BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
87


__ADS_3

Rendy yang sudah berada di rumah sakit langsung mencari keberadaan Ayana bertanya kepada perawat yang ia temui tapi perawat tersebut menggeleng kepala tidak tahu tentang pasien tersebut apalagi Ayana sudah pulang Saya dari tadi, tampak Rendy terlihat kesal karena tak mendapatkan informasi tentang keberadaan Ayana apalagi dia tidak mengetahui Di mana alamat tempat tinggal ayana


karena dari tadi Rendy sudah berputar beberapa kali di rumah sakit tapi tak mendapatkan informasi yang dia cari akhirnya Rendy bergegas kembali ke kampus Dia berencana mencari teman teman Ayana siapa tahu saja mereka bisa memberitahu alamat tempat tinggal Ayana, tampak mobil Rendy sudah terparkir sempurna di depan kampus Rendy bergegas keluar menuju kelas Ayana tapi sayang ternyata kedua teman Ayana tak ada


"sementara itu di situ ruangan tampak dua orang pria sedang berdiskusi jadi sudah waktunya untuk melakukan rencana kita." ucap pria tersebut


"benar tuan lusa adalah waktu yang tepat untuk melakukan rencana kita karena lusa ada acara peresmian perusahaan baru milik Ernest Aku yakin dia pasti datang." ucap pria tersebut

__ADS_1


"lakukan sesuai rencana awal jika memang rencana awal gagal melakukan rencana selanjutnya." ucap pria lainnya


"baik Tuan Aku pastikan rencana ini akan sepenuhnya berhasil karena aku sudah menyelidiki rute jalan yang akan dilewati oleh rombongannya." ucap pria tersebut


Sementara itu di kediaman Ernest, Daniel sudah bergabung bersama Ayana, Lisa dan Dina setelah berbicara beberapa menit dan yang izin untuk kembali pulang, ingin mengajak Malik bertemu sebelum pulang ke rumahnya


sementara Ernest yang berada di ruangan yang tampak sedang berbicara dengan asistennya "jadi bagaimana dengan pembukaan perusahaan baru di kota C Apakah semuanya berjalan lancar?, " semuanya berjalan lancar Tuan sesuai dengan yang tuan rencanakan tapi bagaimana Tuan akan ke kota C sedangkan saat ini nyonya sedang dalam masa pemulihan ." tanya Ramon

__ADS_1


memikirkan keadaan istrinya tapi pembukaan perusahaannya juga sangat penting "entahlah aku juga bingung tapi mungkin aku akan menitipkan istriku ke ayah dan ibu mertuaku, tapi aku akan mengecek dulu keadaan istriku jika memang dia bisa ditinggalkan Aku akan pergi tapi jika memang dia tak bisa ditinggalkan aku takkan pergi." ucap Ernest, namun hanya mengganggu Tak ada kata yang keluar dari mulutnya


setelah berbicara dengan Ramon, Ernest langsung keluar dari ruangan kerja miliknya dan melangkahkan masuk ke dalam kamar begitu Ernest masuk tampak Ayana yang tertidur lelap sementara Lisa dan Dina sudah pulang begitupun Daniel, Erenst mendekati ranjang di mana istrinya berada, tampan Ernest melihat wajah istrinya dan mengecup berulang kali seolah-olah dia sangat takut kehilangan istrinya, tampak Ernest berbaring sambil memeluk tubuh istrinya


sementara itu di sebuah restoran tampak Daniel yang berada di ruangan VIP menunggu kedatangan Malik tak beberapa menit kemudian tampak Malik membuka pintu restoran dan langsung masuk saat melihat keberadaan Daniel.


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2