BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
83


__ADS_3

tampak sekretaris Ernest Kembali ke tempat duduknya "sudah capek-capek buat kopi dan memberikan kue ternyata Tuan Ernest tetap memakannya bahkan dia berikan kepada tuan Ramon." ucap sekertaris Ernest


sementara itu Ernest tampak memeriksa beberapa laporan tapi dia selalu mengingat istrinya membuatnya tidak tenang


sementara dinda yang sudah merencanakan sesuatu untuk ayana tampak tersenyum sambil terus melihat Ayana yang sedang berada di kantin bersama Lisa dan Dita


sementara Malik setelah melakukan apa yang ingin dia lakukan pada Lia Malik pun mencari informasi di mana Ayana berkuliah Malik berencana untuk menemui Ayana dan memberitahukan tentang dirinya


Ayana yang ingin pipis akhirnya pergi ke kamar mandi tanpa ditemani oleh Dita dan Lisa, Ayana pun masuk ke toilet perempuan sementara Dinda yang melihat hal itu langsung mengikuti Ayana begitu Ayana masuk ke dalam toilet wanita Dinda pun ikut masuk saat Ayana sedang menggunakan salah satu toilet Dinda langsung mengunci Ayana dari luar Ayana yang tak menyadari hal itu tetap meneruskan kegiatannya di dalam toilet sementara Dinda tersenyum sambil menunggu reaksi Ayana


tampak Ayana yang sudah selesai kemudian berusaha untuk membuka pintu tapi pintunya tak bisa terbuka membuat ayana berteriak memanggil seseorang siapa tahu ada orang yang mendengarnya tapi nihil sementara Dinda dan mengisi air ke dalam ember tersebut Lalu menyiramkan ke Ayana yang berada di dalam toilet sontak saja Ayana sangat terkejut "hei apa yang kau lakukan keluarkan Aku dari sini." ucap ayana


"Aku sedang menghukummu karena kau mencoba untuk menggoda kekasihku sekarang nikmatilah kamar mandi ini." ucap Dinda lalu pergi begitu saja


sementara Dinda dan Lisa tetap melanjutkan makannya karena Ayana memang sering bolak-balik kamar mandi semenjak Hami, di dalam toilet Ayana sangat kedinginan dan wajahnya sudah pucat

__ADS_1


Lisa dan Dita yang sudah selesai makan tanpa kebingungan Kenapa ayahnya tak datang kembali ke kantin "Apa mungkin Ayana sudah kembali ke dalam kelas." tanya Lisa


"entahlah sebaiknya kita mengecek ke dalam ruangan Jika dia tidak ada kita harus segera mencarinya." ucap Dita


"aku takut terjadi sesuatu padanya apalagi saat ini dia sedang hamil Bagaimana kita bisa menghadapi kakak Ernest jika terjadi sesuatu pada Ayana." ucap Lisa


Lisa dan Dita pun langsung bergegas mencari ayahnya ke dalam kelas tapi nihil Ayana tak berada di dalam kelas, "Ayo kita mencari ke Ayana ke toilet siapa tahu dia masih ada di sana." ucap Lisa, Dita dan Lisa pergi ke toilet sampai di toilet ada tulisan toilet sedang diperbaiki, membuat Lisa dan dita berpikir ayahnya tidak mungkin ada di dalam


"Apa mungkin ayah nak pergi ke toilet lain soalnya toilet ini rusak." ucap Dita


"tadi pagi aku menggunakan toilet ini dan tidak rusak Apa tidak sebaiknya kita masuk ke dalam untuk mencari ayana." ucap Lisa, Dita dan Lisa langsung masuk ke dalam toilet tampak mereka memanggil Ayana tapi tak ada suara, Indonesia kemudian mengecek satu persatu toilet "Kenapa pintu toilet yang ini di palang." ucap Lisa , "Ayo kita buka." ucap Dita


ini Ayana sudah berada di rumah sakit dan tangani oleh Dokter Untung saja Ayana dan bayinya baik-baik saja karena cepat ditemukan Kalau tidak itu bisa berbahaya apalagi Ayana sampai demam tinggi


tampak Lisa dan Dita serta keluarga Ayana berada di rumah sakit, setelah dokter menyatakan bahwa istrinya baik-baik saja membuat Ernest tenang Ramon yang selalu menemani Ernest tampak menunduk merasa bersalah tak bisa menjaga istri atasannya dengan baik, "cari siapa yang melakukan itu pada istriku, dan katakan pada dekan jabatannya sebagai taruhan Jika dia tak bisa menemukan pelakunya." ucap Ernest

__ADS_1


setelah mendapat perintah dari Ernest Ramon bergegas ke kampus di mana Ayana berkuliah tampak Ramon sudah masuk ke ruang dekat setelah berbicara dengan dekan ramuan langsung ke ruang penjagaan mengambil seluruh CCTV yang berada di sekitar toilet setelah memastikan pelaku yang membuat Ayana masuk rumah sakit Ramon langsung kembali ke rumah sakit untuk melaporkan hal tersebut kepada Ernest


sementara Dinda tampak biasa-biasa saja karena belum mengetahui apa yang sudah dia lakukan akan berakibat buruk padanya andaikan langsung memanggil Dinda dan ke dua orang tuanya, tempat Dinda masuk ke ruangan dekat dengan senyum manisnya tak berselang lama kedua orang tuanya pun datang dengan melihat ke arah Dinda dan kedua orang tuanya


tak berselang lama Ernest datang bersama Ramon melihat Ernest tampak orang tua Dinda tersenyum ramah "silahkan duduk tuan Ernest ini adalah mahasiswa yang bernama Dinda dan ini kedua orang tuanya." ucap dekan


Ernest menatap Dinda dengan pandangan yang sulit diartikan membuat Dinda sedikit grogi, "maaf tuan Ernest Ada apa ya Tuan ingin bertemu putriku dan aku serta istri ku." tanya ayah Dinda


"aku pikir anak siapa dia Sampai berani melakukan hal yang bisa membuat seseorang terluka, Tuan Edi mulai saat ini kau di pecat kau bukan lagi direktur perusahaan dan untuk putrimu dia akan dikeluarkan dari kampus ini." ucap Ernest


tampak Tuan Edi sangat terkejut begitupun Dinda kenapa tiba-tiba dia dikeluarkan dan ayahnya dipecat siapa pria yang ada di hadapannya ini, "tapi tuan Apa salahku dan apa salah putriku sampai aku dipecat dan putriku dikeluarkan dari kampus." tanya Tuan Edi


"tanyakan pada putrimu apa yang dia sudah lakukan pada seorang mahasiswa yang bernama Ayana Putri yang saat ini sedang di rawat di rumah sakit, silakan nikmati apa yang putrimu lakukan ." ucap Ernest lalu meninggalkan ruangan dekan tanpa melihat kebelakang


Tuan edi berusaha mengejar Ernest untuk meminta maaf tapi Ramon menghalangi Tuan Edi membuat Tuan Edi kembali ke ruangan dekan setelah Ernest tak terlihat lagi, tuan edi lalu melihat ke arah putrinya sementara sang istri tampak menangis

__ADS_1


Dinda sangat terkejut mendengar nama Ayana dia pikir tak akan ketahuan bahwa dia yang melakukan semua itu "Dinda katakan apa yang kau sudah lakukan sehingga membuat." Tuan Ernest sangat marah padamu Sampai memecat ayah dari perusahaan sekarang kita harus hidup Bagaimana Ayah sudah tidak punya pekerjaan ucap tuan Edi


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2