
tampak ibu Ernest bergegas mendekati sang ibu yang sedang duduk santai "ibu ini telepon dari Ernest sepertinya dia baik-baik saja tapi Ramon terluka parah dan sekarang sedang dalam perawatan apakah ibu ingin berbicara dengan Ernest." tanya ibu Erna sang nenek langsung mengambil ponsel dari tangan ibu Ernest, cucuku sayang bagaimana keadaanmu apa kau baik-baik saja dan bagaimana Ramon apa lukanya sangat parah sebaiknya mulai sekarang kalian lebih berhati-hati kita tidak mengetahui musuh bisa saja orang terdekat kita menjadi musuh kita." ucap nenek Ernest di balik telepon
"iye nenek aku tau bahkan aku tau hal tersebut dari kecil, aku akan sangat berhati-hati karena aku harus melindungi keluargaku." ucap Ernest yang mengingat istrinya yang sedang hamil
"kau harus cepat menikah agar memiliki keluarga sendiri walaupun aku dan ibumu adalah keluarga tapi tetap saja kami sudah tua entah sampai kapan kami bisa bersamamu." ucap nenek Ernest yang berpikir keluarga yang di maksud Ernest adalah dirinya dan ibu Ernest
__ADS_1
Ernest menurutkan alisnya saat mendengar perkataan neneknya bukankah kemarin dia sudah mengatakan bahwa dia sudah menikah mengapa demikian bisa lupa dengan sangat mudah, "nenek aku sudah menikah dengan seorang wanita yang bernama Ayana dan sekarang dia sedang hamil 5 bulan itulah mengapa aku tidak membawanya ke kota c aku akan datang ke sana setelah bayi kami lahir beberapa bulan kemudian bukankah aku sudah mengatakannya pada nenek dan ibu bahwa aku telah menikah." ucap Ernest
mendengar perkataan serius cucu cepat langsung menjatuhkan ponselnya dan diam kaku di tempat dia tak menyangka bahwa cucunya serius atas perkataan yang kembar yang dia pikir itu hanyalah sebuah lelucon karena tak pernah dekat dengan wanita manapun selain Bella ibu Ernest yang melihat ponselnya terjatuh langsung memungut ponsel tersebut "ada apa ibu kenapa ibu menjatuhkan ponselnya." tanya ibu Ernest sambil memegang ponsel, halo halo sementara di sebelah sana Ernest masih tersambung, melihat mertuanya yang tampak syok membuat ibu panik tapi saat menyadari bahwa ponselnya masih tersambung dengan Ernest langsung mendekatkan ponsel tersebut ke telinganya "aduh apa yang terjadi kenapa nenekmu tiba-tiba seperti orang yang sedang syok baiklah ibu harus mengurus nenekmu nanti ibu akan bicara lagi denganmu." ucap ibu Ernest lalu mematikan sambungan telepon
sementara itu di kediaman Ernest tampak ibu ernes sangat khawatir melihat keadaan mertuanya yang terdiam dengan pandangan lurus ke depan "ibu ada apa kumohon sadarlah ibu aduh ibu jangan sampai ibu kemasukan aduh aku harus memanggil orang pintar kalau seperti ini." ucap ibu ernes terlihat panik saat hendak berjalan mencari salah satu pembantunya untuk memanggil orang pintar Tiba-tiba tangannya di Tarik oleh ibu mertuanya
__ADS_1
"tolong cubit ibu, sepertinya ibu berhalusinasi atau mimpi tadi Ernest menelepon dan yang paling ibu tak percaya dia mengatakan bahwa dia telah menikah dan istrinya hamil lima bulan kau percaya itu." ucap nenek Ernest
tampak ibu Ernest terlihat bingung setelah mendengar perkataan mertuanya tentang putranya.
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1