
Tampak ponsel tersebut jatuh membuat istri kepala sekolah langsung keluar dari kamar tersebut, dengan wajah pucat Pasih dia tak percaya dengan apa yang dia lihat tega-teganya suaminya membunuh seorang wanita hamil yang merupakan mantan muridnya
Sementara itu kepala sekolah yang berada di ruang penyidik tampak tenang apalagi karena dia memiliki pengacara yang handal, setelah di cecar berbagai pertanyaan kepala sekolah akhirnya di penjara sambil menunggu persidangan, kepala sekolah sedikit kecewa karena pengacaranya tak datang
Sementara itu di kediaman kepala sekolah istrinya tampak shyok berat, sang pelayan yang melihat nyonya seperti mayat hidup sontak panik, "nyonya sadar nyonya ." ucap pelayan tersebut sambil memegang tangan istri kepala sekolah karena tak ad reaksi pelayan tersebut langsung mengambil air minum dan minyak angin, tampak pelayan itu menyodorkan air minum ke mulut istri kepala sekolah
Setelah beberapa menit akhirnya istri kepala sekolah mulai sadar, "bibi ." ucap istri kepala sekolah lalu menangis tersedu-sedu sambil memeluk pelayan yang memberinya air
"Ada apa nyonya apakah sesuatu terjadi pada tuan, tadi aku melihat polis membawa tuan." ucap pelayan tersebut
"Kenapa ini bisa terjadi aku tak menyangka pria yang aku nikahi bisa menjadi seorang penjahat apa dia tak mengingat dia mempunyai seorang putri." ucap istri kepala sekolah
Pelayan tersebut tak terlalu mengerti apa yang di maksud oleh nyonya, sabar nyonya ini adalah ujian, sebaiknya nyonya beristirahat terlebih dahulu, tampak sebuah ketukan mengalihkan perhatian sang pelayan membuatnya bangkit ternyata para polisi yang akan mengeledah kediaman kepala sekolah setelah tadi mereka mengeledah kantor kepala sekolah
Tampak pelayan sedikit bingungan atas kedatangan polisi, "nyonya di luar ada polisi yang datang." ucap pelayan tersebut
"Suruh saja mereka masuk." ucap istri kepala sekolah yang saat ini duduk di sofa dengan perasaan hancur, para polisi tersebut masuk, selamat malam nyonya kami datang kemari untuk mengeledah barang-barang milik bapak ini surat perintah pengeledahan." ucap polisi memperlihatkan surat pengeledahan
"Silahkan pak maaf aku tak mengantar lakukan apapun yang menurut bapak benar nanti ada pelayan yang akan mengarahkan ke kamar kami." ucap istri kepala sekolah
__ADS_1
Pelayan tersebut langsung mengantar kan para polisi ke kamar kepala sekolah tampak polis langsung mengeledah dan menemukan ponsel di lantai serta tas kepala sekolah dan pakain yang di gunakan kepala sekolah saat kejadian, setelah mengambil semua barang bukti para polisi tersebut langsung pergi dari rumah tersebut
setelah kepergian para polisi tersebut istri kepala sekolah langsung jatuh pingsan karena dia yakin suaminya sudah pasti akan dipenjara atas kasus pembunuhan
pelayan yang melihat hal tersebut langsung panik dengan cepat mencari pertolongan untuk membawa istri kepala sekolah ke kamarnya untuk beristirahat, pelayan tersebut langsung menghubungi dokter yang biasa di panggil jika ada yang sakit, tak berselang lama dokter tersebut datang langsung memeriksa kondisi istri kepala sekolah
sementara putri kepala sekolah yang berada di luar negeri tampak tak mengetahui apa yang terjadi pada ayahnya, apalagi dia tinggal di asrama khusus permpuan dan jarang menonton berita karena fokus belajar
Sementara itu di media sosial tampak semua orang heboh setelah mengetahui siapa pembunuh meli mereka tak menyangka bahwa kepala sekolah mereka adalah orang yang telah membunuh Meli
sementara Ayana, Dita dan Lisa yang melihat berita tersebut dari kediaman mereka langsung melakukan panggilan video kini ketiganya sudah terhubung oleh panggilan video "Astaga Apa kalian sudah melihat berita yang beredar ternyata pembunuhnya adalah kepala sekolah kita ucap Dita saat panggilan video sudah tersambung
"aku sangat terkejut mendengar berita ini Bukankah selama ini setelah kita lulus Meli sudah tak berhubungan lagi dengan kepala sekolah tapi kenapa tiba-tiba terjadi seperti ini." ucap Lisa
"entahlah aku tidak mengerti apa yang terjadi tapi sepertinya menurut berita yang beredar kepala sekolah menghamili meli dan saat Meli meminta pertanggungjawabannya kepala sekolah gelap mata dan membunuh meli." ucap Ayana
"benar kabar yang beredar juga seperti itu tapi ada kabar yang lain kepala sekolah mengatakan bahwa anak yang dikandung oleh Meli bukan anaknya jadi dia merasa marah saat meli meminta pertanggungjawabannya padahal dia sudah steril." ucap Lisa
"intinya kepala sekolah sudah membunuh meli dia harus di hukum seberat-beratnya walaupun meli salah tidak seharusnya kepala sekolah membunuhnya apalagi dia sedang hamil dia kan bisa melakukan tes DNA jika memeng anak meli bukan anaknya, tapi di justru memilih membunuh meli." ucap Ayana
__ADS_1
"kau benar Ayana aplagi kepala sekolah seorang pendidik seharusnya dia yang melindungi kita sebagai mantan anak didiknya." ucap Lisa
"jadi kalian sudah mendapatkan informasi di mana jenazah meli akan di bawa ke rumahnya atau ke mana." tanya Ayana
"sepertinya jenazah meli akan di bawa ke rumah ayahnya, Karena menurut informasi yang aku dengar dari teman-teman yang lain ayah meli yang mengurus jenazah meli." ucap Dita
"pasti ayahnya sangat terpukul karena ayahnya tak menikah lagi dan meli adalah satu-satunya anak yang dia miliki." ucap Ayana, setelah bercerita panjang lebar akhirnya mereka memutuskan mengakhiri panggilan video tersebut
sementara Erenst yang baru keluar dari kamar mandi lengkap dengan pakaian tidur langsung berjalan menuju ranjang melihat istrinya yang terdiam dengan pandangan ke depan membuat Ernest bingung
"sayang ada apa kenapa kau seperti orang yang sedang memiliki masalah ." ucap Ernest
"kau sudah mandi, tidak aku memikirkan meli, walaupun dia jahat padaku tapi aku tak mengira dia akan di bunuh oleh kepala sekolah kami." ucap Ayana
"meli teman yang menjebak mu sehingga kita bisa menikah." ucap Ernest, Ayana mentap Ernest "kakak aku sedang tak bercanda, iya meli yang itu." ucap Ayana
"astaga siapa yang bercanda Sayang aku bertanya seperti itu untuk memperjelas saja, seharusnya aku melayat ke pemakamannya dan mengucapkan terimakasih karena menjebak dirimu hingga akhirnya kau jadi milikku." ucap Ernest
Ayana menghembuskan nafasnya kasar "Kakak ini ada-ada saja sudahlah aku Malas berbicara sama kakak aku mau tidur." ucap Ayana lalu menarik selimutnya
__ADS_1
Ernest bingung menatap Ayana salahnya di mana coba dasar perempuan entah apa isi otaknya, semuanya selalu salah di matanya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya