BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
26


__ADS_3

"Sepertinya wanita itu harus patah hati, tapi setidaknya tuan mendapatkan istri yang tepat walaupun dengan cara yang tidak terduga dan salah, dari pada sama nona Bella sudah sombong,belagu, sok cantik dan selalu merendahkan orang lain." ucap pak Dedy


"Dia akan menjadi calon pelakor, Karen dia pasti tak akan menerima kehadiran wanita lain di kehidupan Ernest, walaupun itu istri tuan Ernest." ucap Ramon


"Semoga nyonya muda bisa lebih dewasa jika berhadapan dengan para pelakor." ucap pak Dedy


"ya kau benar pak Dedy dan semoga tuan Ernest sudah menemukan pawangnya, itu pasti akan lebih baik lagi." ucap Ramon


"Tapi sepertinya nyonya muda tak terlalu menyukai tuan, tapi tuan sangat perhatian pada nyonya muda, lihat saja saat dia meminta membeli pecel lele." ucap pak.dedy


Ramon terdiam mengingat sebelum berangkat satu bulan yang lalu Ernest sangat ceria dia seperti pria yang sedang jatuh cinta dan saat mencari tau tentang Ayana dia sangat posesif, dan Ernest pernah sempat marah saat dia menuju Ayana, "jangan-jangan tuan Ernest telah jatuh cinta pada nyonya muda ." ucap Ramon tiba-tiba membuat pak Dedy langsung terbelalak


"Apa tuan yakin kalau Memeng seperti itu kita harus menjaga nyonya dengan baik." ucap pak Dedy


"Kau benar pak Dedy akhirnya kita bisa sedikit lega karena ternyata tuan Ernest sudah memiliki pawang." ucap Ramon lalu mereka tertawa sambil menikmati sore itu


Sementara Bella yang baru saja sampai di hotel langsung masuk ke dalam kamar miliknya, "sial aku ingin memberikan kejutan aku yang terkejut, tapi bagaimana bisa Ernest keluar kota tanpa asisten dan supir pribadinya atau dia sedang bersama wanita yang mungkin saja sekertaris barunya, besok aku akan ke perusahaan milik Ernest untuk memastikan hal tersebut." ucap Bella


Sementara itu Meli yang baru saja masuk apartemen miliknya tampak kesal, meli yang sudah duduk di sofa apartemen miliknya nampak menerima pesanan dari seseorang, tapi meli mengabaikan pesan tersebut

__ADS_1


Sementara itu di kediaman Ayana tepatnya di kamar milik ayana, tampak ayana keluar dari kamar mandi dengan hanya mengunakan handuk sepertinya dia lupa bahwa dia tak sendiri di dalam kamar dengan santai Ayana berjalan menuju ruang ganti untuk mengambil baju, sementara Ernest terus memperhatikan tingkah laku istrinya dengan senyuman mesum di wajahnya, kau sengaja menggoda ku." ucap Ernest saat Ayana menanggalkan handuk dan hanya mengunakan dalaman apalagi Ernest langsung menghimpit tubuh ayana di dinding dengan matanya menatap intens ke wajah Ayana yang imut dan cantik seperti boneka


Sontak saja Ayana terkejut dan reflek berteriak tapi Ernest langsung membungkam bibir Ayana, membuat Ayana kesulitan bernapas, dengan kesal ayana menendang kaki Ernest " apa yang kau lakukan kanebo mesum kita baru saja membut perjanjian." ucap Ayana setelah bibir Ernest terlepas dari bibir miliknya mengingat perjanjian yang dia buat tadi


"Perjanjian apa aku pikir kau bercanda dan kau memang sengaja menggodaku kan lihat kau bahkan hanya mengunakan dalaman jadi aku sebagai pria dan suamimu yang sah berpikir kau sedang menggoda ku." ucap Ernest santai


Ayana langsung melihat penampilannya sontak dia kembali mengambil handuk yang tadi dia letakan untuk memakai pakaian miliknya, " dasar kanebo mesum kau pasti sengaja mengambil kesempatan dalam kesempitan sudah aku lupa bahwa kau ada di sini minggir aku mau pakai baju." ucap Ayana lalu pergi ke ruang ganti untuk berpakaian di sana


Ernest tersenyum menggeleng kepalanya melihat tingkah istri kecilnya, "kau tau sayang aku pastikan kau akan jatuh cinta padaku." ucap Ernest lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi dengan senyuman liciknya


"Sialan si kanebo mesum itu dia bahkan mencium bibirku berulang kali kenapa juga aku bisa Lupa kalau di kamar bukan hanya aku." ucap Ayana sambil keluar dari ruang ganti, menuju tempat tidurnya dia akan nonton mengunakan laptop miliknya


Sementara itu Ramon dan pak Dedy yang tengah santai tiba-tiba teringat sesuatu, astaga ucap ke duanya bersamaan lalu Ramon secepat kilat masuk ke kamar milik Ernest setelah beberapa menit tampak Ramon keluar dengan sebuah koper, "astaga aku sampai lupa tuan menyuruh mengantarkan pakaian miliknya." ucap Ramon


"Astaga tuan Ramon itu tadi yang aku ingat karena tadi aku dengar tuan menyuruh kita mengambil barang-barang itu di bawa ke rumah nyonya, astaga pasti tuan sedang kesal menunggu pakain miliknya." ucap pak Dedy


"Kau benar pak Dedy entah hukum apa yang menanti ku tapi tumben tuan tak menelepon untuk memarahiku." ucap Ramon


"Entahlah sebaiknya ayo kita antarkan sebelum kita berdua di hukum panjat tiang listrik." ucap pak Dedy bergegas masuk ke dalam mobil di susul Ramon

__ADS_1


"Kenapa sayang kau tak mau melihat tubuh suamimu, ini balasan dariku karena tadi sempat melihat tubuh mu agar kita impas kau juga boleh mencium ku bahkan melakukan lebih pun aku pasrah." ucap Ernest jahil melihat istrinya


Ayana mendengar hal tersebut semakin kesal saja baru satu hari menikah saja suaminya sudah mesum begini, " kanebo mesum cepat pakai pakaianmu atau aku akan berteriak." ancam Ayana


"Apa kau yakin tidak mau melihat dan merasakan tubuhku, padahal aku Sudah ikhlas menyerahkan diriku padamu." ucap Ernest


"Tidak cepat pakai pakaianmu, kau ikhlas aku yang tidak ikhlas jika mataku ternoda." ucap Ayana, mendengar perkataan Ayana membuat Ernest tertawa terbahak-bahak sungguh Demi apapun selama sekian tahun hidupnya baru kali ini dia sampai tertawa terbahak-bahak hanya karena kata-kata istri kecilnya yang sangat sederhana


"Sepertinya kanebo ini selain mesum juga sedikit gila dia tertawa sekeras itu apa dia pikir aku sedang membuat lelucon." ucap Ayana dalam hati


Sebuah ketukan membuat ke dua pasang suami istri itu langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu "buka matamu yang lebar dan lihat siapa yang mengetuk pintu." ucap Ernest


"Kau saja yang membuka pintu aku tak mau, kau pasti sengaja agar aku membuka mata dan melihat mu." ucap Ayana


"Astaga anak ini aku sedang mengunakan handuk saja, ayo cepat atau kau mau semua orang masuk lalu melihat aku ada di atasmu." ancam Ernest


"Baiklah tapi kau menyingkirlah dulu ." ucap Ayana lalu bangkit dan membuka pintu tampak pelayan memberikan sebuah koper .


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2