
Kini kepala sekolah kini kepala sekolah sudah berada di dalam mobilnya dengan hati riang Dia menuju ke apartemen mili di mana dia sudah mempunyai rencana matang agar bisa membongkar Meli
Kini Daniel dan Lisa sudah berada di tepi pantai Daniel ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Lisa "sayang dengarkan aku wanita tadi adalah rekan bisnis ku, kami hanya rapat di tempat itu saja tapi aku tak mempunyai hubungan spesial dengannya aku mohon Sayang aku harus percaya padaku." ucap Daniel
"Mana ada orang rapat dengan cewek cantik di tempat makan iga bakar apalagi sambil tertawa dan tersenyum." ucap Lisa
"Astaga sayang Aku kan tadi sudah menjelaskan waktu pertama datang di ruangan VIP bahwa rekan bisnis itu sangat suka Iga bakar dan masa aku harus cemberut menghadapinya atau marah kan itu tidak mungkin." ucap Daniel
Lisa tampak terdiam mendengar penjelasan Daniel, apa kakak yakin dia rekan bisnis kakak tapi sepertinya dia sangat menyukai kakak buktinya saja dia terus tersenyum sambil melihat kakak ." ucap Lisa namanya Wanita di jelaskan bagaimana pun tetap akan mencari topik lain
"Astaga sayang aku tak tahu dia menyukaiku apa tidak yang pasti aku tidak menyukainya lagi pula aku tidak tahu aku hanya bertemu dengannya sebagai rekan bisnis setelah itu aku tak pernah janjian secara pribadi dengannya." ucap Daniel
Sementara itu di restoran ternyata rekan kerja Daniel tidak langsung pulang setelah makan dia menunggu Daniel Tapi saat dia melihat Daniel dia tak menyangka bahwa Daniel akan menarik seorang wanita yang masih muda keluar dari restoran, " siapa wanita muda itu apakah dia adik Daniel atau adik sepupunya tapi sepertinya Wanita itu sangat penting bagi Daniel Apa aku bertanya saja pada Daniel siapa wanita itu aku pikir Daniel memiliki perasaan yang sama denganku." ucap wanita tersebut sambil mengambil tasnya lalu keluar dari restoran
Sedangkan Dita dan Ramon yang sudah masuk ke dalam mobil, tampak muka Dita yang cemberut karena dipaksa oleh Ramon masuk ke dalam mobil, "mukanya nggak usah seperti itu juga kali kau seharusnya bersyukur ada seorang pria tampan kaya dan baik seperti itu yang mengantarmu pulang ke rumah, kau tahu kita ini bagaikan aku pangeran dan kau upik abunya jadi kau harus bersyukur ada seorang pangeran setampan aku yang mau mengantarmu pulang." ucap Ramon
__ADS_1
Dita langsung memandang ke arah Ramon dengan pandangan yang sulit diartikan "Apa kau bilang tampan, baik dan seorang pangeran apa kaca di rumahmu kurang atau kau tidak pernah berkaca sama sekali." ucap Dita
"Kaca aku punya banyak kaca, bahkan Aku memiliki kaca yang besar sekali di kamarku memangnya ada apa." tanya Ramon
"Kau sudah memiliki berbagai macam kaca dan bahkan memiliki kaca besar tapi kau tidak sadar diri juga hei kadal buntung wajahmu itu pas-pasan, pangeran....... pangeran dari comberan." ucap Dita
"Apa kau bilang dasar wanita buta sebaiknya kau memeriksa matamu di dokter mata kau mungkin memiliki penyakit katarak." ucap Ramon
Kini Ayana dan Ernest sudah tiba di kamar mereka tampak Ayana langsung berbaring sepertinya sedikit lelah sementara Ernest langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya begitu Ernest keluar dari kamar mandi dan berpakaian, Ernest langsung menghampiri istrinya yang tertidur, "Astaga Sayang ini masih sore Tapi kau sudah tidur mungkin kau sangat lelah apa sebaiknya aku bicara dengan dekan agar Ayana bisa beristirahat di sebuah ruangan tapi ayana pasti akan marah jika dia merasa diistimewakan di kampus, Ernest berbaring di samping istrinya sambil mengelus wajah Ayana aku tau kau belum sepenuhnya menyukai ku." ucap Ernest
Aku yakin dia pasti tak akan bisa berbuat macam-macam ucap Melly tak berselang lama bel pintu berbunyi Melly langsung bangkit dan berjalan menuju pintu apartemen miliknya dia membuka pintu dengan senyuman dengan pakaian terbuka tampak kepala sekolah berada di depan pintu "silakan masuk Sayang." ucap Meli
Kepala sekolah langsung masuk ke dalam apartemen kemudian duduk di sofa setelah kepala sekolah masuk meli langsung menutup dan mengunci pintu meli langsung berjalan dan duduk di samping kepala sekolah "jadi Sayang bagaimana apa kita ke kamar terlebih dahulu Setelah itu kita akan membicarakan hal ini." ucap Meli menggoda kepala sekolah
Kepala sekolah yang melihat milih hanya menggunakan baju satu tali dengan ****** ***** tampak tergiur dengan tubuh Meli kepala sekolah langsung mengarahkan matanya ke arah ranjang sambil bangkit menuju kamar milih tersenyum puas mengikuti langkah kepala sekolah ke dalam kamar setelah mereka berdua masuk pintu kamar pun ditutup, setelah 1 jam tampak pintu kamar terbuka kepala sekolah duduk kembali di sofa bersama Meli
__ADS_1
"Apakah kau sudah memeriksakan kan denganmu ke dokter dan apa katanya." tanya kepala sekolah
"Aku baru minggu lalu memeriksakan kandunganmu kepada dokter dan dia mengatakan baik-baik saja hanya aku perlu istirahat soalnya usia kandunganku baru menginjak satu bulan jadi aku harus ekstra hati-hati." ucap Meli
"Benarkah bagaimana kalau kau gugurkan saja kandunganmu terlebih dahulu aku pasti akan menikahimu Tapi saat ini waktunya tidak tepat kau tahu kan istriku pasti akan membuatku kehilangan pekerjaan." ucap kepala sekolah
"Aku tidak mungkin menggugurkan kandungan ini karena dokter sudah memperingati aku jika sampai aku menggugurkan kandungan ini takutnya aku tak bisa memiliki anak lagi di masa depan kita kan hanya menikah secara sirih istrimu tak akan tahu jika ada yang memberitahunya." ucap Meli
Tampak kepala sekolah menghembuskan nafasnya kasar melihat meli yang keras kepala dan dia yakin rayuannya pada Meli pasti tak akan berhasil
"Aku ingin minum teh hangat tolong kau buatkan aku air panas ." ucap kepala sekolah dengan sebuah niat jahat
"Baiklah sayang aku akan membuatkan teh spesial untukmu." ucap meli tanpa berpikir apapun karena merasa kepala sekolah tak mungkin berbuat yang tidak-tidak padanya
Setelah kepergian Meli tampak kepala sekolah mengeluarkan kotak yang berada di tasnya kemudian mengisi cairan yang ada di dalam botol pada sebuah jarum suntik, setelah melakukan hal tersebut kepala sekolah langsung bangkit dari tempat duduknya berjalan menuju dapur di mana Meli berada Meli yang tak menyadari keberadaan kepala sekolah sedang asyik bernyanyi sambil memasukkan gula ke dalam gelas saat melihat meli tak menyadari keberadaannya kepala sekolah langsung menuju ke belakang meli dan menusukan jarum suntik ke leher meli.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya