BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
97


__ADS_3

"Tampak Mali melajukan mobilnya menuju rumah sakit Dia sangat penasaran sebenarnya apa yang terjadi kenapa bisa Daniel terluka dan ke mana perginya Ayana." ucap Malik sambil terus melajukan kendaraan yang menuju rumah sakit


Sementara itu di rumah sakit tampak ayah dan ibu ayahnya sangat bahagia karena akhirnya Daniel siuman dari dari komanya, apalagi dokter yang memeriksa Daniel mengatakan bahwa keadaan Daniel sangat baik dan kemungkinan besar dan yang akan segera pulih sementara Lisa belum ada tanda-tanda siuman Daniel melihat ke kanan ke kiri tampak sang ibu langsung memeluk putranya "sayang syukurlah kau sudah sadar ibu sangat khawatir jika sampai kau tak sadar dalam waktu satu kali 24 jam itu berarti kau mungkin saja akan koma dalam jangka waktu yang panjang." ucap ibu Daniel


"Air sang ibu yang mendengar perkataan putranya cepat-cepat memberikan air yang sudah ada di meja samping tempat tidur Daniel tampak Daniel meneguk air tersebut sedikit demi sedikit hingga air di gelas tinggal setengah setelah minum dan yang menutup matanya kembali lalu membukanya perlahan ibu bagaimana Lisa."ucap Daniel


Tampak wajah ibu Daniel yang sedikit khawatir saat Daniel menanyakan tentang Lisa "Lisa belum sadar sayang dia masih, tapi tenang saja dia ada di sebelahmu hanya dipisahkan oleh sekat ini karena ibu yakin kau pasti akan menanyakan Lisa." ucap sang ibu yang sangat mengerti putranya tampak Daniel menutup matanya karena merasa lega


"Bisakah aku melihatnya ibu aku sangat khawatir padanya aku harap dia baik-baik saja." ucap Daniel, tampak sang ibu menarik tirai antara ranjang Daniel dan Lisa sementara Dinda yang sedang menjaga Lisa tampak sedikit terkejut saat Dinda yang melihat dan sudah sadar tanpa tersenyum cerah dan yang langsung melihat ke arah Lisa tampak terbaring tak berdaya dengan beberapa selang di tubuhnya


Sementara itu Malik yang sudah tiba di rumah sakit tampak langsung turun dari mobilnya menuju ke resepsionis untuk bertanya tentang pasien yang bernama Daniel sang perawat nampak memberitahukan nomor kamar pasien tersebut setelah mendapatkan kamar milik Daniel Malik langsung bergegas menuju kamar Daniel

__ADS_1


Tampak Malik langsung mengetuk kamar bisa yang mendengar ketukan tersebut langsung berjalan menuju pintu untuk membuka pintu tampak Lita saling memandang dengan Malik pasalnya Lisa tidak mengetahui siapa Malik, "maaf apakah benar ini kamar perawatan Daniel tanya." Malik, kampak Dinda hanya mengangguk saja karena dia bingung harus menjawab apa tiba-tiba ayah Ayana yang baru saja datang membeli sesuatu langsung melihat pria yang ada di hadapannya Malik berbalik tampak ayah Ayana menautkan alisnya melihat Malik karena sepertinya ayah Ayana pernah melihat Malik sebelumnya


"Malik tampak tersenyum halo Paman apa kabar apakah Paman masih mengingatku." ucap Malik, tampak ayah Ayana sedikit bingung karena sepertinya dia sudah lupa tentang siapa Malik maaf anak muda tapi kamu tidak ingat siapa kau tapi sepertinya Paman pernah melihatmu apa kau teman Daniel." tanya ayah Ayana


"Aku teman Daniel namaku Malik aku sempat kekediaman Paman untuk menanyakan Daniel karena sudah beberapa hari ini aku tak bisa menghubungi Daniel dan pelayan mengatakan bahwa Daniel sedang dirawat di rumah sakit bolehkah aku menjenguk Daniel paman." tanya Malik


