
Tampak mobil milik Ernest melaju menuju perusahaan di dalam mobil tampak Ramon dan pak Dedy," maaf tuan kemarin Nona Bella datang mencari anda di kediaman anda ." ucap Ramon
Ernest menghembuskan nafasnya kasar, baikalah aku mengerti aku akan berbicara dengannya saat bertemu dengannya agar dia mengerti." ucap Ernest, kini mobil Ernest sudah memasuki kawasan perusahaan Ernest kini mobil milik Ernest terparkir sempurna di depan lobby Ernest turun seperti biasa tak ada orang yang membicarakan tentang kejadian kemarin apalagi Ramon langsung melakukan tindakan pencegahan agar tak ada orang yang berbicara tentang Maslah di parkiran, kini Ernest sudah berada di depan ruangannya sang sekertaris langsung memberi hormat, Ernest masuk langsung duduk di kursi kebesaranya di ikut ole Ramon
"Aku ingin kau membawa salah satu teman istriku untuk bertanya tentang kesukaan istriku dan aku ingin merenovasi kamar milik ku agar sesuai dengan kesukaannya sebelum kami menempati rumah tersebut ." ucap Ernest
"Baik tuan aku mengerti apakah ada yang lain misalnya Maslah interior yang perlu di ganti." tanya Ramon
Ernest berpikir sejenak, "biarkan saja nanti istriku yang akan melakukannya jika dia mau kau hanya cukup mencarikan apa yang dia butuhkan." ucap Ernest
"Baik tuan aku mengerti aku akan kembali ke ruangan ku terlebih dahulu tuan." ucap Ramon bergegas keluar kembali ke ruangan miliknya tepat di sebelah ruangan Ernest
__ADS_1
Sementara di hotel Bella sudah bersiap akan ke perusahaan Ernest, tampak Bella sudah cantik, Bella langsung keluar menuju taksi yang sudah dia pesan, Bella pun masuk langsung duduk di bangku belakang, pengemudi langsung melajukan kendaraannya menuju perusahaan Ernest
Sementara itu meli yang Baru saja keluar dari hotel tampak meringis kesakitan entah apa yang terjadi semalam dia sudah berusaha mengingat yang terjadi tapi tetap saja dia tak mengingat apa yang terjadi "sial seharusnya aku tak minum bersama para pria itu ." ucap Meli sambil masuk ke dalam mobilnya untuk kembali ke apartemen miliknya
Sementara itu di perusahaan keluarga Ayana tampak Daniel yang sedang berada di ruangannya dan duduk di kursi kebesaranya, Daniel sudah berpikir semula tentang Malik, dia tak ingin membuat Malik kecewa tapi saat ini Ayana sudah menikah, apalagi semau kesalahan Daniel yang tak pernah memberikan hadiah yang di kirim Malik ke Ayana, Daniel mengambil ponselnya lalu mengetik sesuatu untuk Malik
Sementara itu di belahan bumi lain tampak Malik sedang menikmati pemandangan karena beberapa hari lagi dia akan meninggalkan kota tersebut, "Lia aku tak ingin memaksakan apapun tapi semua keputusan ada di tanganmu kau tau aku dan dirimu tak mungkin bersama dari awal kau sudah tau bahwa hubungan kita tak akan berhasil." ucap Malik mengingatkan Lia
"Ada apa apakah ada yang ingin kau katakan, katakanlah sekarang aku tak ingin kau protes saat kita sudah berada di kota A karena jika kita sudah berada di sana semua protes yang kau lakukan tak akan mengubah apapun." ucap Malik
Saat sedang berbicara sebuah pesan masuk tampak Malik menautkan kedua alisnya melihat isi pesan Daniel yang memintanya untuk tak berharap apapun dari Ayana dan melanjutkan hidup dengan wanita yang mencintai dirinya, sontak saja hal tersebut membuat Malik terkejut karena Daniel mengirim pesan seperti itu padahal Daniel tau dari dulu dia hanya mencintai Ayana seorang
__ADS_1
Malik beberapa kali membaca pesan tersebut dan berpikir untuk membalas pesan tersebut tapi sepertinya dia memilih untuk semakin cepat pergi ke kota A
"Lia siapakan tiket besok aku akan ke kota A ada sesuatu yang harus aku selesaikan terlebih dahulu kau akan menyusul sesuai jadwal yang kita tetapkan kemari." ucap Malik sambil meremas ponsel miliknya
"Tapi tuan bukanya tiga hari lagi kita akan berangkat kenapa tuan mau berangkat besok." tanya Lia
"Kau tak perlu ikut campur apa yang aku lakukan, ikuti saja perintah ku." ucap Malik lalu mengirimkan pesan kepada Daniel
Sementara Daniel tampak sedang menunggu pesanan balasan tak berselang lama sebuah pesan masuk, "sebaiknya kita bertemu untuk berbicara aku harap kita bisa bertemu besok saat aku tiba di kota A." isi pesan Malik
Daniel sebenarnya kurang nyaman bertemu Malik dalam keadaan seperti ini tapi apa boleh buat dia harus menghadapi semua dan harus membuat Malik menjauh dari ayana.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya