
Senyuman Ernest tak pernah surut membuat pak Dedy juga ikut tersenyum bagaimana tidak sejak mengikuti Ernest, dari kecil hingga dewasa, Ernest tak pernah bahagia seperti ini karena orang tuanya terutama ayahnya yang tak pernah benar-benar Menyayangi dirinya sementara itu di perusahaan Ernest tampak Ramon sudah selesai membicarakan kerjasama antara perusahaan Deli dan perusahaan Ernest
"Baikalah senang bekerja sama kembali dengan perusahaan anda maaf tuan Ernest harus meninggalkan rapat kerjasama ini." ucap Ramon
"Kami yang justru berterimakasih maaf bisakah anda mengatur agar aku dan Ramon bisa makan malam bersama sebagai bentuk ucapan terimakasih." ucap Deli
"Maaf nona Deli aku tak bisa melakukan hal tersebut, silahkan anda berbicara langsung dengan tuan Ernest mengenai hal tersebut." ucap Ramon lalu mempersilahkan Deli keluar dari ruangan, tampak Deli sangat kecewa mendengar hal tersebut
Setelah kepergian Deli, Ramon langsung kembali ke ruangannya, begitu duduk di ruangannya Ramon mengingat bahwa Ernest menyuruh merenovasi kamar tidur milik Ernest sesuai kesukaan Ayana dengan meminta bantuan salah satu teman ayana, tampak Ramon berpikir di antara Lisa dan Dita tapi sepertinya Ramon lebih memilih Dita yang sedikit lembut menurut Ramon Lisa terlalu bar-bar
Sementara itu di sebuah pantai tampak Bella masih terdiam memandangi lautan luas, "Bagaimana kalau kita sekalian berenang tampaknya lautnya sangat tenang dan indah ." ucap seorang pria, Bella sedikit terkejut apalagi tadi dia tak mengetahui ada seseorang di sampingnya, Bella berusaha mengabaikan pria tersebut dia sedang tak ingin berdebat dengan siapapun saat ini dia hanya ingin berdamai dengan keadaan untuk sesaat
"Ada apa kenapa diam, sebaiknya kita kembali ke hotel atau kau ingin sampai malam di sini, sebaiknya kau ikut denganku saja lagi pula apa kau tak kasian melihat supir taksi yang mengantarmu." ucap pria tersebut
Bella menoleh melihat sopir taksi tampak beristirahat dengan segelas kopi di hadapannya sambil sesekali berbicara dengan pelanggan lain, aku ingin sendiri bisakah kau menjauh dariku." ucap Bella jujur saja saat ini Bella benar-benar tak ingin di ganggu, Bella kemudian sedikit menjauh dari pria tersebut dia berjalan menuju sebuah gazebo Bella langsung duduk di gazebo sambil terus memandang ke depan, pria tersebut langsung berbalik menemui pengemudi taksi setelah berbicara beberapa menit dan memberikan sejumlah uang pria tersebut kembali melihat Bella kali ini dia hanya ikut duduk bersama Bella
Sementara itu Ernest yang baru tiba di perusahaan tampak langsung kembali ke ruangannya, begitu Ernest duduk di kursi kebesaranya Ernest langsung menyimpan foto USG yang berada di kantong bajunya ke laci meja kantor miliknya
Sementara itu Ramon di ruangannya tampak menelepon seseorang tapi sepertinya tak di angkat, sementara Dita yang sedang berada di dalam kamar miliknya ponselnya berdering tapi Dita mengabaikan panggilan telepon tersebut karena nomor baru
Astaga aku sudah berkali-kali menelan tapi dia tak mengangkatnya apa dia sedang sibuk atau aku akan mengirimkan pesan teks saja agar jika dia melihat panggilan Tersebut dan dia tau diri siapa." ucap Ramon lalu mengirim pesan teks pada Dita
__ADS_1
Dita tampak melihat ponsel miliknya, setelah mengetahui panggilan telepon tersebut dari Ramon asisten suami Ayana, Dita langsung kembali menghubungi Ramon, setelah berbicara mengunakan telepon Dita dan Ramon sepakat bertemu di luar
Kini Ramon berada di sebuah restoran sedang menunggu kedatangan Dita, tampak Dita masuk ke dalam restoran dan langsung duduk tepat di depan Ramon
"Ada apa kau ingin bertemu denganku jangan bilang kau hanya ingin mentraktir diriku atau jangan-jangan kau menyukai diriku." ucap Dita penuh percaya diri
Ramon memutar bola matanya malas bukannya apa Dita seperti anak kecil di mata Ramon apalagi tubuhnya yang lebih kecil dari Lisa dan ayana membuat Dita terlihat seperti anak SMP
"Hentikan omongan kosong itu mana mungkin aku jatuh cinta pad anak kecil aku bukan tuan Ernest." ucap Ramon penuh keyakinan
"Aku doakan kau jatuh cinta padaku." ucap Dita tanpa pikir panjang, Ramon mentap bingung kepada Dita, " kenapa kau berdoa agar aku jatuh cinta padamu." tanya Ramon bingung
"Agar aku bisa menolak dirimu dan aku membuktikan kata-kata lagi pula aku mempunyai seseorang yang aku sukai dia sangat tampan dan baik sangat jauh darimu jadi aku tak mungkin menyukai mu." ucap Dita penuh percaya diri
"Siapa bilang dia seumuran denganku dia lebih dewasa dan dia adalah pria pekerja keras dan tampan." ucap Dita membayangkan Kaka Daniel
"Aku yakin dia hanya menganggap kau seperti adiknya sebaiknya kau jangan terlalu berharap lihatlah tubuhmu yang kecil kau pantas di sebut anak kecil." ucap Ramon
"Hai Paman kenapa dari tadi kau terus menindas ku, sebenarnya apa yang kau inginkan, dengan mengajak ku bertemu aku jadi kesal melihatmu." ucap Dita
"Kenapa memanggilku paman kau bisa memanggilku kakak atau tuan Ramon." ucap Ramon
__ADS_1
"Kau juga memanggilku anak kecil kau kan bisa menyebut namaku tapi memanggil dirimu kakak tak ada dalam kamusku." ucap Dita terlihat kesal
"Baikalah langsung saja ke intinya aku ingin menemuimu karena Ernest ingin merenovasi kamar miliknya sesuai dengan kesukaan nyonya muda jadi aku ingin bertanya kamar seperti apa yang di sukai nyonya muda ." tanya Ramon
"Ayana suka kamar gaya minimalis dan dia suka warna cerah, aku mempunyai seseorang yang bisa membantu merenovasi agar sesuai keinginan Ayana kau hanya perlu membayar saja." ucap Dita
Ramon berpikir sejenak kemudian mengaguk setuju," baiklah masalah dana tak perlu khawatir asalkan pekerjaannya sesuai yang di inginkan, silahkan pesan makanan." ucap Ramon
"Baikalah biarkan aku yang akan mengurusnya kau hnya perlu menyiapkan cek yang aku inginkan." ucap Dita tersenyum penuh arti, setelah menyelesaikan pembicaraan mereka Ramon dan Dita makan siang bersama dengan damai, setelah makan siang Dita langsung keluar dan masuk ke mobil dengan sebuah cek di tangannya, Dita langsung menghubungi seseorang "halo ada proyek pribadi dan ini sangat mudah dan kita di bayar full." ucap Dita melalui sambungan telepon, tampak di seberang telepon kegirangan "baiklah aku akan menunggu mu di kantor kecil kita untuk berbicara." ucap seorang di balik telepon
Tampak mobil Dita berjalan menuju sebuah ruko dengan gaya kalasik terdapat jelas tulisan LAD Quin Desain tampak Dita langsung masuk ke dalam kantor tersebut dan langsung ke ruangan direktur tampak Lisa di dalam langsung menyambut Dita "aku sangat senang kau menghubungi ku kebetulan akhir-akhir ini kita belum mengerjakan desain apapun setelah kejadian yang menimpa Ayana." ucap lisa
"Ya aku tau kita baru saja membuka kantor ini tapi kita sungguh beruntung karena ada yang akan membayar mahal untuk mendesain kamar dengan bayaran mahal dan kau tau kita akan mendesain kamar milik Ayana ha ha ha ha bukanya ini sangat lucu karena Ayana adalah tim kita sendiri dan kita tau apa saja kesukaan Ayana." ucap Dita
"Astaga jadi maksudnya suami Ayana yang membayar mu untuk mendesain kamar milik mereka." tanya Lisa
"Ya kau benar tadi aku bertemu asisten suami Ayana dan dia langsung menyetujui semua yang aku katakan jadi hari ini kita bisa pergi ke sana dan dia akan menunggu kedatangan kita." ucap Dita
"Baikalah aku akan menghubungi pekerja, tapi sebelumnya aku akan hubungi Ayana agar dia memberikan sketsa kamar miliknya yang selalu dia inginkan ." ucap Lisa
"Baikalah aku akan membuat surat kontrak seperti biasa." ucap Dita langsung keluar dan menuju sebuah kursi di mana terdapat komputer
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya