BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
7


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain Bella tampak sumringah apalagi Ernest akan datang, "sayang Apa kau sudah bertemu Ernest Bagaimana apakah dia akan." datang tanya ibu Bella


"Iya aku yang langsung menemui Ernest di bandara dan mengundangnya untuk datang Aku yakin dia pasti akan datang Apakah ibu l pernah membicarakan tentang perjodohanku dengan ibu Ernest ." tanya Bella


"Aku belum mengatakan apapun pada ibu Ernest tapi bukannya kau dan Ernest memiliki hubungan spesial Karen hanya kau wanita yang paling dekat dengannya aku pikir kau sebaiknya bertanya kepada Ernest tentang hubungan kalian dan ini adalah waktu yang tepat apalagi dia akan datang sebagai tamu yang paling ditunggu siapa tau Ernest melamar mu malam ini." ucap Ibu Bella


Sementara itu di sebuah rumah mewah tampak seorang wanita sangat kesal kepada suaminya yang pulang dengan tangan kosong "Ayah ini bagaimana kan itu harta milik orang tua ayah, bagaimana bisa ayah tak mendapatkan sepeserpun." ucap wanita tersebut


"Ayahku telah memberikan semua hartanya kepada Ernest dan ibunya dan tak ada sedikitpun harta yang dia tinggalkan untuk kita tapi kita kan masih bisa hidup aku memiliki perusahaan walaupun tidak besar tapi bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup kita." ucap laki-laki paruh baya yang saat ini sedang duduk di hadapan wanita tersebut


Memang kita masih bisa hidup berkecukupan tapi Ibu tidak bisa hidup menjadi wanita sosialita seperti dulu lagi kau bilang harta itu atas nama mu tapi kenapa setelah kematian ayahmu semua harta menjadi nama Ernest dan juga ibunya terus anak-anak kita bagaimana ingat kita juga mempunyai anak laki-laki tapi kenapa mereka tak pernah menganggapnya sebagai cucu bahkan sampai akhir hayat, ibu tidak mau ayah harus memaksa ayu memberikan setengah harta itu, anaknya sudah memiliki banyak harta." ucap wanita tersebut tanpa malu


"Aku tidak bisa berbuat banyak ibuku pasti akan marah apalagi Ernest sudah sangat dewasa dan memiliki kekuasaan yang besar jika sampai aku melakukan hal yang tidak pantas kepada ibunya bisa-bisa dia akan menghancurkan ku, dia belum melakukan apapun karena ada ibuku." ucap pria tersebut


"Alasan justru karena itu kita harus mengambil harta tersebut andaikan sudah memiliki banyak harta untuk apa juga dia ingin menguasai harta milik ayahmu ini pasti karena ayu ingin memiliki harta tersebut." ucap wanita tersebut yang merupakan ibu tiri Ernest

__ADS_1


Sementara itu seorang pria yang sedang duduk di sebuah ruangan tampak sedang membersihkan senjata miliknya "Ernest kau mendapatkan segala-galanya sedangkan aku hanya dicap sebagai anak haram oleh seluruh orang tapi semua itu tak akan lama lagi setelah aku menghabisi mu dan seluruh keluargamu maka tak akan ada yang berani memanggilku anak haram lagi." ucap pria tersebut sambil tersenyum penuh arti melihat foto Ernest dan ibunya


Sementara itu di kediaman Ayana tampak Lisa, Dita dan Ayana keluar dari kamar tapi saat melewati ruang tamu tampak Ibu Ayana menegur mereka bertiga "kalian hendak ke mana." tanya ibu Ayana


"Kami ingin membeli sesuatu di luar ibu sehingga kami bisa nonton sambil memakan sesuatu." ucap Lisa mencari alasan


"Ayana apa kau baik-baik saja kenapa wajahmu seperti itu apakah ada sesuatu yang terjadi padamu." tanya ibu Ayana sekali lagi saat melihat raut wajah ayahnya yang terlihat pucat dan tertekan


"Aku baik-baik saja Ibu aku sedang datang bulan membuat perutku sakit dan kurang nyaman itulah mengapa aku seperti ini." ucap Ayana bohong


"Sepertinya Ibu salah itu yang bulan lalu ibu." ucap ayana bersama meyakinkan sang ibu


"Baiklah hati-hati saat kalian keluar." ucap Ibu Ayana melanjutkan kegiatannya membaca majalah


Ketiga orang gadis tersebut sudah masuk ke dalam mobil milik Lisa, Lisa langsung mengemudikan mobilnya menuju ke hotel, Sementara itu di hotel Melly tampak sumringah dan bahagia dia tidak tahu apa yang sedang menunggunya tak berselang lama pintu di ketuk, meli berpikir itu pria yang dia tunggu membuat Meli sangat bahagia tapi saat dia membuka pintu Dia sangat terkejut saat melihat kedatangan Lisa Dita dan Ayana dengan pandangan yang sulit diartikan

__ADS_1


Ayana langsung masuk ke dalam kamar hotel begitu pun Dita dan Lisa, Meli sedikit bingung dengan reaksi ketiga orang yang masuk begitu saja tanpa senyuman bahkan seperti tak ada dirinya di hadapan mereka Meli lantas menutup pintu "aku pikir kalian akan menginap di rumah Ayana." ucap Meli


"Katakan padaku Kenapa bisa melakukan hal sekeji itu padaku kita sudah berteman dari kecil bahkan keluargaku dan keluargamu sangat dekat aku selalu menganggapmu sebagai keluarga begitupun kedua orang tuaku selalu menganggap kau sebagai anaknya Tapi mengapa kau bisa melakukan hal sekeji itu padaku setiap kau membutuhkan sesuatu aku selalu memberikannya padamu bahkan kedua orang tuaku selalu memberikan biaya hidup padamu setiap bulan." ucap ayana tak bisa menahan diri lagi


Meli nampak terkejut mendengar pertanyaan Ayana apalagi selama ini tak ada yang mengetahui bahwa keluarga Ayana lah yang sudah menopang kehidupan keluarganya Melly sedikit bingung kenapa tiba-tiba Ayana mengatakan hal tersebut


" Ada apa ayana apa yang aku lakukan padamu hal Keji apa, apa kau memang ingin mengatakan pada semua orang bahwa selama ini keluargamu yang telah menopang hidupku sehingga kau berbicara sembarangan tentang Aku melakukan hal keji padamu kau sungguh pandai berdusta, aku tau aku hanya anak seorang pekerja tapi selama ini aku tak pernah meminta keluarga mu untuk membantu, dan sekarang kau menuduhku yang bukan-bukan." ucap Melly berbalik menuduh Ayana dan seolah-olah dialah di sini yang jadi korban


Dita dan Lisa ingin sekali mencakar muka tampak di wajahnya tak ada penyesalan Ayana tersenyum simpul ternyata ini adalah wujud asli dari sahabatnya "jadi kau berpikir aku disini yang bersalah dan memfitnahmu baiklah Lisa perlihatkan rekaman Yang tadi kita tonton biar dia mengerti." ucap Ayana


Kata rekaman membuat Meli sedikit tegang dia tak pernah berpikir bahwa ada bukti kejahatan yang dia lakukan " langsung mengambil ponsel miliknya lalu melemparkan pada Meli "lihat baik-baik isi rekaman ini." ucap Lisa, tampak milih menelan silvernya dengan kasar saat melihat isi rekaman di mana Dia sedang berbicara dengan Nando melalui sambungan telepon tentang bagaimana dia menjual Ayana secara tidak langsung kepada Nando


"Terus masalahnya di mana lagi pula aku kan menjualmu pada Nando tapi kan bukan Nando yang melakukannya jadi bagiku itu bukan masalah." ucap meli tanpa dosa seolah-olah perbuatannya adalah hal yang biasa baginya.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2