
Setelah mengatakan hal tersebut Ernest melanjutkan pekerjaannya sementara Ramon keluar untuk memeriksa identitas sekretaris yang dikerjakan oleh HRD
Sementara Ramon sedang duduk di kantornya sambil menunggu kepala HRD dan sekretaris baru datang tampak pintu ruangan Ramon di ketuk setelah Ramon mempersilahkan masuk pintu pun di dibuka tampak kepala HRD dengan seorang wanita cantik masuk ke dalam ruangan
"Selamat pagi tuan Ramon."ucap kepala HRD, " pagi." ucap singkat Ramon
Ramon mempersilahkan kedua orang tersebut untuk duduk di kursi di depan meja Ramon begitu juga dengan sekertaris yang baru "maaf tuan Ramon ini namanya jelita dia adalah sekretaris baru tuan Ernest kami sudah mempelajari semua berkasnya dan dia adalah kandidat yang paling tepat karena memiliki keahlian yang kita cari." ucap kepala HRD
Ramon menatap kedua orang yang ada di hadapannya dengan seksama tampakkan sekretaris tersenyum sambil menunduk seperti biasa tak ada yang mencurigakan Sepertinya dia baik-baik saja "Apa kau sudah mengatakan apa saja yang boleh dia lakukan dan tidak boleh dilakukan." tanya ramon
"Sudah Tuan Saya sudah memberikan buku petunjuk dan apa saja yang harus dilakukan dan apa saja yang tak boleh dia lakukan tentang yang harus dia lakukan di saat ada Tuan Ernest." ucap kepala HRD
"Baiklah seperti biasa lakukan prosedur yang ada ingat aku tidak mau ada kesalahan jika kau melakukan kesalahan sekecil apapun maka kau tak akan bisa bekerja di sini lagi." ucap ramon sambil menatap kepala HRD membuta kepala HRD menelan silvanya kasar "baik tuan sesuai dengan perintah anda." ucap kepala HRD
"Dan kau berhati-hatilah dalam bertindak jangan gegabah Jangan melakukan hal-hal yang bisa merugikan dirimu dan ingat tidak ada toleransi untuk kesalahan apapun dan kalian berdua bisa keluar ." ucap Ramon memperingati sang sekertaris baru, "baik tuan aku mengerti." ucap sekertaris baru tersebut
__ADS_1
"Terima kasih Tuan." ucap kedua orang tersebut lalu keluar dari ruangan Ramon, tampak menggeleng kepala setelah melihat kedua orang tersebut keluar "ayah dan anak sama saja mereka pikir dengan tidak satu kartu keluarga Tak akan ada yang mengetahui tentang hubungan mereka dasar,aku ingin lihat apa yang di rencanakan kepala HRD dengan memasukan putri tirinya ke perusahaan kalau Memang hanya untuk bekerja tak masalah apalagi kepala HRD sudah mengabdi lama tapi kalau Samapi berniat lain akan langsung aku singkirkan ke duanya." ucap Ramon
Di luar tampak kepala HRD dan sekertaris baru berjalan cepat kembali ke ruangannya "Ayah kenapa aku merasa takut ya." ucap sekertaris baru
"Sudah berapa kali aku bilang kalau di perusahaan jangan memanggil aku ayah kau tenang saja bukankah kau ingin menjadi nyonya Ernest jadi kau harus bisa mendekatinya Ayah dengan susah payah memasukkan sebagai sekretaris Ernest." ucap kepala HRD
"Baik aku mengerti aku akan melakukan yang terbaik untuk itu." ucap jelita, kau harus profesional beberapa bulan jangan bertindak gegabah setelah tak ada yang curiga baru kau lakukan aksimu." ucap kepala HRD setelah mereka sudah di ruangannya, sementara Ramon yang melihat CCTV di kantornya tampak mengangguk dan tersenyum penuh arti.
Sementara itu Ayana dan sahabat-sahabatnya kini sudah berada di meja makan tapi sepertinya Ayana tak berselara makan melihat makanan yang di atas meja membuat sang ibu langsung bertanya "Sayang kenapa apakah kau ingin makanan lain." tanya ibu ayana
"Baiklah tapi kau harus makan sedikit dulu setelah itu Kau boleh bebas memakan jajan apapun yang kau suka sedikit saja." ucapkan ibu Ayana sambil menyodorkan makanan dengan terpaksa ayana menelan makanan yang sudah diberikan ibunya di piringnya setelah memakan beberapa suapan ayana menggeleng karena tak sanggup lagi memakannya, "jangan lupa katakan pada suamimu bahwa kau akan keluar bersama teman-temanmu agar dia tahu." ucap Ibu ayana"Baiklah Ibu aku mengerti." ucap Ayana
Sementara itu Malik yang berada di dalam kamarnya tampak sarapan di dalam kamar karena dia masih tak ingin melihat wajah Lia dia karena dia curiga Lia melakukan sesuatu Malik sekarang sedang mencari cara agar bisa bertemu dengan ayana apalagi orang suruhannya mengatakan Ayana sempat berjalan dan berbelanja tapi setelah itu dia tak pernah keluar lagi
"Sebaiknya aku sendiri yang memantau kediaman Ayana siapa tahu saja hari ini aku beruntung bisa melihatnya." ucap Malik lalu bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dengan semangat 45
__ADS_1
Sementara itu di kota C tampak Ibu Bella bersiap-siap akan pergi kediaman keluarga Ernest untuk bertemu dengan ibu Ernest dia ingin berbincang-bincang tentang masalah Ernest dan putrinya tampak Ibu Bella yang sudah keluar dari kediamannya dan masuk ke mobilnya sang sopir langsung melajukan kendaraan menuju kediaman Ernest tampak mobil Ibu Bella sudah memasuki pekarangan rumah keluarga Ernest Ibu bela langsung turun tampak salah seorang pelayan membukakan pintu untuk ibu Bella pelayan langsung mempersilahkan Bella masuk setelah itu baru dikasih memanggil Ibu Ernest
Ibu Ernest yang sedang berada di dalam kamarnya tampak sedikit terkejut dengan kedatangan Ibu Bella apalagi tak ada kabar apapun dari Bella ataupun ibunya akan datang kemari tampak Ibu Ernest langsung keluar untuk menyapa "halo jeng aduh tumben kemari ada apa." tanya ibu Ernest yang sudah duduk di hadapan Ibu Bella di ruang tamu
"Alhamdulillah baik jeng Apa kabar baik-baik saja kan aku hanya ingin silaturahmi sekalian cerita-cerita dengan jeng dan Oma di mana Oma." tanya ibu Bella basa-basi
"Sedang keluar ada acara katanya pasti ada sesuatu sampai geng datang tanpa mengabariku ada apa Aku jadi penasaran." tanya ibu Ernest
"Jeng pasti tahu Bella pernah ke sini untuk meminta alamat Ernest dan dia sudah datang ke sana untuk bertemu Ernest tapi sepertinya Ernest kurang merespon dengan baik pertemuan itu apakah Ernest mengatakan sesuatu pada jeng Aku khawatir tentang masalah putra-putri kita kau tahu kan Bella sudah menyukai Ernest sejak kecil dan Ernest juga begitu perhatian pada Bella Bagaimana jika kita menjodohkan mereka saja agar tak ada rumor yang berkembang." ucap Ibu Bella
Ibu Bella memangnya rumor apa yang berkembang Bukankah selama ini kedekatan Bella dan Ernest biasa saja tak berlebihan dan lagi pula Ernest tak pernah publikasikan tentang hubungannya dengan Bella selama ini mereka sudah seperti saudara." ucap ibu Ernest
"jeng anda mungkin terlalu berpikir bahwa bela adalah Putri Anda tapi bella adalah putriku dia adalah seorang wanita dewasa dan Ernest seorang pria dewasa sepertinya untuk menjadi saudara itu hal yang tak mungkin." ucap Ibu Bella memaksakan kehendak.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya
__ADS_1