BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
69


__ADS_3

"Baiklah dok silakan lakukan yang terbaik terima kasih." ucap Lia lalu keluar dari ruangan dokter kembali ke ruangan Malik berada


Tampak Malik melihat sekelilingnya untuk kesekian kemudian memegang kepalanya yang sakit, Lia yang baru saya kembali ke ruangan dokter langsung masuk "apa kau baik-baik saja." tanya Lia


Malik memandang dia dengan tatapan yang sulit diartikan "siapa kau." tanya Malik, Aku lihat Aku adalah calon istri mu." ucap Lia penuh percaya diri


Malik menatap bingung "apa maksudmu calon istri Aku baru tamat SMA dan aku sudah memiliki wanita yang aku sukai tidak mungkin kau adalah calon istriku." ucap Maliki yang ingatannya saat dia baru tamat sekolah


"Kau kehilangan ingatanmu saat ini usiamu sudah 33 tahun kau adalah salah seorang pengusaha Aku bekerja sebagai sekretaris sekaligus asisten pribadimu dan sebagai kekasihmu." ucap Lia


Malik Tak percaya mendengar perkataan Lia tapi dia bingung harus melakukan apa karena dia tak mengingat apapun


Sementara itu seorang wanita yang baru saja kembali ke kos-kosannya tampak muram Bagaimana tidak dia tidak telah memberikan kesuciannya kepada orang asing tanpa mengetahui siapa pria tersebut walaupun itu terjadi bukan sepenuhnya kesalahannya dan kesalahan pria tersebut, "Aku akan pergi dari kota ini dan tinggal di tempat lain." ucap wanita tersebut saat sudah masuk ke kos-kosan miliknya


Sementara itu Ayana, Lisa dan Dita yang sudah selesai di ospek tampak hendak kembali mereka bertiga menggunakan mobil lisa Tapi saat mereka akan berjalan menuju kendaraan milik mereka tiba-tiba seseorang menghentikan langkah mereka "hai anak baru ." ucap wanita tersebut membuat ketiga orang wanita tersebut mengehentikan langkahnya


"Iya kakak." jawab mereka serentak, kau sakit apa sampai tidak bisa ikut ospek jangan manja deh jadi anak orang kaya lihat aku ayahku pemilik perusahaan dan beberapa sekolah tapi aku tetap mengikuti ospek." ucap wanita tersebut sambil mentap Ayana


"Maaf Kakak tapi teman kami ini sedang sakit jadi dia memang tak bisa mengikuti ospek bahkan ada surat keterangan dokter." ucap Lisa


"Aku tak bertanya padamu aku bertanya pada temanmu, kenapa kau menjawabnya jangan bilang selain sakit dia juga tak bisa bicara." ucap wanita tersebut


"Maaf kakak aku memang tak bisa mengikuti ospek karena aku sedang kurang sehat." ucap Ayana


"Baikalah tapi besok kau bawakan aku makanan yang enak dan beberapa cemilan untuk semua panitia ospek." ucap wanita tersebut seorang teman yang menemaninya mengangguk setujui

__ADS_1


"Tapi kakak bukanya mahasiswa di larang membawa makan atau sejenis apapun dari luar karena kampus sudah menyediakan semuanya." ucap Lisa tak terima


"Kau tau tidak peraturan tentang senior, pasal satu senior tidak pernah salah dan jika senior salah kembali ke pasal satu." ucap wanita tersebut


"Sudahlah Lisa toh hanya makan untuk beberapa orang saja." bisik Ayana


"Tapi kalau dia nanti minta yang lain bagaimana hari ini mungkin makanan bisa saja besok dia minta barang." bisik Lisa


"Ada apa kalian bisik-bisik tidak mu." ucap wanita tersebut, " tidak baiklah besok aku akan membawakan makanan dan cemilan untuk semua panitia ospek." ucap Ayana, setelah mendengar persetujuan Ayana wanita tersebut langsung pergi


"Sementara itu di sebuah ruangan di mana Dinda kenapa dia lama sekali ini sudah jam berapa kita mau rapat." ucap seorang pria


"Sebentar lagi dia pasti datang dia mungkin masih mencari mangsanya." ucap seorang wanita


"Sebaiknya dia tak melakukan hal itu lagi tahun lalu kita mendapatkan teguran gara-gara dia meminta si belikan barang-barang mewah." ucap salah seorang senior


"Ketua sedang ke toilet bagaimana si kau Dinda ini sudah terlambat tiga puluh menit." ucap salah seorang teman Dinda


Baru tiga puluh menit Sudahlah jangan terlalu di permasalahkan." ucap Dinda sambil duduk di kursi, tak berselang lama ketua datang lalu duduk di kursi yang telah di sediakan


Sementara itu Ayana, Lisa dan Dita yang sedang berada di dalam mobil tampak membahas masalah tadi, "Ayana sebaiknya kau hati-hati dengan senior tadi sepertinya dia bukan orang baik." ucap Dita


"Iya tapi makanan apa yang harus aku beli besok." tanya Ayana


"Makanan cepat saji saja kan lengkap dengan cemilannya nanti bisa di antarkan di kampus jadi gak usah repot-repot." ucap Lisa

__ADS_1


"Kau benar Lisa, aku sangat lapar dan ingin main iga bakar." ucap ayana


Baiklah tuan putri kita akan ke tempat di mana kau bisa makan iga bakar, tampak mobil Lisa menuju warung makan


Sementara itu di perusahaan tampak Ernest yang sedang mendengarkan laporan dari Ramon, jadi bagaimana dengan ayahku dan anak-anaknya." tanya Ernest


"Sepertinya ayah anda sedang merencanakan sesuatu, tapi aku juga belum tau pasti." ucap Ramon


"Terus bagaimana keadaan ibuku, apakah masih seperti kemarin atau sudah ada kemajuan, aku tak bisa mempertemukan ibuku dengan Ayana jika dia masih seperti itu, akan berbahaya bagi Ayana apalagi ibuku akan bereaksi berlebihan pada orang asing." ucap Ernest


"Menurut dokter yang selama ini merawatnya kadang dia kambuh tapi sudah setahun ini penyakitnya jarang kambuh hanya di hari atau saat dia lupa minum obat." ucap Ramon


"Terus bagaimana dengan Bella, apakah dia melakukan sesuatu." tanya Ernest


"Ada seorang pria yang selalu mengikuti dan bertemu dengannya, entah siapa pria ini aku belum mendapatkan identitasnya ." ucap Ramon


"Selidiki pria tersebut aku tak mau ada masalah apalagi bela belum mengatakan yang sejujurnya Tetang hubungan kami pada ayahnya sehingga ayahnya beberapa kali menghubungi ku dan bertanya kapan aku akan kembali dan datang ke rumah mereka, dan bagaimana dengan istri apakah dia baik-baik saja." ucap Ernest


"Nyonya baik-baik saja sepert yang anda perintahkan nyonya tak akan mengikuti ospek, tapi tuan sepertinya ada salah seorang senior yang sedang mengerjai nyonya menyuruh membawakan makanan besok." ucap Ramon


"Selama istriku tak keberatan itu tak jadi masalah aslakan jangan berlebihan, tapi di mana istriku saat ini bukannya ini waktunya mereka pulang." tanya Ernest


"Maaf tuan Mereka singgah makan di restoran iga bakar." ucap Ramon


"Sepertinya makanan itu enak, ayo kita pergi makan ." ucap Ernest , tapi tuan bukanya tuan akan bertemu klien lima menit lagi." ucap Ramon

__ADS_1


"Batalkan aku Ingin makan iga bakar bumbu seperti yang istriku makan." ucap Ernest lalu bangkit di ikuti Ramon


Jangan lupa like, komen, vote, dan, hadiahnya


__ADS_2