BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
61


__ADS_3

Lia nampak khawatir karena Malik belum juga kembali ke hotel apalagi dia dan Malik sedang bertengkar membuat dia semakin khawatir tapi jika saat ini dia pergi mencari Malik itu pasti akan membuat Malik semakin marah padanya


Sementara itu Ayana dan Ernest yang sedang memakan jajanan yang menurut Ernest sangat enak, sementara itu Dita yang sedang tertawa sambil menarik tangan yang menurutnya Lisa langsung ke bagian tempat makanan kesukaannya lisa apa yang kau inginkan aku ingin udang ini aku ingin memakannya apa kau juga mau udang tanya Dita, karena Lisa tak berbicara sepatah kata pun membuat Dita bingung lantas Dita pun menoleh tampak Dita sangat terkejut begitu melihat wajah Ramon sementara Ramon langsung tersenyum sambil menaikkan sebelah alisnya, sontak saja Dita langsung melihat tangannya yang memegang erat tangan Ramon lalu menghempaskannya begitu saja "apa yang kau lakukan kenapa dari tadi kau terus memegang tanganku." tanya Dita


"Aku yang seharusnya komplain padamu, aku yang seharusnya bertanya dari tadi kau terus memegang tanganku dan menarik aku ke sana kemari kalau kau tidak percaya tanya saja Pak Dedi Aku bahkan tak sempat berkata-kata Tapi kau sudah memegang dan menarik ku." ucap Ramon


Sontak saja Dita langsung melihat pak Dedy yang mengangguk "kok bisa bukanya tadi aku bergandengan dengan Lisa, pak Dedy lihat lisa ." tanya Dita

__ADS_1


"Tidak nona tadi saat kita jalan di pojokan sana nona Lisa udah gak ada." ucap pak Dedy


"Kok bisa apa dia ke kamar mandi ya tapi kan biasanya di bilang ke aku kalau mau ke toilet." ucap Dita sambil melihat ke sana kemari mencari keberadaan Lisa, Ayana tiba datang bersamaan Ernest menghampiri ke tiga orang tersebut saat mereka berdua tak menemukan yang lain bersama mereka "ada apa kenapa Dita." tanya Ayana


"Apa kau melihat Lisa kata pak Dedy dia sudah tidak ada saat di pojokan sana." ucap Dita, "tidak oh iya Kakak Daniel di mana ya aku juga tak melihatnya dari tadi hanya awal masuk aku melihatnya, Erenst tersenyum mengetahui ini semua pasti ulah kakak iparnya, oh kakak Daniel tadi bilang dia akan pergi ke toilet." ucap Ernest lalu mengirimkan pesan pada Daniel yang sedang memadu kasih tak tau tempat dan waktu


"Beberapa sovenir tapi aku tak membelinya aku hanya melihatnya saja." ucap Lisa, "kenapa tak mengatakannya padaku kan kita bisa pergi melihatnya bersama." ucap Dita

__ADS_1


"Maaf aku pikir kau tak tertarik lagipula sedang asik berjalan di depan aku pikir kau ingin langsung ke tempat jajanan." ucap Lisa, tak berselang lama tampak Kaka Daniel, "kakak di mana kamar mandinya." tanya Ayana tanpa dosa


Sontak saja Daniel terkejut mendengar pertanyaan Ayana, mana dia tau di mana kamar mandi di pasar malam, "aku tidak tau de." ucap Daniel, kok tidak tau kata kakak Ernest kakak pergi ke kamar mandi tadi." ucap ayana.


"Oh iya tadi aku berencana ke kamar mandi tapi karena ada telepon penting aku tak jadi ke kamar mandi." ucap Daniel


Sementara itu tak jauh dari mereka tampak seorang wanita memperhatikan mereka dengan seksama.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2