BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
58


__ADS_3

kini Malik sudah keluar dari dalam rumah mewah kini Malik berada Di dalam mobilnya tampak Malik yang sudah berada di dalam mobilnya langsung melajukan kendaraannya menuju hotel di mana Lia berada Dia sangat kecewa dan marah karena Lia memasang alat pelacak di jam tangan miliknya padahal selama ini di sangat percaya pada Lia


Lia yang tak menyadari bahwa Malik sudah mengetahui bahwa dia menaruh alat pelacak di jam tangan miliknya sedang mandi dia berencana akan menggoda Malik agar Malik tak begitu marah atas apa yang terjadi tadi


Tampak Malik yang langsung memarkirkan mobilnya di depan lobby hotel Lalu keluar menuju kamar milik Lia Malik langsung mengetuk pintu kamar tampak Lia yang baru saja selesai mandi menggunakan kasar Malik langsung mendorong dia membuat Dia sangat terkejut karena sifat Malik yang begitu kasar padanya setelah masuk ke dalam kamar Malik langsung menyuruh dia menutup pintu Apa yang diperintahkan oleh begitu pintu tertutup Malik langsung menampar pria membuat Lia tersungkur sehingga jatuh ke lantai dasar "perempuan tidak tahu diri beraninya kau memesan alat pelacak di jam tangan milik ku." Malik


Lia terkejut mendengar perkataan Malik yang mengetahui apa yang dia lakukan, "aku bisa menjelaskan semuanya." ucap Lia


"Apa yang inging kau jelaskan jadi selama ini kau memata-matai diriku cepat katakan sejujurnya apakah kau pernah bertemu secara pribadi dengan Daniel." tanya Malik


Maafkan aku Malik aku sengaja memasang alat pelacak untuk melindungi dirimu, dan mengenai tuan Daniel aku juga tak sengaja bertemu dengannya saat kita ada rapat di hotel yang sama saat itu." ucap Lia


"Jadi selama ini kau selalu melacak keberadaanku dan kau sebenarnya sudah tahu bahwa Daniel ingin bertemu denganku dan kau berusaha menggantikan aku untuk bertemu Daniel dasar kau memang wanita yang tidak bisa dipercaya mulai saat ini kau kupecat jangan pernah tampakkan wajahmu lagi di hadapanku." ucap Malik


"Aku hamil." ucap Lia, sontak saja mata Malik terbelalak mendengar pengakuan Lia, "kau jangan mulai berdusta kau tak mungkin hamil Aku memakai pengaman dan kau mengkonsumsi pil KB Bagaimana bisa kau hamil." ucap Malik

__ADS_1


"Aku tak pernah menggunakan pil KB itu hanya vitamin saja sementara ****** yang kau gunakan sudah aku rusak itulah mengapa aku hamil." ucap Lia, Malik mengepalkan tangannya dia tak menyangka dia sudah masuk dalam jebakan Lia, maling langsung keluar dari kamar Lia menuju kamar miliknya


"Aku benar-benar sudah di tipu mentah-mentah oleh Lia sekarang dia hamil apa yang harus aku lakukan, tapi aku harus membuktikan perkataannya besok aku sendiri yang akan membawanya untuk di periksa, jika benar dia hamil aku hanya akan bertanggung jawab pada anaknya tapi aku tak akan pernah menikahinya." ucap Malik


Lia tampak memegang pipinya yang terasa pedih setelah Malik menamparnya tadi, "aku takkan pernah melepaskan Malik apapun Yang terjadi." ucap lia


Tampak di kota C tepatnya di kediaman belia, keluarga Bella sekarang makan siang bersama dengan penuh canda tawa aplagi ayah Bella yang terlihat sangat bahagia


Sementara itu Ibu Ernest dan Oma yang sedang duduk makan bersama, ada apa sepertinya aku mendengar ibu Bella datang ke mari." tanya Oma akhirnya Ibu Ernest buka suara mengenai apa yang terjadi tadi," benar ibu tadi tadi ibu Bella datang membicarakan tentang Bella dan Ernest ibu Bella memberi usual agar kita menjodohkan Ernest dan Bella karna katanya banyak gosip di luar mengenai kedekatan mereka." ucap ibu Ernest


"Itulah yang tadi aku katakan pada ibu Bella kerena itu masalah pribadi Ernest dalam mencari calon pendamping tapi sepertinya ibu Bella sedikit kesal karena aku menolak niatnya." ucap ibu stuart


"Mungkin dia pikir karena Bella sering ke sini dan kita selalu bersikap baik pada Bella membuat dia yakin kita menyukai Bella dan akan setuju saat dia menawarkan perjodohan." ucap nenek Ernest


"Mungkin saja ibu tapi aku sudah mengatakan bahwa Ernest menggap Bella seperti adiknya dan aku tak ikut campur dalam urusan pribadi Ernest Tetang mencari pasangan." ucap ibu Ernest

__ADS_1


"Bagus kau harus memperjelas hal itu agar mereka merasa kita memberikan lampu hijau, apalagi Ernest sudah mengatakan bahwa dia menggap Bella seperti adiknya ." ucap nenek Ernest


Sementara itu di kamar Ayana tampak menyembunyikan dirinya di balik selimut membuat Ernest ingin tertawa tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat mengingat istrinya sedang marah


"Sayang ku mohon jangan marah bagaimana kalau aku mengantar mu untuk membeli jajanan yang kau suka." ucap Ernest


Ayana yang berada di balik selimut nampak berpikir, bukanya itu lebih baik, apalagi sebentar malam ada pasar malam, itu adalah tempat yang tepat untuk membeli cemilan enak," aku akan memaafkan kakak asalkan sebentar malam kita pergi ke pasar malam bersama Lisa dan Dita serta Ramon dan kakak Daniel." ucap ayana


Erenst sebenarnya tidak menyukai tempat ramai seperti itu, apalagi Ayana yang keluar malam tapi kalau tidak di turuti nanati tambah ngambek," baikalah katakan pada teman-teman mu dan kakak daniel sekarang coba buka selimut mu." Ical Ernest


Ayana membuka perlahan selimut yang menutupi wajahnya," ya begitu dong kan cantik kalau gak marah lagi, aku akan ke sofa untuk bekerja." ucap Ernest saat melihat Ayana tersenyum lalu berjalan ke sofa membuka ponsel miliknya


Sementara pak Dedy dan Ramon tampak duduk di taman belakang rumah milik Ernest, enak ya semenjak tuan menikahi nyonya ayana kita banyak santai dan bisa ngemil dengan nyaman enak sekali makan ini pak Dedy." ucap Ramon sambil memakan sosis bakar


"Benar tuan, ini sosis bakar aku aku juga baru makan selama ini aku hanya melihat di tv saja saat orang membeli jajanan." ucap pak Dedy .

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, dan, hadiahnya


__ADS_2