BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
57


__ADS_3

"Terus apa yang harus aku lakukan Ibu kalau sampai teman-temanku tahu aku pasti akan sangat malu karena aku sudah mengatakan pada mereka bahwa aku memiliki hubungan spesial dengan Ernest dan kami akan segera bertunangan." ucap Bella


"Ibu juga masih berpikir Apa yang harus kita lakukan kau tahu kan teman-teman arisan ibu sangat menanti undangan pernikahanmu dengan Ernest apalagi ayahmu yang sangat yang memiliki harapan besar terhadap Ernest Dan dirimu." ucap Ibu Bella, tampak di pekarangan rumah mobil ayah bilang masuk membuat Bella dan ibunya tampak saling memandang "ingat rahasiakan semuanya dari ayahmu Aku tak ingin dia kecewa." ucap Ibu Bella


"Aku mengerti ibu tapi bagaimana jika ayah sampai bertanya macam-macam padaku aku bingung harus menjawab apa." ucap Bella


"Kau cukup menjawab secukupnya saja jangan sampai keceplosan." ucap ibu Bella, tempat ayah Bella masuk ke dalam rumah melihat sang putri yang sudah kembali membuat Ayah Bella langsung tersenyum "Kau sudah pulang Bella Bagaimana kabarmu Apakah kau sudah bertemu dengan Ernest di sana kau ini membuat Ayah dan ibumu khawatir saja kenapa begitu kau tiba di kota A kau tak mengabari kami akhirnya Ayah menghubungi Ernest untuk mencari tahu keberadaanmu tapi ayah bersyukur kau baik-baik saja." ucap Ayah Bella


"Iya ayah aku baik-baik saja sepertinya Ayah sangat bahagia hari ini." ucap Bella


"Ayah sangat bahagia hari ini ayah mendapatkan proyek yang besar dan ini akan sangat bagus untuk perusahaan tapi masalahnya aku ingin meminta sedikit bantuan Ernest untuk proyek ini aku harap dia bersedia datang ke kota C." ucap Ayah Bella


Tampak Bella dan ibunya saling memandang "memangnya proyek apa itu Ayah sampai ayah harus melibatkan Ernest di dalamnya." tanya sang ibu


"Ini proyek pembangunan hotel semenjak kabar kedekatan Bella dan Ernest terbuka di publik banyak pihak-pihak yang ingin berinvestasi di perusahaan tapi kali ini pemilik hotel tersebut ingin bekerja sama tapi sebelumnya Mereka ingin mengadakan acara makan malam dan mengundang Ernest untuk makan bersama, Ayah bangga padamu bila kau berhasil menaklukkan orang seperti Ernest." ucap Ayah Bella


"Terima kasih Ayah aku pasti akan melakukan yang terbaik untuk bisa bersama Ernest." ucap Bella


"Anak pintar Ayo kita makan siang bersama Ayah sudah sangat lapar Ayah sengaja pulang lebih awal untuk makan siang bersama." ucap Ayah Bella lalu bangkit menuju ke meja makan


Bella dan ibunya tampak saling melirik lalu bangkit mengikuti sang ayah yang sudah duluan di meja makan

__ADS_1


Sementara itu Lia yang sudah berada di kamar hotel tampak Sedang berpikir ide apalagi yang akan dia keluarkan agar Malik dapat mempercayainya sementara Malik sangat penasaran kenapa lia mengetahui apa yang sedang dia lakukan Malik yang merasa kurang nyaman dengan yang terjadi selama ini kemudian mengalihkan mobilnya Dia tak langsung kembali ke hotel tapi pergi ke suatu tempat


"Tampak Malik sedang berada di sebuah rumah mewah penjaga langsung menghampiri Malik setelah mendapatkan identitas Malik dan beberapa barang di periksa sebelum di serahkan kembali ke pada Malik, pintu pagar lantas di buka mobil Malik melesat masuk ke dalam, Malik Langsung turun dan masuk ke dalam rumah setelah pelayan membukakan pintu


"Malik ada apa kau datang ke mari jangan bilang kau meminta bantuan untuk hal sepele." ucap seorang pria yang sedang duduk di sebuah kursi di taman


"Selamat siang tuan apakah tuan baik-baik saja, tidak aku datang kemari hanya ingin menjenguk tuan saja." ucap Malik


"Aku baik-baik saja, bagaimana apakah tugas yang aku suruh sudah kau laksanakan." tanya pria tersebut


"Sudah tuan proyek itu sudah berjalan sesuai dengan keinginan tuan." ucap Malik


"Sepertinya ada seseorang yang mengawasi mu." ucap pria tersebut, Malik menatap bingung," maksudnya apa tuan aku tak mengerti


"Sepertinya ada seseorang yang memasang sesuatu di jam tanganmu membutanya mengetahui di mana keberadaan mu." ucap pria tersebut


Sontak saja Malik terkejut mendengar perkatan pria tersebut padahal jam tangan tersebut sangat dia sukai dan jam tersebut tak pernah di pegangan oleh siapapun selain dirinya semenjak dia memilikinya, tuan jangan bercanda jam tangan ini tak pernah di pegangan oleh orang lain selain aku Selma aku membelinya." ucap Malik


"Mungkin saja pelakunya orang yang sangat dekat dengan mu sehingga kau tak menyadari bahwa dia melakukan hal itu." ucap pria tersebut


Malik langsung teringat pada Lia yang selalu dapat mengetahui keberadaannya, Malik mengepalkan tangannya dia tak menyangka Lia akan seberani itu padanya

__ADS_1


Sementara itu di kediaman Ayana tampak ayana yang sudah masuk ke kediamannya disusul oleh Ernest sementara Ramon dan Pak Dedi sedang mengeluarkan barang dari bagasi mobil


Ayana langsung masuk ke dalam kamar miliknya diikuti oleh Ernest "sayang apakah kau marah." tanya Ernest begitu menutup pintu kamar


Ayana tak menggubris perkataan Ernest tapi langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya, tampak pintu di ketuk Ernest langsung berjalan dan langsung membuka pintu tampak Ramon dan pak Dedy membawa beberapa bungkus makan, Ernest langsung menyuruh meletakkan di atas meja


Setelah beberapa menit Ayana keluar dari ruang ganti, melihat kantong yang tadi di bawa oleh Ramon dan pak Dedy Ayana bergegas mendekati bungkus tersebut, setelah mencari makanan yang dia inginkan dia sedikit bingung karena sudah tidak ada sedangkan Erenst entah ke mana karena penasaran Ayana keluar tampak Erenst sedang duduk bersama ibunya sambil makan sosis bakar dan pentol goreng miliknya


"Sayang kau sudah mandi kami sedang makan sosis dan pentol yang tadi di kamar dan sebagainya sudah di bawa Ramon dan pak Dedy dan sebagainya di bagikan untuk pelayan." ucap Erenst tanpa dosa


"Kakak jangan bilang Kakak sudah menghabiskan semua sosis bakar dan pentol miliki." teriak Ayana membuat Ernest langsung tersedak untung saja ibu Ayana cepat memberikan air


"Astaga sayang kenapa berteriak suamimu jadi terkejut, kan hanya pentol dan sosis bisa kita beli lagi." ucap ibu ayana


"Tapi aku mau makan itu ibu sekarang, awas kalau sampai kakak habiskan aku tidak mau lagi dekat-dekat kakak." ucap Ayana lalu masuk ke dalam kamar


"Maafkan anak ibu ya sayang tapi kau harus mengerti di sedang hamil, dan tadi dia hanya makan sedikit karena tak selera, untung dia masih mau makan walaupun jajanan seperti ini." ucap ibu ayana


"Iye ibu aku mengerti, sebentar aku mau susul Ayana dulu ibu apalagi besok kamu sudah pindah ke rumah ku aku tak ingin dia marah." ucap Ernest lalu bangkit untuk mengejar Ayana .


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2