BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
64


__ADS_3

setelah kepergian Linda, Ernest kembali duduk di kursi kebesarannya "wow kau memilih sekretaris yang cukup seru." ucap Ernest


"sesuai dengan harapan Tuan dia bisa menjadi penjaga tapi dia juga bisa menjadi penjahat Tapi kita masih bisa mengawasinya." ucap Ramon


"setidaknya biarkan dia yang menyingkirkan pengganggu yang berada dalam sini Jika dia bertindak lebih segera singkirkan dia." ucap Ernest


baik tuan aku mengerti." ucap Ramon, "tolong kau buat janji dengan kakak ipar ku aku ingin membicarakan sesuatu dengannya, buat janji di restoran yang tertutup." ucap Ernest


"kakak ipar tuan maksudnya tuan Daniel bukanya sebaiknya tuan sendiri yang menghubunginya lebih baik." ucap Ramon

__ADS_1


"baikalah biar aku yang akan menghubunginya, apa agenda kita hari ini." tanya Ernest


sementara itu Linda tampak kesal saat berada dalaman mobilnya "dasar sekertaris sialan aku harus bisa mendekati Ernest untuk apa aku bersama saudara tirinya yang tak berguna itu aku pikir kekayaannya akan sama dengan Ernest walaupun mereka saudara tiri tapi nyatanya dia hanya sebutir batu, ternyata hanya Ernest yang menjadi pewaris, aku menyesal dulu menggodanya entah bagaimana caranya agar aku bisa berpisah dengannya secara baik-baik, biar bagaimanapun ayahnya adalah ayah Ernest." ucap Linda


sementara sekertaris Ernest tampak tersenyum karena merasa menang apalagi Ernest dan Ramon membiarkan hal tersebut terjadi membuta sang sekertaris besar kepala karena berpikir Ernest sedikit memberi perhatian dengan membuatkannya melakukan hal tersebut "aku yakin pasti tuan Ernest terpesona dengan kecantikan ku." ucap sekertaris tersebut penuh percaya diri


kini Ernest sedang duduk di kursi kebesaranya dia tak mungkin bertemu Daniel malam ini karena dia dan Ayana baru saja pindah tak mungkin dia meninggalkan istrinya, walaupun banyak pelayan dan penjaga tapi beda juga bila dia yang menemani istrinya


"apa sebaiknya aku bertemu dengannya saat dia berkunjung di rumah saja." pikir Daniel

__ADS_1


"sementara itu lia yang berada di hotelnya tampak gelisah menunggu Malik yang di mana Malim ini sudah jam berapa kenapa dia belum kembali." ucap Lia


sementara di sebuah hotel tampak Malik yang bacu saja bangun bertapa terkejutnya dia mendapatkan dirinya yang yang polos tanpa sehelai benangpun apa yang terjadi padaku semalam, kenapa aku bisa berada di sini siapa yang membawaku kemari." ucap Malik memegang kepalanya yang pening tapi saat melihat meja kecil di samping tempat tidur tampak air madu hangat dan sepucuk surat


tuan tak usah merasa bersalah dengan apa yang terjadi, aku juga salah mengantar tuan yang mabuk ke kamar hotel jelas-jelas itu bukan perbutan yang tepat tapi aku hanya di suruh oleh seorang pria yang menghubungi anda untuk mengantarkan anda ke hotel terdekat, tapi sungguh aku tidak tau apa yang terjadi sampai aku berakhir tidur dengan tuan."isi surat tersebut


Malik langsung memeriksa tempat tidur tampak noda darah di ranjang membuta Malik Semakin merasa bersalah pada wanita yang menolongnya semalam dia tak meminta apapun tapi langsung pergi begitu saja, tampak Malik melihat sebuah papan nama yang bernama ayu lestari, Malik langsung mengambil papan nama tersebut lalu membersihkan tubuhnya dia akan kembali ke hotel menyelesaikan persoalannya dengan Lia .


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2