BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
45


__ADS_3

Ramon menelan silvanya dengan kasar mendengar perkataan Ernest, "tuan aku mohon jangan sekejam itu padaku, aku yakin Mereka tak akan mengatakan hal itu apalagi aku sudah menjelaskan bahwa Bella seperti adik tuan." ucap Ramon


"Kita lihat saja nanti sekarang kembali ke ruangan mu." ucap Ernest, dengan sedih dan tertekan Ramon keluar dari ruang kerja milik Ernest


Sementara itu ayana dan sahabatnya langsung menuju pusat perbelanjaan setelah makan, ayana bagaimana kalau kita melihat tas yang kemarin sempat kau inginkan tapi karena harganya sangat Mahal kau tak jadi membelinya, kau juga bisa mengetes suamimu apakah dia pelit apa tidak apakah dia akan peduli jika kau berbelanja barang super mahal atau tidak jika dia biasa saja dan tak peduli, otomatis romantis kau mendapatkan suami yang tepat jangan pernah melepaskannya." ucap Lisa walaupun dia tau bahwa Ernest tak akan protes karena harga tas begitu seperti recehan bagi Ernest mereka hanya sengaja melakukan hal tersebut agar Ayana mau berbelanja barang mewah


"Lisa benar Ayana kau harus mengetes suamimu dengan membeli tas dan beberapa perhiasan kita lihat apa yang dia lakukan saat melihat notifikasi kartu miliknya." ucap Dita menambahkan


Ayana tampak terdiam "apa itu tak masalah jika aku berbelanja seperti itu aku merasa tak enak menggunakan uang kakak Ernest seperti itu." ucap ayana


"Tentu saja tak Maslah kan dia memberikan kartu itu memang agar kau mengunakannya." ucap Lisa mengompori, setelah berbicara dan berdiskusi akhirnya Ayana setuju untuk pergi berbelanja, tampak ketiganya masuk ke sebuah toko tas bermerek


Tampak pelayan langsung menghampiri Ayana dan teman-temannya setelah melihat beberapa tas akhirnya Ayana menunjuk sebuah tas yang sangat indah sementara itu milih yang juga berada di pusat perbelanjaan tersebut tanpa sengaja melihat ayahnya dan teman-temannya di sebuah toko tas bermerek yang sangat mahal


"Ini tas yang anda inginkan ucap pelayan tersebut sambil memberikan sebuah tas kepada ayana, "apa menurut kalian ini sangat cantik aku merasa tas ini sesuai dengan yang aku inginkan." ucap Ayana


"Ya itu sangat cantik sangat sesuai denganmu sebaiknya Kau beli saja tas itu." ucap Lisa, aku akan melihat berapa harganya tampak Ayana langsung melihat label harga yang ada di tas tampak matanya melotot melihat harga yang tertera di tas tersebut "Astaga tas sekecil ini kenapa mahal sekali aku pikir harganya hanya ratusan ternyata miliaran." ucap Ayana

__ADS_1


"Ada apa Kenapa wajahmu berubah seperti itu saat melihat lebar harganya." tanya Lisa, "coba kau lihat ini lihatlah harganya 2 m apa kau pikir etnis akan marah jika aku membeli tas sekecil Ini dengan harga yang seperti itu." ucap Ayana


"Bagaimana bila kita mencobanya saja jika dia tidak marah maka kau bisa mengambil tas ini dan tas yang kau incar sejak dulu." ucap Lisa, "Lisa benar Ayana kita coba saja jika memang dia marah Kau kan bisa mencicil untuk mengganti uang tersebut dengan gajimu dan kau bisa meminta kakak Daniel membatu." ucap Dita


"Kalian juga boleh memilih tas masing-masing satu terlanjur basah ya sudah basah sekalian daripada hanya aku yang terkena masalah sekalian juga kalian terkena masalah itu jika memang benar akan hal ini tapi jangan khawatir aku yang akan bertanggung jawab." ucap Ayana


"Benarkah jadi kau menyuruh mengambil tas kesukaan kami juga." tanya Lisa, ayana mengaguk mantap, tampak ketiga gadis tersebut langsung memilih tas yang mereka sukai setelah merasa cukup mereka Langsung ke kasir sementara milih terus melihat Apa yang dilakukan oleh Ayana dan teman-temannya tampak milih terkejut melihat kartu yang dipegang Ayana


Sementara itu di perusahaan tampak Ernest tersenyum melihat notifikasi dari ponselnya Dia sangat bahagia karena istrinya menggunakan uangnya dengan semestinya sementara itu Ayana terus melihat ponselnya menunggu jika Ernest menghubunginya atau bertanya tentang barang yang dia beli Setelah menunggu 20 menit ayatnya langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku bajunya "Sepertinya dia tidak peduli dengan berapa banyak yang Aku belanjakan lihatlah dari tadi aku menunggu panggilan teleponnya untuk memarahiku tapi dia tak meneleponku." ucap Ayana


" Itu bagus berarti dia bukan seorang suami yang pelit kau mendapatkan suami yang tepat mari kita lanjut berbelanja lagi Sepertinya kau harus mempunyai baju yang lebih baik saat ini dan beberapa set perhiasan." ucap Lisa


"Sudahlah beli saja ini adalah sumber investasi yang bagus siapa tahu saja barang tersebut bisa berguna suatu saat nanti saat kau pergi ke sebuah pesta." ucap Lisa


"Kau betul juga Baiklah Ayo kita ke toko perhiasan Aku juga ingin melihat beberapa berlian yang pernah aku lihat di sebuah majalah." ucap ayana lalu mereka berjalan keluar dari toko tersebut menuju toko perhiasan, Meli terus mengikuti mereka "dari mana dia mendapatkan kartu itu walaupun keluarga ayahnya termasuk keluarga yang kaya tapi tak mungkin dia seboros itu membelanjakan barang yang tidak begitu penting baginya apalagi sampai memberikan Dita dan Lisa tas bahkan sekarang mereka menuju tempat perhiasan bahkan Kaka Daniel saja kakaknya Tak memiliki kartu itu tapi berapa ya total belanjaan yang dia beli aku jadi sedikit penasaran." ucap Meli lalu bergegas masuk ke toko tas untuk bertanya, tampak meli shyok mendengar jumlah belanjaan milik ayana


Sementara ayana dan teman-teman yang sudah berada di depan pintu toko perhiasan Tapi saat Ayana akan masuk ke toko tersebut seseorang dari belakang tampak langsung mendorong masuk membuta Ayana hampir saja jatuh untung saja Lisa dengan cepat menegang Ayana

__ADS_1


"Kalian ini sudah jalannya lambat untuk apa juga masuk ke toko perhiasan yang mahal seperti ini sebaiknya kalian ke toko sebelah yang menjual pernak-pernik." ucap seorang wanita yang baru saja masuk dengan temanya


"Seharusnya kau meminta maaf bukan menyalahkan kami, memang kau siapa mengatakan itu pada kami dasar wanita jadi-jadian." ucap Lisa kesal


"Dasar anak kecil." ucap wanita tersebut lalu berjalan menuju tempat perhiasan, selamat siang nona silahkan ini ada perhiasan terbaru di toko kami." ucap pelayan


"Sudahlah Lisa biarkan saja,jika kau bertengkar aku akan pulang." ancam Ayana, baikalah ayo kita pergi memilih perhiasan lalu pulang ke rumah." ucap Lisa


"Selamat datang nona silahkan melihat perhiasan." ucap seorang pelayan, sementara pelayan yang melayani wanita yang di sebelah langsung datang ke arah ayana dan yang lain "tak ada diskon dan Haraga perhiasan di sini sangat mahal jika tak berniat membeli sebaiknya pergi saja." ucap pelayan tersebut lalu pergi


Pelayan yang melayani Ayana tampak merasa tak enak mendengar perkataan seniornya tersebut, "maaf nona silahkan pilih." ucap pelayan, "ambilkan perhiasan paling mahal di toko ini biar temanku memilihnya dia ingin membelinya dan ingat kau yang akan melakukan pelayanan pada kami." ucap Lisa yang jengkel, pelayang tersebut terkejut


"Lisa apa yang kau lakukan, pasti harganya sangat mahal apa yang aku akan katakan pada Kaka Ernest jika dia bertanya aku membeli perhiasan semahal itu ." ucap Ayana


"kau tenang saja aku yang akan bertanggung jawab." ucap lisa, pelayan tersebut segara pergi mengambil perhiasan tersebut bahkan sang manajer ikut Keluar "maaf Nona ini adalah perhiasan tebaik dan termahal di toko kami hanya ada dua set dengan motif dan warna berbeda amu warna pink apa putih." tanya pelayan tersebut dengan di dampingi manajer


"Aku suka yang warna Pink ." ucap Ayana lalu mengeluarkan kartunya, sang manajer dengan cepat melayani Ayana , "ingat kalian berdua harus ikut bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan hari ini." bisik Ayana di telinga Lisa dan Dita .

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2