
"apa yang ibu dan nenek katakan mana mungkin bukannya ibu mengatakan tak ingin lagi naik pesawat sedangkan nenek katanya trauma naik pesawat itulah mengapa nenek tak mau jika aku mengajak nenek dan ibu untuk ke kota A tapi kenapa begitu mengetahui ayahnya hamil anak kembar ibu mau ke kota A." tanya Ernest
"kapan kami mengatakan tidak naik pesawat kami hanya mengatakan belum ingat naik pesawat lagi pula trauma nenek sudah hilang saat dia mengetahui bahwa dia akan mempunyai cicit kembar jadi kami akan segera ke kota A, tenang saja sayang ibu dan nenek akan ke sana kau tak usah mendengarkan suamimu kami baik-baik saja naik pesawat dan tak ada hal yang perlu dikhawatirkan baiklah sayang ibu dan nenek harus melakukan sesuatu untuk mempersiapkan keberangkatan kami ke kota nanti ibu akan menelepon lagi." ucap ibu Ernest lalu matikan
di kota A tepatnya di kediaman Ernest tampak Ernest sangat bingung dengan yang dikatakan ibunya sementara ayana tampak menatap ke arah sang suami, "sayang kau kenapa kenapa kau langsung terdiam seperti itu setelah mendapatkan panggilan dari ibu dan nenek apalagi saat mereka akan berkunjung ke kota memangnya apa yang terjadi sehingga ibu dan nenek tak mau naik pesawat." tanya ayana
"ibu tak ingin lagi naik pesawat sejak ayah meninggalkan dirinya usai mereka pergi berlibur ke luar negeri sementara kakekku meninggal karena kecelakaan pesawat sehingga nenekku sangat trauma dengan pesawat itulah yang membuat aku bingung karena selama ini aku sudah membawa mereka berdua ke psikolog bahkan aku menyuruh psikiater ke rumah untuk membantu ibu dan nenek keluar dari rasa taruma mereka tapi semuanya tak berhasil." ucap Ernest dengan wajah seperti orang yang baru saja melihat hantu
"Kau jangan bercanda kakak sepertinya ibu dan nenek baik-baik saja ayo sekarang kita pergi ke rumah sakit aku yakin pasti ayah dan ibu sangat bahagia karena melihat kak Daniel yang sudah siuman." ucap Ayana lalu bangkit berjalan mengambil tasnya bergegas keluar tampak atas yang melihat istrinya sudah bangun dan berjalan keluar langsung menyusul sang istri dan memegang tangannya takutnya ayahnya jatuh atau terpeleset jika hati-hati berjalan setelah ayam masuk ke dalam mobil ikut masuk lalu menyuruh sang sopir untuk membawa mereka ke rumah sakit
__ADS_1
sementara itu di rumah sakit tampak Daniel sedikit was-was mengingat Malik sepertinya tak ingin beranjak dari ruangan tersebut apalagi melihat Malik yang sangat antusias bercerita dengan sang ayah sementara sang ibu hanya menatap saja tak ingin berkomentar apapun sementara Dina yang di sebelah tampak hanya terus memandangi Lisa dan berharap bisa segera sadar
tampak pintu dibuka oleh seseorang membuat perasaan Daniel sudah tidak enak karena dia yakin pasti yang datang adalah Ayana dan Ernest dan benar saja tampak Ayana membuka pintu dengan ernes yang terus memegangnya seperti takut jika terjadi sesuatu pada ayahnya semua orang langsung melihat ke arah pintu tampak senyuman Ayana yang sangat ceria membuat Malik langsung terkena seketika melihat ayahnya yang semakin cantik saat tumbuh dewasa tapi saat melihat pria yang sedang memegang Ayana Malik sedikit bingung tapi saat melihat tubuh yang sedikit menonjol pada perutnya apalagi dia memakai baju yang sangat longgar membuat Malik langsung melihat ke arah Daniel dengan perasaan yang tidak menentu
sementara Ernest sedikit terkejut saat melihat Malik berada di dalam ruangan tersebut tapi dia berusaha menetralkan wajahnya agar tak tampak tampak Ayana dan Ernest masuk mereka dua langsung mendekat ke arah ranjang milik Daniel begitu sampai Ayana langsung memeluk sang kakak sementara Ernest juga ikut memeluk sang kakak ipar setelah itu ayahnya langsung duduk di sofa karena Ayana sering kelelahan jika banyak berdiri
"sayang apa kau baik-baik saja tanya Ernest sambil mengelus perut buncit ayana yang tampak sangat jelas di saat dia duduk Malik tampak terlihat syok melihat perut ayahnya yang sangat buncit sepertinya usia kandungan Ayana sudah 7 bulan membuat mata Malik tampak memerah, tapi Malik berusaha tenang karena di ruangan tersebut sangat banyak orang, "oh iya Ayana apa kau tahu pria yang ada di sampingku ini." tanya sang ayah sambil melihat ke arah Malik
"kak Malik sepertinya aku pernah mendengar nama itu ayah tapi aku sedikit lupa maafkan aku." ucap Ayana sambil tersenyum manis ke arah Malik
__ADS_1
"maaf Om sepertinya aku harus kembali karena ada sesuatu yang harus aku kerjakan apalagi aku sudah sangat lama di sini takut mengganggu mungkin Daniel masih butuh istirahat agar cepat pulih." ucap Malik
"oh maafkan Om tak menyadari kau sudah sangat lama di ruangan ini baiklah kapan-kapan jalan-jalan lah kediaman Om kita cerita-cerita lagi dan hati-hati di jalan." ucap ayah Ayana , Malik mengganggu lalu menemui Daniel saat memeluk Daniel Malik berbisik di telinga Daniel apakah ini yang kau rahasiakan kenapa kau tidak mengatakannya bahwa Ayana sudah menikah ucap Malik lalu melepaskan pelukannya kemudian keluar dari ruangan tersebut dengan wajah yang sulit diartikan walaupun dia tadi izin dengan yang lain dengan ekspresi tersenyum tapi begitu keluar dari pintu tampak wajah marah Malik terlihat jelas
Daniel menghembuskan nafasnya kasar dia yakin pasti Malik sangat kecewa dan marah padanya karena telah menyembunyikan tentang status Ayana tapi Daniel akan berbicara langsung dengan Malik tentang apa yang sebenarnya terjadi sehingga ayana menikah di usianya sangat muda, tampak Ayana bangkit dan berjalan untuk melihat ke arah Lisa melihat Lisa yang tergeletak tak berdaya membuat ayahnya cukup sedih apalagi Lisa lebih dekat dengannya daripada Dina
"hai Lisa kau harus segera sadar keadaannya sudah sadar sekarang waktunya kau sadar." ucap Ayana sambil mengelus rambut Lisa, setelah berbicara pada Lisa Ayana lalu melihat ke arah Dina apa kau baik-baik saja kenapa sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu." tanya ayana
"apa kau tak curiga tentang hubungan kak Daniel dan Lisa mengapa kakak Daniel bisa berada di rumah Lisa di saat kejadian itu terjadi." tanya Dinda berbisik pada Ayana
__ADS_1
"entahlah aku tidak tahu apa yang terjadi tapi aku juga penasaran sebenarnya apa yang terjadi sehingga Kak Daniel tahu bahwa terjadi sesuatu di rumah Lisa apa mungkin bisa minta pertolongan pada keadaannya sehingga keadaannya datang langsung ke rumah Lisa." ucap Ayana
Jangan lupa like komen, vote dan hadiahnya