
tampak pesawat yang ditumpangi oleh nenek dan ibu ernes sudah mendarat sempurna di bandara setelah pintu pesawat terbuka Ernest langsung naik ke atas pesawat menjemput nenek dan ibunya melihat kedua orang wanita yang dia cintai ada di hadapannya dia sangat bahagia karena trauma ibu dan neneknya sudah hilang Kenapa kau berada di sini di mana istrimu tanya nenek langsung begitu melihat sang cucu yang berada di hadapannya
"dia menunggu di mobil Nek karena dia tidak bisa leluasa berjalan di tempat umum apalagi dengan perut buncitnya ayo kita turun Dia pasti sudah tidak sabar untuk bertemu kalian." ucap Ernest , justru kami yang tak sabar bertemu dengannya aku ingin melihat cucu menantuku yang cantik dan imut itu ucap nenek lalu melangkah keluar bersama Ernest menuruni tangga gini mereka sudah berada di depan mobil tampak membuka pintu mobil bagian belakang di mana Ayana duduk tampak nenek langsung masuk dan duduk di samping Ayana lalu terus melihat ayahnya dari dekat begitupun sang ibu langsung masuk dan duduk di sebelah Ayana menghimpit sambil melihat Ayana dengan teliti dari atas sampai ke bawah melihat perut buncit Ayana membuat kedua wanita tersebut langsung memegangnya dengan gemetar mereka tidak menyangka bahwa ernes akan segera memberikan mereka cucu
tampak wajah terkejut Ayana saat di apit oleh kedua orang wanita yang langsung masuk ke dalam mobil begitu saja tapi kejutannya itu tidak lama saat kedua wanita itu langsung memeluknya dan menciumnya kemudian mengecup perutnya yang membuncit, "kau ternyata sangat cantik dan imut sangat beruntung bisa memilikimu apalagi sebentar lagi kau akan memberikan Ernest pewaris dan itu bukan hanya satu tapi ada tiga sungguh itu berita yang membuat nenek sangat bahagia." ucap Ernest
"kau benar ibu Dia sangat cantik dan imut sungguh aku akan sangat menyesal jika tak bertemu dengannya aku sungguh sangat bahagia, sayang Apa kau tahu begitu mengetahui Ernest sudah menikah dan akan segera memiliki buah hati ibu sangat senang sampai-sampai ibu tak bisa tidur beberapa hari karena memikirkan hal tersebut." ucap ibu Ernest
"baiklah ibu nenek sekarang pakai sabuk pengaman mu karena kita akan segera ke rumah." ucap Ernest , kedua orang tersebut bergegas memakai sabuk pengaman tampak mobil melaju meninggalkan bandara setelah beberapa menit berlalu mobil akhirnya sampai di kediaman Ernest
__ADS_1
sementara itu di rumah sakit tampak dokter yang memeriksa keadaan Danil tersenyum lebar setelah memeriksa keadaannya karena keadaan Daniel sudah sembuh dan boleh dibawa pulang tapi Daniel tak ingin pulang sebelum melihat Lisa sadar dari, tapi setelah dokter memberitahu bahwa ada kemungkinan besar Lisa belum akan sadar dalam waktu dekat ini membuat Daniel akhirnya setuju untuk meninggalkan rumah sakit dan dia akan datang untuk menjenguk Lisa apalagi orang tua Daniel sudah menyewa perawat yang akan menemani Lisa di rumah sakit membuat Daniel dan Dinda sangat lega
sementara di sebuah markas yang jauh di sana tampak Deni yang sedang diikat dan disiksa habis-habisan oleh para bawahan Ernest rah dengan luka yang ada di seluruh tubuhnya sedangkan yang bawahan yang menembak mobil tampak dibawa pergi oleh beberapa pohon ernes entah ke mana tapi sepertinya orang tersebut sudah tak berada di dunia ini lagi
kini nenek ernes dan ibunya sudah berada di kediaman Ernest mereka terus mengikuti Ayana kemanapun pergi membuat Ernest tak bisa melakukan apapun kepada Ayana seperti sebelumnya bahkan sang ibu sering meminta Ayana untuk tidur dengan mereka berdua membuat Ernest sering menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena perbuatan ibu dan neneknya yang selalu ingin menguasai Ayana
sementara Malik yang saat ini ada di kediamannya tampak membuang ponselnya yang selama ini dia pakai dia berencana untuk menggunakan ponsel dan nomor baru untuk memulai sesuatu yang baru dia sudah tak ingin lagi berbicara dengan Daniel karena merasa Daniel telah mengkhianatinya dengan tak mengatakan apa sebenarnya yang terjadi kepada Ayana padahal selama ini dia sudah bertanya tentang Ayana kepada Daniel
sementara itu Ayah Ernest dan juga ibu tirinya tampak semakin frustasi karena putranya Deni tak kunjung ditemukan apalagi saat melapor pada pihak yang berwajib mereka tak menemukan petunjuk apapun tentang keberadaan Deni seolah-olah Deni hilang ditelan bumi
__ADS_1
"Ayah Apa yang harus kita lakukan kita sudah menunggu kabar dari pihak yang berwajib tapi sampai saat ini tidak ada kabar apapun bahkan mereka mengatakan bahwa mereka tak bisa mendapatkan bukti apapun tentang keberadaan Deni seolah-olah Deni hilang ditelan bumi itu berarti Ernest adalah satu-satunya pelakunya aku yakin dia adalah dalang di balik hilangnya Deni." ucap ibu Deni
"kau kan juga sudah tahu aku sudah berusaha menghubungi Ernest tapi dia selalu mengabaikan teleponku aku juga sudah menghubungi ibunya tapi dia juga selalu mengabaikan teleponku bahkan kita sudah datang ke kediaman ibuku tapi mereka tidak ada dan para pelayan tidak mengetahui kemana mereka pergi jadi kau ingin aku bagaimana apakah aku harus ke kota A untuk pergi menemui Ernest di sana." ucap ayah Ernest
"ya itu satu-satunya cara agar kita bisa bertemu Ernest aku ingin dia mengembalikan putraku aku yakin dia yang sudah menculik putraku bagaimana bisa Deni hilang bagai ditelan bumi." ucap ibu Deni
"Apa kau yakin ingin bertemu Ernest kau tahu kan bagaimana Ernest dia tak suka melihatmu dan melihatku jika sampai kita bertemu dengannya dan kita menuduhnya sembarangan tanpa bukti apapun dia pasti akan marah Apa kau ingin kehilangan segala-galanya dulu aku masih bisa meminta tolong kepada ibu ernes tapi sekarang sepertinya dia sudah tak peduli lagi denganku bahkan dia tak pernah membalas pesanku ataupun mengangkat teleponku tidak seperti dulu begitu aku menghubungi ya dia akan langsung mengangkatnya sekarang aku tak bisa sembarangan bertindak." ucap ayah Ernest
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1