
"Aku tidak peduli dan aku tidak mau tahu yang jelas aku ingin bertemu artis untuk mempertanyakan di mana keberadaan putraku aku yakin dia adalah penculiknya mana bisa putraku menghilang begitu saja tanpa ada kabar tanpa ada jejak kalau bukan dia pelakunya hanya dia satu-satunya orang yang bisa melakukan hal tersebut." ucap ibu deni
"aku pusing aku ingin beristirahat dari tadi kau mengaji terus jika memang kau ingin bertemu dengan Ernest lakukan sendiri, aku tak ingin sampai Ernest melakukan sesuatu yang lebih buruk lagi padaku tidak mungkin Ernest melakukan sesuatu jika dia tidak melakukan apapun buktinya selama ini tak pernah ada masalah apapun dan anda tidak pernah mengganggu keluarga kita jika memang etnis tiba-tiba melakukan sesuatu kepada Deni mungkin saja karena Deni sudah melakukan sesuatu kepadanya." ucap Ayah Erenst
"oh jadi sekarang kau lebih membela putramu daripada putra kita Kenapa apa kau menyesal telah meninggalkan istri dan anakmu Dan bersamaku sehingga kau sekarang tak mampu pedulikan lagi Deni entah dia hidup atau mati terlihat kesal sambil menantang." ibu Deni
"aku sudah bertahan denganmu karena Deni kau pikir aku tidak tahu bahwa selama ini kau tidak pernah mencintaiku kau hanya ingin hidup mewah sehingga kau memilih bersamaku aku jadi ragu Apa Deni itu putraku atau bukan apalagi aku tak melihat ada kemiripan Antara aku dan juga Deni sementara sangat mirip denganku." ucap ayah Ernest
"apa apa maksud mengatakan hal itu apa kau ingin bilang bahwa Deni bukan putramu kau tahu kan hanya kau pria yang tidur denganku saat itu tak ada pria lain." ucap ibu Deni dengan wajah yang terlihat pucat
__ADS_1
"Kenapa kau sepertinya takut saat aku berbicara tentang Deni atau jangan-jangan tebakanku benar saat kau menjalin kasih denganku kau menjalin kasih juga dengan orang lain lagi pula kau adalah seorang janda mana aku tahu kau setia atau tidak padaku apalagi saat itu aku sering keluar negeri." ucap ayah Ernest
"kau pasti sengaja mengatakan hal itu karena tak ingin berurusan dengan Ernest dan membiarkan Deni terabaikan dan hilang entah ke mana aku tahu kau ingin kembali ke keluargamu kan sehingga kau ingin membuat aku kehilangan Deni atau jangan-jangan kau bekerja sama dengan putramu untuk melenyapkan Deni." ucap ibu Deni
"apa yang kau katakan sekarang otakmu pasti sudah rusak dengan menuduhku sembarangan aku benar-benar curiga tentang Deni dan bodohnya aku tidak pernah melakukan tes DNA seperti yang disuruh oleh ibuku dan aku terus percaya dengan semua ucapanmu tapi semakin hari aku melihat Deni sifatnya sangat berbeda denganku bahkan wajahnya sangat berbeda denganku jika memang dia mengambil wajahmu pasti dia akan mirip denganmu tapi buktinya dia tidak mirip aku ataupun dirimu dan kau mengatakan padaku bahwa Deni sangat mirip dengan ayahmu aku bahkan tidak pernah melihat foto ayah mau sekalipun." ucap ayah Ernest
Ayah Ernest langsung berbalik dan pergi ke ruang kerjanya lalu masuk dan mengunci dirinya di dalam dia benar-benar frustasi entah setan apa yang merasukinya tapi setelah dia berpikir jernih selama beberapa tahun ini dia seperti dikendalikan oleh ibu Deni bahkan beberapa orang rekannya pernah berkata padanya bahwa Deni sama sekali tak mirip dengannya begitupun istrinya sementara ernes seperti fotocopy dirinya disaat mudah dulu tapi dia mengabaikan semua perkataan itu dan Karena rasa cintanya yang begitu besar kepada istrinya saat ini membuatnya tak pernah memikirkan hal itu tapi seiring berjalannya waktu akhirnya pikirannya terbuka dan bertanya-tanya apakah benar Deni itu putranya atau bukan
sementara ibu dini yang melihat sang suami pergi begitu saja ke ruang kerjanya langsung masuk ke dalam kamar Dia sangat gelisah jika sampai suaminya tahu tentang latar belakang Deni dia berharap suaminya akan melupakan hal tersebut setelah besok dan dia bisa Kembali bersama untuk mencari Deni
__ADS_1
sementara itu Malik yang sudah pulang ke kediamannya tanpa langsung masuk ke kamarnya begitu masuk ke dalam kamar tampak Deni melihat foto ayana yang tersenyum ke arahnya, aku yakin pasti ada sesuatu yang terjadi sehingga kau menikah dengan pria itu mungkin saja kau diancam olehnya sehingga kau terpaksa menikah dengannya." ucap balik seolah-olah otaknya sudah hilang dengan berkata seperti itu
sementara itu Daniel yang tidak bisa menghubungi Malik akhirnya berniat untuk pergi ke kediaman Malik tampak Deni mengendarai mobilnya menuju ke rumah Malik setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya Daniel tiba di kediaman Malik tampak beberapa pengawal membuka pintu gerbang dan mempersilahkan Daniel untuk masuk karena Daniel sering kediaman Malik saat pertama datang ke kota A, Malik yang berada di kamarnya yang tak mengetahui kedatangan Daniel tampak sedang bersantai tak bertulang lama seorang pelayan mengantuk pintu kamar Malik, Malik langsung bangkit dan berjalan ke pintu kamar "maaf tuan di ruang tamu ada Tuan Daniel yang datang mencari anda." ucap pelayan tersebut
"Kenapa kalian memperkenalkan dia masuk bukannya kalian menahan ya di pintu gerbang ucap Malik yang terlihat kesal dengan kedatangan Daniel di kediamannya, "maaf tuan kami pikir Tuan Daniel adalah teman Anda dan dia biasa datang kediaman ini jadi kami langsung saja menyuruhnya masuk." ucap pelayan tersebut
"katakan padanya aku sedang beristirahat dan tak bisa diganggu." ucap Malik, pelayan tersebut tampak melihat ke arah Malik dengan pandangan yang sulit diartikan kemudian langsung menunduk hormat dan keluar menuju ke ruang tamu di mana Daniel berada "maaf tuan Daniel sepertinya Tuan sedang beristirahat dan dia tidak bisa diganggu." ucap sang pelayan, tampak Daniel melihat ke arah dalam dia yakin Malik sedang menghindarinya, "baiklah aku mengerti tapi aku ingin kau memberikan ini kepada Malik katakan ini adalah sesuatu yang sangat penting jadi tolong katakan padanya untuk tidak membawa barang ini." ucap dan yang lalu memberikan sepucuk surat kepada pelayan tersebut untuk diberikan kepada Malik, Daniel keluar dari kediaman Malik dengan perasaan gusar sementara itu pelayan tersebut kembali mengetuk pintu kamar Malik pun membuka pintu kamar tampak pelayanan tersebut berdiri di depan pintu lalu menyerahkan sepucuk surat kepada Malik "maaf tuan ini adalah titipan dari tuan Daniel dia bilang agar tuan bisa membacanya karena ini sesuatu yang penting." ucap pelayan tersebut.
Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya
__ADS_1