda yang akan bertelur karena istrinya ingin melihat proses ayam bertelur ." ucap Ramon
"oh ayam yang akan bertelur Baiklah aku tahu tempatnya Tuan mari kita ke sana aku akan menyuruh pemiliknya untuk memilih ayam yang akan bertelur agar kita bisa membawanya." ucap Pak Dedi lalu bangkit bersama Ramon menuju tempat tersebut
Sementara itu di belahan bumi lain tampak Malik sedang menatap luar jendela melihat kabut di luar ada perasaan berbeda ada resah gelisah dan juga penuh tanda tanya di benaknya kenapa Daniel sepertinya tak ingin dia bertemu dengan Ayana, padahal selama ini tak pernah dan yang menunjukkan penolakan setiap kali dia bertanya tentang Ayana tapi kali ini rasanya berbeda pikir Malik, sementara Lia tampak berpikir bagaimana cara agar dia bisa pergi ke kota bersama Malik
__ADS_1
sementara itu mobil yang ditumpangi Bella sudah masuk ke karangan hotel dan sudah terparkir sempurna di tempat parkir hotel Bella langsung keluar tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada pria yang mengantarnya sementara sang pria hanya bisa melihat punggung Bella yang sudah mulai menjauh.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya