
Kini Meli sudah berada di apartemennya dia Sedang berpikir pria yang dekat dengan mudah dibohongi
"Apa aku menjebak seorang pria saja ya tapi usia kandungan ku dia pasti akan tau, oh kepala sekolah sebelum kejadian malam itu kan kami sempat melakukannya di hotel." ucap meli sambil tersenyum penuh arti
Sementara itu di rumah sakit tampak Malik sudah selesai menjalani operasi lalu di pindahkan ke IGD pasca pemulihan setelah operasi
Sementara Lia yang hanya luka luar tak di rawat intensif dia bebas pergi setelah infus yang di pasang perawat habis
Hari berlalu dengan cepat Tidak terasa sudah seminggu malik mengalami kecelakaan, tanpa kuliah dengan setia menunggu Malik sadarkan diri
Sementara itu meli yang menargetkan kepala sekolah yang akan menjadi ayah dari anak yang dia kandung tampak mencari cara agar kepala sekolah mau bertemu dengannya karena setelah Meli mengatakan bahwa dia hamil kepala sekolah langsung memblokir nomor Meli dan tak mau menemuinya lagi kerena kepala sekolah tak yakin Anka yang di kandung meli anaknya
Sementara di sebuah kampus tampak Ayana,Lisa dan Dita sedang di ospek oleh beberapa orang mahasiswa senior, tampak seorang mahasiswa pri terus memperhatikan Ayana yang tampak kalem, Ayana hanya duduk saja menyaksikan orang di ospek karena arahan dari kepala yayasan bahwa Ayana saat ini sedang kurang sehat, jika suamimu pemilik kampus kau bebas, ya pemilik kampus di mana Ayana kuliah adalah Ernest
"Siapa mahasiswa baru yang tak ikut ospek itu tanya seorang pria, sepertinya dia keluarga pemilik kampus, karena ada surat dari dekan bahwa mahasiswa atas nama Ayana di perbolehkan tidak ikut ospek karena masalah kesehatan." ucap salah seorang senior
"Terus kenapa dia tidak tinggal di rumahnya saja nanti perkuliahan saja baru dia datang." ucap mahasiswa tersebut
Sepertinya dia datang karena ada teman-temannya walaupun dia tak bisa ikut itu seperti bentuk dukungan, tapi itu jauh lebih baik dia hadir dari pada dia tak datang sama sekali." ucap senior tersebut
Tiba-tiba datang seorang gadis cantik yang merupakan senior di kampus tersebut tampak wanita tersebut mendekati pria yang dari tadi melihat Ayana, "sayang kau di sini aku pikir kau ada di sekertariat." ucap wanita tersebut
"Aku sedang malas berada di sana sebab aku sedang melihat mahasiswa baru." ucap pria tersebut santai
__ADS_1
Sementara Ayana fokus melihat teman-teman di ospek, wanita tersebut melihta Ayana, "itu anak baru kenapa tidak di ospek." tanya mahasiswa Perempuan tersebut
"Ini surat dari dekan baca sendiri." ucap seorang senior lainnya, belagu bangat tuh anak baru mentang-mentang kenal dengan dekan jangan-jangan dia keponakan dekan." ucap mahasiswi tersebut
"Bukan yang cewek itu keponakan dekan setau ku." ucap senior yang lain
Sementara itu meli yang sudah kehabisan cara untuk menghubungi kepala sekolah akhirnya datang ke sekolah dia ingin melihat apakah kepala sekolah bisa menghindari dirinya kali ini
Tampak meli datang ke sekolah lamanya dan bertemu guru-guru yang lain, "nak meli ada urusan apa ke mari." tanya selah seorang guru yang bertemu meli
"Maaf Bu saya ingin bertemu kepala sekolah sy ingin membicarakan Maslah ijazah ." ucap meli bohong
