BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
62


__ADS_3

Tampak wanita tersebut melihat dengan sesama orang-orang tersebut bukan itu tuan Daniel tapi siapa pria dan wanita yang memakai masker itu, tapi sekarang bukan waktunya penasaran aku harus mencari tuan Malik ." ucap wanita tersebut lalu pergi begitu saja


Sementara itu di sebuah bar tampak Malik sudah tak sadarkan diri pelayan yang tadi bertanya saat Ingin menolong Malik, tapi bingung karena ponselnya terkunci dan jika menunggu seseorang menghubungi Malik pasti butuh waktu saat sang pelayan sedang berpikir apa yang akan dia lakukan, ponsel Malik berdering membuat pelayan tersebut tersenyum karena dengan begini ada seseorang yang akan menjemput pria mabuk yang ada di hadapannya pasalnya banyak pelanggan yang berakhir di rampok beberapa hari terakhir


Pelayan tersebut nampak mengakat panggilan telepon tersebut setelah berbicara tentang alamat tempat bar tersebut pelayanan kembali memasukan ponsel Malik ke saku bajunya


Sementara itu di pasar malam tampak ayana membeli beberapa cemilan, puas berjalan-jalan di pasar malam Ernest memutuskan untuk kembali lebih dulu dengan Ayana mengingat Ayana yang sedang mengandung, pak Dedy dengan sigap mengantar Erenst dan Ayana pulang meningalakan Ramon,Daniel Dita dan Lisa "bagaimana kalau kita berjalan-jalan di sebuah kafe baru yang beberapa hari baru saja di buka." ucap Dita dan Dita


Ramon saling melirik dengan Daniel, boleh sepertinya di sana tempatnya cukup asyik ." ucap Danil setelah melihat wajah Lisa yang menginginkan mereka pergi ke sana walaupun Daniel yakin pasti hanya dia dan Ramon pria dewasa yang akan ada di sana


Ramon menatap Daniel dengan tatapan yang sulit di artikan tadi padahal Ramon berniat menolak untuk pergi Karena dia yakin pasti kafe tersebut banyak anak ABG, tapi karena Danil sudah setuju dia tak dapat menolak untuk pergi bersama apalagi Daniel sudah memegang tangannya dan menariknya masuk ke dalam mobil membuat Ramon sedikit kesal


Sementara itu di kota c tampak Keluarga Bella sedang duduk bersama di ruang keluarga, "Bella kapan Ernest akan ke rumah." tanya ayah Bella tiba-tiba


"Entalah ayah aku juga tidak tau aku harap dia akan secepatnya ke rumah." ucap Bella sedikit ragu


"Ada apa sebenarnya apakah terjadi sesuatu antara kau dan Ernest." tanya ayah Bella


"Tidak ada ayah hubungan kami baik-baik saja." ucap Bella sedikit menunduk

__ADS_1


"Kenapa ayah bertanya seperti itu sudahlah ayah namanya juga anak muda apalagi Ernest sangat sibuk." ucap ibu Bella


"Bukan begitu ibu Bella ini perempuan dia mempunyai batas usia untuk menikah apalagi Ernest sangat Mapan bukankah sebaiknya Ernest datang kemari untuk melamar Bella agar kita lebih Tenang." ucap ayah Bella


"Sebaiknya kita jangan dulu membicarakan hal itu apalagi Bella baru berumur 25 tahun karirnya pun masih sangat bagus." ucap ibu Bella


"Dari pada dia mengurus karirnya yang hanya sebentar itu lebih baik dia pikirkan untuk menikah dengan Ernest secepatnya sebelum Ernest di ambil orang lain ." ucap ayah Bella


"Ayah ini Jangan bicara sembarang mana ada yang akan mengambil Ernest." ucap ibu Bella dengan raut wajah tegang


"Ayah kan hanya mengatakannya saja, agar Bella lebih menjaga Ernest." ucap ayah Bella


Sementara itu Malik yang tak sadarkan diri di bantu oleh pelayan di bawa masuk ke dalam sebuah mobil, kini mobil tersebut melaju keluar dari bar


"Jika uangku tak habis membayar apartemen ini aku bisa menghabiskan waktuku di bar sambil minum-minum, sekarang tabunganku menipis mau kerja **** ***** ku masih sedikit sakit ." ucap Meli


Sementara itu Ayana dan Ernest telah Sampai di kediaman orang tua Ayana, pasangan suami istri itu langsung masuk ke rumah lalu masuk ke kamar, di dalam kamar Ayana langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan Menganti baju begitupun Ernest kini kedua pasangan suami istri itu sedang duduk di sofa


"Jadi kakak kita besok akan pindah ke rumah kakak, nanti kalau ada yang tau aku tinggal di rumah kakak Bagaimana." tanya Ayana

__ADS_1


"Iye kita akan tinggal di rumah kakak, memeng kenapa kalau ketahuan." tanya balik Ernest, "kakak ini bagaimana sih kan kita masih merahasiakan pernikahan kita, nanti orang bertanya kenapa aku tidak tinggal di rumahku tapi tinggal di rumah Kakak, aku harus jawab apa." ucap ayana


"Kau jawab saja aku teman kakak Daniel bilang saja aku di titip kakak ku untuk sementara Karena ke dua orang tuaku akan ke luar negri." ucap Ernest, Ayana mengaguk Setu mendengar perkataan Ernest


Sementara itu di sebuah kafe tempat para anak-anak gaul sedang berpesta tampak Ramon dan Daniel yang sedang menyesap minumannya sambil melihat sekelilingnya yang banyak wanita-wanita muda


"Kenapa ku setuju ke sini tadi, lihatlah tempat ini apa mati tidak sakit melihat remaja dengan pakaian entalah di mana sobekan bajunya yang lain belum lagi mana laki-laki mana perempuan bingung aku, lihat warna rambutnya susah seperti pelangi , ini kafe apa karnaval ." ucap Ramon


"Kau benar aku menyesal lihat pria itu dari tadi terus melihat ke mari, lihat bajunya dan tangannya yang lentik, astaga jangan katakan ubur-ubur beracun itu sedang mengoda kita." ucap Daniel


Ramon langsung mengalihkan pandangannya tampak seorang pria yang berdandan tipis di wajahnya dengan pakaian seperti pria tapi agak ketat dengan celana ketat sambil tersenyum malu-malu melihat Daniel dan Ramon" setan tu anak matanya lihat kita kaya mau telan kita aja, gue buat jadi tempe goreng tau rasa." ucap Ramon sambil memandang tajam pria jadi-jadian itu


Sementara Lisa dan Dita yang baru kembali dari toilet tampak langsung duduk, "ramai bangat ya kakak, gimana suasananya kakak suka." tanya Dita


"Bagaiman kalau kita ke tempat lain saja di hotel sana ada restoran dengan pemandangan yang sangat indah." ucap Daniel sambil menunjuk hotel yang tak jauh dari kafe itu


"Memeng di hotel itu ada restoran yang memiliki pemandangan indah aku baru tau." ucap Lisa


"Kalau aku tidak salah di lantai puncak hotel ada restoran yang menawarkan keindahan alam dan makanan enak." ucap Ramon

__ADS_1


"Benarkah aku memang pernah dengar di hotel itu ada tempat seperti itu tapi kalau kita mau ke sana kita harus pesan satu bulan sebelumnya dan harganya sangat mahal untuk satu orang saja harganya mencapai ratusan juta." ucap Lisa


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2