
Ayana yang sudah berada di dalam mobil bersama Ernest dan sudah melaju menuju kediaman orang tua Ayana, "sayang memangnya Apa yang kau beli sepertinya yang kau makan itu rasanya enak bolehkah aku mencobanya ." tanya Ernest saat melihat jajanan yang dipegang oleh Ayana sosis panggang dan pentol goreng
"kata Kakak makan pinggir jalan tidak higienis dan tidak baik untuk kesehatan sebaiknya Kakak membelinya di restoran saja itu pun kalau ada." ucap Ayana sambil terkekeh
Ernest mendekatkan mulutnya ke kuping Ayana "kau ingin memberikannya secara baik-baik atau aku ambil saja paksa aku akan mengambil dari bibirmu jika kau memakannya." ucap Ernest mengancam membuat Ayana langsung menyerahkan dan pentol goreng kepada Ernest
Ernest menekan sosis matanya berbinar begitupun saat memakan pentolan goreng, "ini apa enak sekali." ucap Ernest
"cemilan kami kaum yang suka makan di pinggir jalan." ucap kesal Ayana karena Erenst menghabiskan semua pentol dan sosis bakar milik Ayana
"Astaga sayang maafkan aku karena menghabiskannya aku akan menyuruh ramuan untuk membelinya lagi atau bisa menitipnya pada Lisa dan Dita agar mereka bisa membawanya ke rumah." ucap ernes
__ADS_1
"di bagasi masih ada kok Aku membeli lumayan banyak untuk aku makan di rumah oh iya kak Ramon Pak Dedi nanti kalian bisa makan juga." ucap Ayana
Ernest mendengar istrinya memanggil Ramon dengan sebutan kakak Langsung menatap tajam pada Ramon, membuta ramon tertunduk salahnya di mana," sejak kapan kau memanggil Ramon dengan sebutan kakak." tanya Ernest
"sejak tadi, memangnya kenapa kalau aku panggil kakak lagipula dia lebih tua dariku, apa Kakak Ramon keberatan aku memanggil Kakak." tanya Ayana
membuat Ernest langsung menatap tajam Ramon dengan kilatan mata yang menunjukkan Jika kau berani berkata iya aku akan membuatmu menyesal, "sebaiknya nyonya memanggil aku Ramon saja nyonya." ucap Ramon
sementara itu Lia yang sudah tiba di hotel langsung menuju kamarnya, "sial Bagaimana bisa Malik mengetahui bahwa aku ada di sana Malik Pasti akan sangat marah begitu dia mengetahui bahwa aku memasang penyadap di jam tangannya semoga dia tak menyadari hal itu." ucap lia
Sementara itu di kota c tepatnya di rumah Bella tampak Bella yang baru keluar dari kamarnya melihat ibunya yang tampak sangat kesal dengan pakaian rapi yang sepertinya habis keluar "ada apa dengan wajah ibu, sepertinya ibu habis keluar ibu dari mana." tanya Bella
__ADS_1
"kau Bella ibu dari kediaman Erenst untuk bertemu ibu Erenst , ibu ingin memperjelas semuanya dan berencana untuk menawarkan perjodohan pada ibu Ernest." ucap ibu Bella
"terus apa yang dikatakan Ibu Ernest apa dia setuju dengan perjodohan itu." tanya Bella penasaran
sepertinya dia menyerahkan seluruh urusan memilih istri pada Erenst dia bahkan tak mau berurusan Tetang pilihan putranya yang penting Ernest menyukainya." ucap ibu Bella, membuat Bella menghembuskan nafasnya kasar " aku pikir ibunya akan setuju karena selama ini dia sangat menyukai ku bahkan aku sering menginap di sana dia tak pernah keberatan melihat kedekatan ku dengan Ernest." ucap Bella
"katanya dia menganggap mu sebagai putrinya sementara Ernest menggap kau seperti adiknya." ucap ibu Bella
Bella tampak terdiam mendengar perkataan ibunya, kenapa tidak ada yang mendukung dirinya padahal dia sengaja mendekati keluarga Ernest untuk mencari dukungan selama ini .
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya
__ADS_1