"Oh gtu tapi kepala sekolah belum datang, bagaimana kalau nak meli menunggu di depan ruangan kepala sekolah aku yakin kepala sekolah Asti senang melihat nak meli lagi ." ucap guru tersebut
"Selamat pagi." ucap kepala sekolah tapi terus melihat kearah meli dengan tatapan yang sulit di artikan, kepala sekolah langsung menuju ruangannya di ikuti oleh meli
Kini Meli dan kepala sekolah sudah berada di ruangan kepala sekolah, "apa sebenarnya yang kua inginkan kenapa kau kemari, aku tak akan percaya jika kau katakan anak di dalam kandungan mu adalah milikku." ucap kepala sekolah
"Ini memang anakmu apa Kau tak mengingat kejadian satu bulan yang lalu saat kita bertemu di hotel, kita main beberapa ronde dan bapak tak memakai pengaman." ucap meli
"Bukanya kau biasa meminum pil KB sebelum berhubungan denganku dan itu sudah menjadi kebiasaan saat kita bertemu, aku yakin kau pasti mabuk Dan tidur dengan pria lain." ucap kepala sekolah
"Bapak jangan menuduh ku sembarangan aku ingin bapak bertanggung jawab atas anak dalam kandungan ku atau ku akan mengatakan pada istri bapak apa yang selama ini kita lakukan dan aku akan lapor ke pihak berwajib karena bapak tidak mau tanggung jawab aku masih memiliki bukti saat kita di hotel." ancam meli
__ADS_1
"Kau dasar wanita kurang ajar awas saja kau jika sampai kau menemui istri ku, baiklah kita akan membicarakan hal ini di tempat lain jangan di sini sebaiknya ku kembali dulu." ucap kepala sekolah takutnya ada yang mengetahui apa yang terjadi
"Baikalah aku akan kembali aku akan menunggu kabar dari bapak aku mau Minggu ini bapak menikahi aku ." ucap meli lalu keluar dari ruangan kepala sekolah dengan senyuman kemenangan
Setelah kepergian meli tampak kepala sekolah sangat frustasi tidak mungkin dia menikahi meli, apalagi istrinya sudah mengancamnya
"Sementara itu di rumah sakit Malik tiba-tiba tersadar dari komanya di mana aku kenapa aku bisa di sini." ucap Malik sambil melihat sekelilingnya
Sementara Lia yang baru keluar dari kamar mandi terkejut melihat Malik yang sudah sadar, "kau sudah sadar, apakah kau baik-baik saja." tanya Lia
"Siapa kau dan kenapa aku di sini." tanya Malik, Lia yang melihat Malik sedikit aneh bergegas memanggil dokter, tak berselang beberapa menit dokter datang lalu memeriksa keadaan Malik
"Maaf nona bisakah kita berbicara di ruang ku." ucap dokter tersebut, baik dok, kini Lia dan dokter menuju ruangan dokter, "maaf nona sepertinya tuan malik kehilangan sebagian ingatannya tapi sepertinya ini hanya sementara saja jika nona lebih sering memancing ingatannya itu akan lebih baik, sepertinya tuan malin hanya mengingat saat di kecil sampai tamat sekolah selebihnya dia tak ingat ." ucap dokter tersebut
"Benarkan dok jadi apa yang harus saya lakukan." ucap Lia tapi dengan senyuman kemenangan di wajahnya
"Aku akan memeriksa terlebih dahulu agar bisa memberikan obat dan vitamin terbaik agar dia cepat pulih." ucap dokter
"Baiklah dokter aku akan merawat Malik dengan baik, jadi dok kapan Malik bisa di rawat di rumah." tanya Lia dia sudah memiliki rencana agar Malik tak mengingat apa yang terjadi
Setelah aku memeriksa seluruh tubuh Malik terutama di bagian kepala jika tak ada yang menghawatirkan, tuan Malik bisa pulang besok." ucap dokter
Jangan lupa like, komen vote, dan, hadiahnya
__ADS_1