
Sementara sebuah mobil tampak mengikuti taksi yang di tumpangi oleh Bella, "astaga gadis bodoh aku sudah memperingatkan dirinya tapi dia terlalu percaya diri tapi itu bagus dia akan berguna untuk menjebak Erenst aku akan menggunakannya di saat yang tepat, tapi sebelumnya aku akan membuatnya jatuh ke tanganku sehingga dia rela melakukan apapun untuk ku." ucap pria tersebut sambil terus mengemudi
Sementara supir taksi akhirnya memutuskan membawa Bella ke sebuah pantai tempat orang biasa orang melupakan kekesalannya atau orang sedang patah hati tampak taksi tersebut berhenti membuat Bella yang menangis sambil tertunduk langsung mengakat wajahnya Bella melihat sekelilingnya tampak hamparan pantai dengan laut indah di hadapannya membuat Bella menatap keluar jendela sang sopir keluar dari mobil miliknya lalu berjalan menuju warung kopi tak jauh dari taksi miliknya
Kini Bella sudah berada di tepi pantai tampak Bella mantap jauh ke laut, sementara itu pria yang sedari tadi mengikuti Bella akhirnya ikut keluar dari mobil miliknya dan menghampiri Bella yang sedang melamun jadi Bella tak menyadari kedatangan pria tersebut
Sementara itu di kediaman ayan tampak mobil Ernest sudah masuk ke dalam halam rumah Ayana, Ernest tampak keluar untuk memanggil mertua dan istrinya, Erenst sudah memasuki rumah tampak Ayana dan ibunya sedang duduk sambil berbincang-bincang di ruang tamu sambil menunggu Ernest, "ibu." pangil Ernest
"Kau sudah datang nak sebaiknya kita langsung ke sana karena teman ibu sudah menunggu." ucap ibu Ayana
"Baik ibu silahkan." ucap Ernest sambil mundur kebelakang di mana istrinya berada tepat di belakang sang ibu mertua, "sayang apa kau baik-baik saja." bisik Ernest takut sang mertua dengar
"Apa kau tak melihat aku baik-baik saja." ucap Ayana sambil terus melangkah mengikuti ibunya, kini mereka bertiga sudah berada di dalam mobil, sopir langsung mengarahkan ke alamat yang di berikan ibu ayana, setelah menempuh perjalanan dua puluh menit tampak mobil milik Ernest memasuki sebuah klinik pribadi tampak seorang wanita paruh baya keluar dari klinik saat mobil telah berhenti, ibu Ayana langsung keluar mereka tampak berpelukan melepaskan rindu kini mereka semu telah berada di ruangan pemeriksa
"Aku tak menyangka akan menjadi dokter kandungan putri mu dia sangat cantik mirip dengan ibu Malvin." ucap dokter tersebut
"Aku juga tak menyangka akan menjadi nenek secepat ini, tapi aku bersyukur setidaknya aku akan merasakan mengendong cucu di usiaku ini." ucap ibu Ayana
"Kau beruntung dulu kau yang duluan menikah aku sempat iri apalagi suamimu sangat baik padamu walaupun kalian menikah muda." ucap dokter tersebut
__ADS_1
"Tapi kau berhasil menjadi dokter terkenal sesuai cita-cita mu, oh iya bukanya ku mempunyai putra yang sepertinya seumuran dengan Ayana." ucap ibu Ayana
"Kau benar saat ini dia sedang berada di luar negri dulu aku berharap ayana akan jadi menantu, tapi namanya bukan jodoh." ucap dokter kandungan sambil tertawa, membuta muka Ernest berubah
"Kau ini bisa saja sayang sekali anakku sudah menikah, ini menantu ku." ucap ibu Ayana mengenalkan Ernest
Dokter tersebut memandang Ernest dengan pandangan yang sulit di artikan, "sepertinya wajahnya tak asing apa dia seorang artis." tanya dokter kandungan
"Bukan dia seorang pengusaha seperti suamiku, sudahlah bagaimana apakah kau sudah bisa memeriksa putri ku." ucap ibu Ayana
"Nak ayana apa kau sudah pernah melakukan tes kehamilan mengunakan alat tes kehamilan." tanya dokter
"Baikalah ayo mari berbaring di sini sayang." ucap dokter mengarahkan Ayana ke sebuah tempat tidur dengan alat lengkap di samping ranjang
Ayana di bantu Ernest untuk naik ke atas ranjang pemeriksaan, Ayana nampak berbaring, dokter menyingkap baju Ayana kemudian dokter langsung mengarahkan alat ke bagian perut bawah dokter tersenyum itu janinnya." ucap dokter kandungan
Semua menatap ke arah layar, tampak ibu Ayana tersenyum bahagia melihat dua buah titik, sementara Ayana bingung karena merasa tak melihat apapun begitu pun Ernest
Tante bayinya mana kok gak ada." tanya Ayana, dokter dan ibu ayana tertawa, sayang ini janinnya masih sebiji jagung nanti dia akan berkembang sesuai bulan kandungan, nanti saat usia 3-5 bulan kalian sudah bisa melihat bentuk ke dua bayi kalian." ucap dokter kandungan, Ayana dan Erenst mengaguk mengerti, tapi sesaat kemudian Ernest dan ibu ayana kembali melihat dokter
__ADS_1
"Maksudnya dokter bayi saya kembar ." tanya Ernest, benar apa cucuku kembar." tanya ibu Ayana
"Iya sepertinya cucumu kembar, sepertinya kau sangat beruntung bahkan kau mendapatkan cucu dua sekaligus." ucap dokter tersebut
Ernest hampir menangis saat mengetahui istrinya hamil anak kembar, Ernest langsung memeluk dan mencium Ayana bertubi-tubi membuat Ayana kesal untung saja itu di tempat ruang dokter kandungan kalau tidak sudah dari tadi dia memukul kanebo mesum yang ada di hadapannya saat ini
"Sayang kau dengar kita akan memiliki anak kembar yang artinya ada dua bayi di dalam sini." ucap Ernest
Ayana mentap ke arah Ernest "apa ada dua bukan hanya satu, bagaimana mereka bisa bersama-sama di dalam perutku yang kecil ini apakah itu tak maslah kalau sampai mereka berhimpitan dan saling bertengkar." ucap Ayana Dengan polosnya
Ernest mantap istrinya bingung sementara ibu ayan dan dokter kandungan langsung tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan polos Ayana
"Astaga nak kau sangat lucu jangan khawatir mereka akan baik-baik saja jika kau menjaga tubuh mu dengan baik apalagi kandungan mu sangat kuat, tapi aku tetap akan memberikan vitamin dan obat mual untuk berjaga-jaga." ucap dokter
Setelah selesai memberikan vitamin dan obat mual, tampak ibu ayan dan ayan langsung berpamitan, mengingat Ernest Pasti sibuk, kini mereka semua masuk ke mobil dengan wajah sumringah tampak Ernest memegang USG yang di berikan dokter Erenst terus melihat USG tersebut seolah-olah melihat harta Karun, ibu Ayana tersenyum melihat menantunya kemudian menggeleng kepala saat melihat Ayana yang terlihat cuek, kini mobil milik Ernest sudah masuk ke pekarangan rumah ayana tampak ayana langsung turun seperti ayan sedang kebelet benar saja begitu masuk Ayana langsung mencari toilet, sementara Ernest yang khawatir pada istrinya hanya bisa terpaku di tempat saat melihat Ayana masuk ke toilet
Ibu Ayana yang baru masuk melihat hal tersebut langsung mendekati sang menantu, "ibu hamil memeng sering buang air kecil, kau tenang saja sebaiknya kau kembali bekerja biar ibu yang mengurus Ayana." ucap ibu ayana, Ernest tersenyum makasih ibu baikalah aku akan ke kantor dan segera pulang setelah pekerjaan ku selesai." ucap Ernest setelah mencium punggung tangan mertuanya Ernest langsung kembali masuk ke dalam mobil.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1