BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
33


__ADS_3

Daniel melihat pesan dari Malik dia berpikir untuk menceritakan hal ini pada Ernest tapi dia akan mencoba untuk menyelesaikan Maslah ini terlebih dahulu dengan bertemu Malik secara langsung, Daniel membalas pesan dari Malik bersedia untuk bertemu besok


Sementara itu Bella yang sudah berdandan secantik mungkin keluar dari hotel menuju taksi yang dia pesan untuk ke perusahaan Ernest, kini taksi yang membawa Bella sudah berada di depan perusahan Ernest tampak Bella turun lalu masuk ke dalam apalagi banyak pegawai yang mengetahui tentang hubungan baik Bella dan Ernest membuat mereka berpikir Bella adalah kekasih Ernest karena dulu banyak berita tentang hal tersebut


Sementara Ernest yang sedang duduk di kursi kebesaranya langsung mengalihkan pandangannya ke pintu saat pintu di ketuk dan terbuka Bella langsung masuk, sedangkan Ernest langsung bangkit dan berjalan menuju sofa di mana Bella duduk kini bela dan Ernest saling berhadapan


"Ada apa kau ke kota A dan kapan kau datang." tanya Ernest basa-basi


"Aku datang kemari aku ingin bertemu denganmu bahkan aku sempat ke kediaman mu tapi kata Ramon kau sedang keluar daerah apalagi ponsel mu tidak aktif dan saat aktif kau mengabaikan panggilan telepon ku." ucap Bella berharap Ernest minta maaf dan menjelaskan mengapa dia tak ada kabar dan mengabaikan dirinya


Ernest mengehembuska nafasnya kasar lalu menatap ke arah Bella dengan tatapan yang sulit di artikan, "katakan padaku ada apa kau mencariku sampai ke sini." ucap Ernest


"Mengapa kau sangat berubah setelah kau tinggal di kota A bukanya selama ini hubungan kita sangat baik dan kau tak pernah bersikap seperti ini padaku kau selalu memperhatikan aku dan tak pernah mengabaikan telepon ku apakah ada sesuatu yang salah atau aku sudah melakukan kesalahan." tanya Bella dengan tatapan menyedihkan

__ADS_1


"Mungkin sikapku selama ini selalu berlebihan tapi aku hanya tak ingin kau salah paham apalagi saat ini kau sudah dewasa, aku tak ingin keu menganggap hubungan kita adalah hubungan pria dan wanita aku Selma ini hanya menganggap dirimu seperti adikku sendiri tidak lebih aku hanya tak ingin kau berharap lebih dariku." ucap Ernest tegas


Mendengar perkataan Ernest bagaikan petir di siang bolong di telinga Bella bagaimana bisa Ernest mengatakan dia hanya mengganggap dirinya seperti adik, sedangkan Bella menyukai Ernest sejak dia mengerti Ernest adalah pria yang mempunyai masa depan yang cerah dan bisa membuatnya menjadi ratu apalagi Ernest merupakan pengusaha kaya dan tampan


"Apa kata kakak tapi aku pikir kakak menyukai diriku, dan kakak tau kita adalah pasangan serasi dan keluarga kita sudah lama saling mengenal sejak kecil aku yakin kakak mencintai ku begitu pun sebaliknya, apakah ada wanita lain yang saat ini dekat dengan kakak sehingga kakak menjadi seperti ini." tanya Bella tak terima dengan penolakan Ernest yang menggap dirinya hanya sebagai adik


Ernest langsung menautkan Alisa sambil menatap tajam Bell, "sebaiknya ku kembali ke kota C aku sudah mengatakan apa alasanku mengubah sifat ku padamu agar kau dan keluarga mu tak Salah paham begitu pun orang lain, aku harap kau bisa bertemu dengan pria yang tepat aku hanya bisa menjadi kakak untuk mu tidak lebih." ucap Ernest tegas


"Tidak kau tak bisa mengabaikan ku dan mengatakan hal seperti ini aku yakin saat ini kau sedang bimbang dengan perasaan mu padaku, aku akan berusaha membuat kau kembali padaku dan Aku yakin itu pasti terjadi." ucap Bella keras kepala


"Tidak kau akan jadi milikku." ucap Bella lalu bangkit dan keluar dari ruangan Ernest dengan perasaan hancur mendengar perkataan Ernest tapi dia yakin bahwa Ernest menyukainya dan semua ini pasti karena ada wanita lain yang mencoba mencuri Ernest darinya, saat keluar tanpa sengaja Bella bertemu Ramon dengan seorang wanita Bella langsung menatap wanita tersebut dengan tatapan tak suka aplagi wanita Ter terlihat seperti wanita karir dengan wajah yang cantik


Sementara Ernest di dalam ruangan hnya Bisa menggeleng kepala melihat kelakuan Bella yang jelas dia sudah mengatakan yang sebenarnya pada Bella, tampak Ramon membuka pintu, masuk seorang wanita dan seorang pria, "maaf tuan ini adalah nona Deli yang akan bertemu dengan anda membicarakan tentang kerja sama." ucap Ramon sambil mempersilahkan ke dua tamu tersebut duduk di hadap Ernest setelah itu Ramon tampak duduk di sebelah Ernest

__ADS_1


Ernest mengaguk lalu melihat ke dua tamu yang ada di hadapannya, terimakasih tuan mau bertemu Dengan kami, kenalkan aku Deli aku mewakili ayahku untuk membicarakan kerja sama yang akan kita lakukan." ucap Deli dengan senyuman menawan miliknya


"Apa kabar tuan Reno aku pikir dia akan bertemu denganku." ucap Ernest, ayah baik-baik saja dia minta maaf tak bisa datang dan mengutus ku karena kesehatannya sedikit terganggu." ucap Deli


"Baikalah sebaiknya kita bicarakan sekarang karena aku akan keluar." ucap Ernest, kini mereka membicarakan masalah kerja sama di tengah-tengah pembicaraan kerjasama tersebut tampak ponsel Erenst berbunyi, Ernest langsung mengambil ponselnya benar saja Panggilan telepon berasal dari kediaman Ayana " halo kakak aku dan ibu sudah siapa ." ucap Ayana singkat lalu menutup Panggilan telepon tanpa menunggu Ernest menjawab


Sementara itu Ernest hanya tersenyum istrinya memang sangat cuek dan singkat jika berbicara, sementara di rumah Ayana tampak ibu Ayana geleng-geleng kepala melihat kelakuanku putrinya tak ada selama pembuka langsung mengatakan apa yang dia inginkan dan langsung menutup telepon begitu saja


"Astaga sayang bisakah kau sedikit perhatian pada suamimu dan tolong kau beri salam sebelum berbicara dia suamimu." ucap ibu Ayana, Ayana hanya mengangguk setuju dengan perkataan ibunya


Sementara di perusahaan tampak Deli melihat reaksi Ernest yang tersenyum saat menerima telepon, "maaf nona Deli aku harus pergi, dan Ramon akan mengurus sisanya maafkan aku ada urusan yang sangat penting." ucap Erenst


Tampak Deli sedikit kecewa, apalagi pembicaraan mereka sangat singkat dan Deli berencana mengajak Erenst untuk makan malam bersama jika kerjasama telah selesai di tandatangani, " baik tuan terimakasih." ucap Deli menutupi rasa kecewanya, Erenst langsung bangkit dan pergi begitu saja

__ADS_1


Sementara itu Bella yang berada di taksi tampak menangis tersedu-sedu, "maaf nona ke mana aku akan menurunkan nona." tanya sopir taksi, tapi Bella Hanya menangis membuat si sopir kebingungan apalagi mereka sudah berjalan cukup jauh.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2