"Tentu saja kau bisa menjenguknya semoga saja dia sudah sadar ayo masuk." ucap ayah Ayana sambil mempersilahkan Malik masuk ke dalam kamar perawatan, sementara Dinda juga kembali ke sisi Lisa yang belum sadar


Di dalam tampak sang ibu yang sedang berinteraksi dengan Daniel tiba-tiba saja ayah nya datang melihat putranya yang sudah siuman sang ayah sangat gembira langsung memeluk putranya meninggalkan Malik yang tampak terpaku di depan ranjang milik Daniel "syukurlah nak kau sudah ciuman ayah sangat cemas karena kau tak kunjung sadar." ucap ayah Daniel


"Syukurlah oh iya Daniel ada temanmu yang ingin menjenguk dirimu tadi dia bertemu dengan ayah di depan pintu perawatan ucap ayah Daniel sambil memperlihatkan Malik yang tak jauh dari mereka ibu Daniel melihat dengan sesama Malik sepertinya ibu Daniel mengingat siapa Malik, "halo tante apa kabar hai Daniel syukurlah kau baik-baik saja maaf aku tak membawa apapun saat datang menjenguk mu karena aku sangat khawatir tadi aku kediaman orang tuamu untuk bertanya tentang dirimu tapi kata mereka kau dirawat di rumah sakit." ucap Malik

__ADS_1


Ibu Daniel yang hanya tersenyum simpul sementara reaksi Daniel tampak sedikit terkejut tapi dia juga mengerti mengapa Malik mencarinya karena sudah satu minggu ini mereka tak ada komunikasi sama sekali tapi yang Daniel khawatirkan jika tiba-tiba ayana datang bersama suaminya


Tampak Ayana yang sudah selesai membersihkan tubuhnya dan sedang duduk di depan meja rias untuk mengeringkan rambut miliknya Ernest ikut membantu untuk mengeringkan rambut istrinya yang tergerai indah "kakak apa benar tadi ibu dan nenek menghubungi kakak terus kakak mengatakan apa." tanya ayana kembali


Kau ini sayang apa kau sangat tidak percaya pada suamimu tadi ibu dan nenek menghubungiku lewat panggilan video tapi kau benar masih tidur jadi mereka mengatakan akan menghubungi kita lagi setelah kau bangun tidur itulah mengapa aku menyuruhmu untuk mandi agar kita bisa menghubungi kembali ibu dan nenek setelah itu kita bisa pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Daniel karena aku dengar dan yang sudah siuman." ucap Ernest


"Benarkah wah itu berita yang sangat menggembirakan setelah aku dandan dan kita menelpon ibu dan nenekmu kita akan langsung ke rumah sakit." ucap ayan


Sementara itu di kediaman ibu dan nenek Ernest tanpa kedua wanita paruh baya tersebut terus memegang ponsel mereka sambil melihat jam menunggu Ernest untuk menghubungi mereka sesuai dengan janjinya "aduh kenapa Ernest lama sekali menghubungi kita apa dia juga ikut tertidur seperti istrinya tapi kan ini sudah sangat sore tidak baik jika seorang ibu hamil tertidur terlalu sore sampai menjelang magrib begini." ucap nenek Ernest


"Sabarlah ibu mungkin sebentar lagi Ernest akan menghubungi kita mungkin saja istrinya saat ini sedang mandi dan bersiap untuk menghubungi kita." ucap ibu Ernest

__ADS_1


Tampak ponsel ibu Ernest berdering membuat ibu Erna spontan mengangkat panggilan telepon tersebut tapi saat ibu Ernest mengangkat panggilan tersebut ibu Ernest langsung mematikan panggilan telepon tersebut dengan cepat ternyata panggilan telepon itu dari mantan suaminya yang entah ingin berbicara "apa ada siapa yang menghubungimu kenapa kau langsung mematikannya." tanya nenek Ernest .


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2