BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
84


__ADS_3

"Apa maksud Ayah sudah tidak ada pekerjaan lagi Bukankah ini hanya masalah sepele lagi pula Ayana tidak apa-apa." ucap Dinda masih membela diri


"Apa kau bodoh kau tahu siapa tadi yang datang di ruangan dia adalah tuan Ernest pemilik perusahaan tempat di mana Ayah menjadi direkturnya." ucap ayah Dinda


"tapi bukannya perusahaan itu milik ayah." ucap dinda, "memeng dulu perusahaan itu milik ayah tapi kemudian bangkrut dan di beli oleh tuan Ernest dan dia berbaik hati masih menjadikan aku direktur." ucap ayah Dinda


Dinda tampak terkejut mendengar perkataan ayahnya jadi selama ini perusahaan tersebut bukan lagi milik ayahnya dan ayahnya Hanya bekerja sebagai direktur di perusahaan tersebut hanya karena kebaikan pemiliknya


"jadi ayah Apa yang harus kita lakukan." tanya Dinda mulai panik setelah mengetahui hal yang sebenarnya


"entahlah Ayah juga tidak tahu apa yang harus Ayah lakukan apalagi Tuan Ernest sendiri yang memecat ayah itu berarti ayah sudah tidak bisa lagi macam-macam Kenapa juga kau harus melakukan itu pada temanmu sendiri apalagi dia junior mu Apa kau tidak punya pekerjaan lain selain mengganggu orang lain." tanya ayah Dinda


Dinda terdiam mendengar perkataan sang ayah "apa aku pergi mencari Tuan Ernest untuk meminta maaf." ucap Dinda,"Kau pikir semudah itu untuk bertemu Tuhan Ernest." ucap Ayah Dinda


sementara Malik yang berada di sekitar kampus tampak terus terus mencari Ayana setelah mendapatkan apa informasi apa yang terjadi pada Ayana Malik bergegas ke rumah sakit di mana Ayana di rawat tapi pihak rumah sakit tak memberikan informasi tentang keberadaan Ayana karena perintah Ernest, karena tak mendapat informasi tentang Ayana Malik pun akhirnya kembali ke kediamannya

__ADS_1


"Ada apa sebenarnya Kenapa hanya untuk informasi tentang kamar Ayana tak bisa aku temukan." ucap Malik Tak habis pikir padahal seharusnya dengan mudah dia mendapatkan informasi tentang di mana Ayana dirawat


tampak Ernest yang menerima laporan bahwa ada seseorang yang bertanya tentang Ayana langsung mencari tahu siapa orang tersebut tampak Ernest menautkan alisnya Karena setelah satu bulan lebih Malik baru kembali lagi padahal jelas-jelas menurut laporan bawahannya Malik berada di kota tersebut


sementara ayana di kamar perawatan tampak baik-baik saja setelah dirawat di ayana meminta agar segera pulang ke rumah karena dia kurang nyaman berada di rumah sakit, Ernest menyetujui keinginan Ayana tapi dengan syarat harus ada perawat yang merawatnya di rumah sampai dia benar-benar pulih


Ayana setuju dengan apa yang diinginkan Ernest setelah mengkonfirmasi kepada dokter tentang kepulangan Ayana, karena dokter merasa keadaan ayahnya baik-baik saja Ayana pun diizinkan untuk pulang, segera membawa Ayana kembali ke kediaman mereka, karena Ernest yakin pasti Malik akan kembali lagi untuk bertanya tentang Ayana


di kediaman Malik tampak Malik mengambil ponselnya kemudian menelepon Daniel untuk bertanya keberadaan Daniel sementara itu Daniel yang sedang berada di perusahaan tampak bingung setelah 1 bulan lebih sering menghubunginya, mengangkat telepon dari malik


tampak Daniel terkejut mendengar perkataan Malik ternyata Malik belum menyerah juga Daniel berpikir Malik sudah menyerah karena sudah satu bulan lebih dia tak mendengar kabar Malik


"Benarkah Aku sedang berada di perusahaan Aku tidak tahu tentang apa yang terjadi dengan Ayana mungkin saja ayahku yang melakukan hal itu karena dia ingin menjaga privasi Ayana." ucap bohong Daniel


"Benarkah Tapi menurut mahasiswa yang aku temui Dia berkata bahwa Ayana dibawa oleh seorang pria muda ke mobilnya dan langsung dibawa ke rumah sakit." ucap Malik

__ADS_1


"Benarkah Baiklah Malik aku akan bicara denganmu sebentar lagi aku harus melihat keadaan Ayana terlebih dahulu terima kasih." ucap Daniel langsung menutup teleponnya


tampak Daniel menelepon Ayana tapi tak diangkat oleh Ayana akhirnya Daniel menelepon Ernest tampak Ernest langsung mengangkat telepon "halo Daniel Ada apa kau menghubungiku." tanya Ernest


"aku tadi mendapatkan informasi bahwa Ayana berada di rumah sakit apakah terjadi sesuatu padanya Kenapa kau tidak menghubungiku, Apakah kau sudah menghubungi ayah dan ibu." tanya Daniel


"Iya tadi ayana di rumah sakit Tapi saat ini dia sudah berada di rumah karena kondisinya sudah membaik Ayana melarangku untuk menghubungi kalian takutnya kalian khawatir Aku baru saja menghubungi ayah dan ibu agar mereka melihat ayahnya di rumah saja." ucap Ernest


"oh baiklah aku akan ke sana sebentar lagi ucap Daniel lalu menutup panggilan telepon begitupun Ernest, Daniel setelah menghubungi Ernest lalu menghubungi Lisa tanpa bisa sedikit terkejut karena Daniel menghubunginya apalagi ada Dita di sebelahnya


"hei ponsel mau berdering Kenapa kau belum mengangkatnya." tanya Dita, oh ini nomor baru lebih baik tidak usah diangkat." ucap Lisa beralasan


Daniel yang tidak berhasil melalui sambungan telepon dengan Lisa langsung mengirimkan WhatsApp ke Lisa dengan cepat Lisa membalas WhatsApp tersebut kemudian menyimpan kembali ponselnya


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2