BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
43


__ADS_3

Lia hanya bisa pasrah mendengarkan perkataan malik kini mobil yang mereka tumpangi sudah masuk parkiran hotel begitu mobil terparkir sempurna supir langsung membuka pintu mobil tampak Malik keluar disusul oleh Lia dan langsung masuk ke hotel


Sementara itu Daniel yang sedang berada di perusahaan tampak terus melihat jam tangannya dan sebenarnya sedikit merasa khawatir jika Malik tak bisa menerima apa yang dia katakan apalagi Malik sepertinya sangat terobsesi dengan Ayana dan perasaan Malik bukan perasaan ABG tapi perasaan yang dia pupuk sejak kecil hingga dia dewasa


Di tempat lain Bella terus mengawasi perusahaan dia bertekad akan mengikuti kemanapun Erenst pergi hari ini dia yakin ada sesuatu yang disembunyikan oleh Ernest sehingga Ernest tak lagi seperti dulu


Sementara itu Pak dedi yang keluar untuk membeli makanan tanpa sengaja melihat Bella di dalam sebuah mobil yang terus mengawasi perusahaan Ernest Pak Dedi pun pura-pura melewati mobil tersebut lalu memarkirkan mobilnya, lalu sengaja pergi ke warung tampak pak Dedy berjalan melewati mobil tersebut karena pak Dedy penasaran dengan sosok wanita yang ada di dalam mobil yang mirip Bella, tampak Pak Dedi sengaja melewati mobil tersebut dan berjalan sementara Bella yang mengetahui keberadaan Pak Dedi pura-pura menunduk, setelah melewati mobil dan pergi ke warung tersebut Pak Dedi kembali lagi ke mobil lalu mengambil ponselnya dan menelepon Ramon setelah berbicara panjang lebar pada diri langsung menutup teleponnya sementara Ramon yang berada di ruangannya langsung mengecek CCTV di sekitar perusahaan benar saja mobil itu ada tepat saat dia baru saja selesai bertemu Bella di hotel tadi


"Astaga kenapa juga dia mengikuti aku dia pasti ingin mengawasi gerak-gerik Tuan Ernest apa dia tahu apa yang sedang dia lakukan saat ini itu bisa membuat tuan marah besar Kenapa dia tidak kembali saja ke kota C membuat aku kerepotan saja." ucap Ramon


Sementara itu Lisa dan Dita nampak membuat janji makan siang bersama dengan Ayana, tampak Ayana mengambil ponselnya untuk meminta izin kepada ernes pasalnya ibunya sudah memberikan aturan kepadanya dia tak boleh kemana-mana sebelum meminta izin kepada sang suami


Ernest yang berada di perusahaan tampak melihat ponsel yang berdering tertera nama my love membuat Ernest tersenyum sumringah


"Halo Sayang ada apa kau menelpon." tanya Ernest, halo Kakak aku ingin meminta izin aku ingin keluar untuk makan siang bersama Lisa dan Dita ucap Ayana

__ADS_1


"Kalian akan makan siang di mana Apakah perlu aku mengantarmu." tanya Ernest


"Kami akan makan siang di restoran langganan kami, kakak tidak perlu menjemput karena Lisa dan Dita sudah berada di sini untuk menjemput ku, tapi setelah makan siang kami akan mengosip dan berbelanja." ucap ayana


"Baiklah oh iya saat kita menikah aku memberimu sebuah kartu kau mungkin lupa karena kau hanya menyimpannya di atas meja rias pakailah kartu itu dan gunakan sesukamu." ucap Ernest


Ayana terdiam "oh iya ya Kakak pernah memberikan aku kartu aku sampai lupa bahwa aku memiliki kartu itu Baiklah aku akan menggunakannya Kakak sudah ya aku harus berpakaian." ucap ayana


"Iya baiklah hati-hati di jalan dan jika terjadi sesuatu segera hubungi aku dan jika memang kau ingin dijemput katakan padaku aku akan menjemputmu." ucap Ernest


Tentu saja dia akan mengizinkan aku untuk makan siang bersama kalian sahabat-sahabatku tercinta bahkan dia juga yang akan membayar makan siang kita dan juga belanjaan kita hari ini." ucap Ayana sambil memperlihatkan kartu black card yang ada di tangannya sontak saja Lisa dan Dita langsung berteriak kegirangan sambil melompat-lompat


"Astaga ini adalah rezeki nomplok luar biasa kita akan bersenang-senang hari ini." ucap Dita


"Apakah semua sudah siap sebaiknya Ayo kita pergi bersenang-senang menggunakan uang kak ernes." ucap Ayana lalu mereka pun keluar dari kamar Ayana menuju ke mobil mereka yang sudah terparkir di luar

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain tampak meli sedang makan siang seorang pelayan yang mengenal Meli langsung datang mendekat "Selamat siang nona meli tumben Anda datang sendiri di mana teman-teman anda yang lain." tanya pelayan tersebut


Meli tersenyum seperti biasa "mereka sedang sibuk." ucap meli lalu melanjutkan makanannya, tak berselang lama tampak Ayana Lisa dan Dita masuk ke restoran tersebut membuat meli yang sedang makan tampak menatap tak suka ke arah ketiga mantan sahabatnya tersebut, pelayan yang mengenali ketiga orang tersebut adalah sahabat meli dan menyerupakan langganan tetap restoran tersebut merasa kurang nyaman apalagi tadi dia sempat bertanya pada Meli tentang keberadaan Ayana, Lisa dan Dita nampak Ayana langsung memesan ruangan VIP untuk mereka bertiga Karena ayana sempat melihat meli sehingga dia tak ingin membuat suasana restoran menjadi kurang nyaman


"Selamat datang nona-nona cantik Baiklah silahkan masuk ini ruangan yang kalian pesan ." ucap seorang pelayan sambil mengarahkan Ayana ke ruangan VIP yang mereka pesan


Tampak Ayana dan yang lain sudah masuk ke dalam ruangan VIP lalu duduk kemudian mereka memesan semua menu restoran yang menurut mereka enak, sementara milih di luar tampak terus menatap ruang tersebut dengan perasaan muak, iri, benci dan dendam "dasar wanita ****** hanya karena dia memiliki harta orang tuanya sehingga dia menjadi seperti itu Aku ingin lihat Bagaimana aku akan mempermalukanmu aku akan membuatmu menderita dan kehilangan segala-galanya." ucap meli


Sementara itu di dalam ruangan tampak ayana langsung melihat ke arah Lisa "Apa kalian tak melihat tadi Meli berada di salah satu meja di restoran itulah mengapa Aku langsung mengambil ruangan VIP Aku tak ingin dia membuat keributan dengan kita." ucap ayana


"Kami melihat wajah wanita ****** itu dia sepertinya sangat marah pada kita terlihat jelas dari wajahnya tak suka dengan keberadaan kita di sini tapi sebenarnya aku lebih senang duduk kemeja dengannya dan memperlihatkan bagaimana kita sangat bahagia tanpanya." ucap Lisa


"Kau ini selalu ingin cari masalah ingat minggu depan kita akan masuk kuliah dan menjadi mahasiswa Aku harap kita tak mendapatkan Masalah apalagi dari Meli aku bingung Sebenarnya apa yang sudah merasukinya sehingga dia sangat dendam padaku sampai melakukan hal seperti itu padaku." ucap Ayana


"Kau tahu kadang seseorang tak suka pada kita bukan karena kita tapi karena memang pada dasarnya mereka tak menyukai kita dan itu adalah sifat dasar mereka dan itu bukan salah kita." ucap Lisa.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2