
Tapi aku bersyukur setidaknya Ayana melakukan hal yang tersebut dengan orang yang tepat dan bertanggung jawab seperti Ernest." ucap Daniel merasa bersyukur walaupun adiknya ingin di hancurkan oleh sahabatnya tapi tuhan memberikan apa yang lebih baik, menjadi nyonya Ernest adalah sesuatu yang sangat di inginkan semua wanita yang tau siapa Ernest sebenarnya apalagi Daniel melihat ada cinta yang tulus di mata Ernest untuk Ayana
"Kakak ini adiknya kenak musibah gara-gara dia hamil oleh orang dan sekarang menikah membuat masa depan Ayana hancur dia tak bisa bebas melakukan apa yang dia inginkan, bahkan dia tak bisa merasakan namanya pacaran." ucap Lisa
"Kan pacaran setelah menikah lebih baik, dan dia beruntung mendapatkan Ernest apa kau tau siapa Ernest." tanya Daniel
"Mana aku tau, kan aku hanya tau dia seorang pengusaha seperti kakak, kalau Memeng pacaran setelah menikah lebih baik kenapa kakak berpacaran dengan ku tak menikahi ku dulu." ucap Lisa cuek
"Kau masih akan kuliah dan pasti orang tuamu tidak setuju, sedangkan Ayana kan posisinya berbeda mereka memang harus menikah, nanati kalian juga akan tau siapa Ernest setelah kalian sudah kuliah dan mungkin magang, sekarang ayo habiskan makanan mu ." ucap Daniel
"Kalau orang tuaku setuju aku menikah muda apa kakak akan menikahi ku." tanya Lisa
"Tentu saja aku akan menikahi mu malam ini juga aku bahkan akan memintamu ke pada orang tuamu untuk ku nikahi jika memang mereka setuju." ucap Daniel penuh keseriusan
"Astaga kakak benar-benar serius, aku sangat senang nanati aku bertanya pada ke dua orang tuaku." ucap santai Lisa
" ya iyalah aku serius denganmu aku mana berani bermain-main dengan perasaan ini, memeng kau ingin menikah muda seperti Ayana." tanya Daniel
"Jaga-jaga saja siapa tau aku dan kakak khilaf siapa tau saja kita juga akan melakukan seperti tuan Ernest dan Ayana." ucap Lisa
"Astaga anak ini, bagaimana bisa kau berpikir tentang hal seperti itu aku tak mungkin merusak mu sebelu kita menikah." ucap Daniel sambil mencubit pipi Lisa gemas bagaimana bisa dia berpikir seperti itu
__ADS_1
Lisa langsung manyun "kan ini hanya persiapan kakak, gimana sih kan kita gak tau apa yang akan terjadi seperti Ayana mana kita tau meli akan melakukan hal itu." ucap Lisa
"Baikalah ayo makan yang banyak sapa tambah besar." ucap Daniel sambil tersenyum lebar melihat kekasih hatinya
"kakak aku sudah besar bahkan tinggi ku saja melebihi tinggi ayana dan Dita ." ucap Lisa yang memang memiliki tinggi 170 hanya sifatnya saja yang ke kekanak-kanakan
"Baiklah sayang setelah makan kau ingin ke mana, ini masih jam delapan aku akan mengantarmu pulang jam sepuluh." tanya Daniel
"Aku ingin berjalan-jalan di pantai saja kakak sambil melihat-lihat pemandangan." ucap Lisa
"Baikalah putri aku siap mengawal anda." ucap Daniel, membuat pipi Lisa merona karena malu bahkan wajahnya sampai merah, Daniel sampai ingin mencium seluruh wajah kekasihnya hanya saja ini tempat umum
"Alhamdulillah ayana sudah sehat ibu itulah kenapa aku pulang ke rumah." ucap Dita
"Oh iya nak saban hari ibu meli ke rumah dia bertanya apa meli bersama kalian pasalnya setelah lulus sekolah meli tak pernah pulang ke rumah bahkan orang tuanya hanya mendapatkan kabar dari pesan yang dikirim oleh meli." tanya ibu dita
Dita menghentikan makannya sesaat kemudian melihat ke arah ayahnya yang sedang asyik makan sambil sesekali menyuapi adik laki-laki meli, "ayah apa benar ayah meli orang yang jahat." tanya Dita
Ayah meli yang seorang polisi langsung menatap putrinya," ada apa sayang kau bertanya seperti itu, memang apa yang di katakan meli tentang ayahnya." tanya ayah Dita
"Dia pernah mengatakan bahwa dia menjadi seperti saat ini karena ayahnya yang sudah membuatnya hancur ." ucap Meli
__ADS_1
Ayah dan ibu meli saling memandang, " sebaiknya kau bertanya lebih jelas ke meli apa maksudnya, lagipula ayah meli kan jarang di rumah Karen pekerjaannya." ucap ayah Dita, membuta Dita hanya mengangguk dan melanjutkan makannya
Sebuah rumah mewah tepat di kamar Ayana tampak Ayana yang ketiduran sambil menonton Darko kesukaannya, sepertinya Ayana masih belum menyadari bahwa dia sudah memiliki suami, Erenst yang sudah selesai melakukan pelayanannya langsung mengalihkan pandangannya ke arah tempat tidur pantas saja tak ada suara dari ayana ternyata sudah molor, Ernest merapikan pekerjaan miliknya lalu mendekati Ayana yang terlelap, mematikan laptop lalu merapikan cemilan yang Ayana makan setelah semua sudah bersih Ernest lalu memperbaiki tidur Ayana tapi sebelumnya Ernest mencium seluruh wajah Ayana kemudian turun ke bibir tempat favorit Ernest, melihat Ayana yang tak terganggu sama sekali membuat Ernest Semakin berani dia membuka sedikit baju Ayana di bagian perut
"Nak sayang ayah sehat selalu ya ayah bersyukur kau hadir di waktu yang tepat dengan orang yang tepat walaupun aku tak mengenal ibumu saat membuat mu tapi aku sangat menyukai ibumu." ucap Ernest mengelus perut Ayana, setelah mengatakan hal tersebut Ernest juga ikut berbaring di samping Ayana
Sementara di hotel bela sangat frustasi kedatangannya ke kota tak seperti ekspektasinya, sebaiknya aku ke BAR hotel untuk mencari udara segar ." ucap Bella lalu bersiap untuk pergi
Sementara itu Mell yang sedang berada di sebuah diskotik tampak bertemu dengan Nando, "apa kau masih menginginkan Ayana." tanya meli saat bertemu dengan Nando
"Bukanya kau sudah tak berteman dengan Mereka, aku sih mau saja walaupun dia bukan perawan lagi tapi tentu saja gratis aku tau kau hanya ingin membalas perbuatan ayana yang menampar mu kau pikir aku tidak tau apa yang terjadi ." ucap Nando
"Sialan kau tapi dia juga masih memiliki teman Dita dan Lisa." ucap meli tak tau malu
"Aku lebih menyukai Lisa tapi sayang dia bukan gadis sembarangan yang lembut seperti Ayana, memangnya apa yang kau inginkan." tanya. Nando
"Aku ingin menghancurkan mereka kenapa hanya aku yang tak bahagia saat bersama mereka keluarga mereka bertiga begitu bahagia dan harmonis sedangkan keluarga ku berantakan, dan mereka seolah-olah ingin selalu memberikan semua itu padaku tapi mereka tidak tau teman-teman yang lain selalu memanggil ku parasit saat bersama mereka bahkan Ada yang sampai menulis di buku milikku bahwa aku adalah pengemis untuk Ayana." ucap meli terlihat kesal
"Baiklah kapan pun kau butuh aku akan ada tapi ingat, aku tak ingin terkena Maslaah yang lalu merek tak punya cukup bukti, dan untung saja aku tak melakukannya malam itu kalau tidak, karena kebodohan mu aku pasti akan di penjara jika tak bertanggungjawab belum lagi perusahaan keluarga ku mungkin saja akan hancur." ucap Nando
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1