BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
71


__ADS_3

Linda tampak keluar dari restoran dan masuk ke dalam mobilnya Dia berencana mencari tahu siapa para gadis-gadis yang bersama etnis sepertinya mereka masih kuliah


Sementara itu sekretaris Ernest tampak sangat kesal karena Ernest tak jadi rapat itu berarti dia tak bisa melihat Ernest lebih lama dari biasanya apalagi ernes jarang sekali keluar dari ruangannya begitupun dirinya jarang masuk ke ruangan ernes kecuali ernes sangat membutuhkannya


Sementara itu di restoran Lisa tampak acuh melihat Daniel membuat Daniel ketar-ketir, sementara itu Ayana dan Ernest makan iga yang sudah mereka pesan


Di rumah sakit tampak lia berbicara tentang apa yang terjadi selama ini membuat Malik bingung Apalagi dalam pikirannya Dia sangat mencintai ayana mana mungkin dia bisa berpaling pada gadis seperti lia walaupun dia juga cantik tapi perasaannya tetap pada Ayana tapi bagaimana mungkin dia bisa bersama lia, pikir Malik hal tersebut membuat Malik sakit kepala membuat lia sedikit khawatir


"Sebaiknya kau jangan terlalu berpikir macam-macam istirahatlah terlebih dahulu aku yakin kau kau akan mengingat tentang hubungan kita kau sudah lama melupakan Ayana dan hidup bersamaku bahkan kita hampir memiliki anak tapi aku keguguran dan kau berjanji akan menikahiku secepatnya." ucap Lia bohong


"Benarkah tapi kenapa aku tak bisa mengingat semua itu." ucap malik


"Kita habis mengalami kecelakaan Minggu lalu membuat mu harus di operasi dan kau koma selama satu Minggu begitu bangun kau kehilangan ingatanmu." ucap Lia


"Kecelakaan, benarkah." ucap Malik , "ya kita kecelakaan saat akan ke catatan sipil karena kau sangat bahagia kau tak menyadari ada kendaraan yang melaju ke arah kita sehingga kau harus membanting setir kearah sebuah pohon." ucap bohong Lia


Sementara itu di sebuah kota tampak seorang gadis yang baru saja tiba dengan sebuah tas di tangannya " semoga aku bisa mencari pekerjaan yang baik di sini, menjadi pembantu rumah tangga pun tak Maslah bagiku, tapi pria semalam yang menyuruhku mengantar tuan itu meminta no rekening ku, sebaiknya aku ke ATM untuk mengambil uang aku ingin mencari kos." ucap gadis tersebut

__ADS_1


Tampak gadis tersebut masuk ke ATM untuk mengambil uang tapi saat melihat saldo di rekeningnya alangkah terkejutnya gadis tersebut karena jumlahnya sangat banyak "Astaga kenapa uangku jadi banyak begini dengan ini aku bisa membuka sebuah warung untuk melanjutkan hidup, apa tuan itu tak salah kirim atau dia salah kirim tapi bagaimana cara ku menghubunginya, angap aku meminjam uang ini aku akan mengembalikan padanya saat bertemu dengannya." ucap gadis tersebut sambil tersenyum karena uang yang berada di rekeningnya cukup banyak bisa untuk membuka sebuah usaha


Sementara di restoran Ayana dan Ernest tampak telah selesai makan begitupun yang lain, Ayana kau pulang sama Ernest saja dan Ramon tolong antar Dita pulang aku ingin berbicara dengan Lisa." ucap Daniel


Ayana dan Dita saling pandang sementara Lisa tak bergeming, "ada apa, apa kalian bertengkar lagi, kali ini gara-gara apalagi Jangan bilang kakak Daniel tak sengaja melihat Lisa dalam kamar mandi lagi." ucap ayana


Sontak saja Daniel dan Lisa sangat malu, bukan ada yang perlu aku tanyakan dengan Lisa Sudahlah aku pinjam Lisa." ucap Daniel sambil menarik Lisa keluar dari ruangan tersebut Daniel menarik Lisa hingga masuk ke dalam mobil miliknya


"Kini kedua sejoli itu sudah masuk ke dalam mobil, aku tak ingin bicara dengan Kakak Daniel biarkan aku pulang dengan mobil ku ." ucap Lisa, tapi Daniel seakan-akan tak mendengar perkataan Lisa langsung melajukan mobilnya


"Masa sih bagiku biasa saja, bukannya mereka memang kadang saling bercerita, dan Kaka Daniel kadang menggoda Lisa ." ucap Ayana di bumil yang malas tau


"Sebaiknya kita pulang." ucap Ernest, membawa istrinya keluar dari ruang dan langsung menuju mobil meninggalkan Ramon dan Dita, "ayo cepat aku mau pulang jika kau masih mau di sini, aku akan pulang dulu ." ucap Ramon


"Astaga kau ini kau pikir aku mau di antar pulang sama biawak seperti mu." ucap Dita yang kesal


"Eh cecak betina, aku di suruh tuan Daniel mengantar mu pulang aku juga sih tidak mau mengantar mu tapi aku terpaksa." ucap Ramon

__ADS_1


"Sudah kalau memang kau tak mau mengantar ku ya sudah aku bisa naik taksi pulang kenapa juga kau harus repot-repot." ucap Dita


"Kau ini dasar bawel ayo pulang kaku sampai terjadi sesuatu padamu saat kau pulang semua orang akan menyalahkan ku." ucap Ramon sambil menari tangan Dita keluar dari restoran dengan paksa, mau tidak mau Dita pun terpaksa mengikuti mobil Ramon


Sementara itu Ayana dan Ernest sedang berada di dalam mobil "bagaimana harimau Apakah di kampus baik-baik saja Apa tidak sebaiknya kau tidak usah mengikuti ospek dan tinggal di rumah saja nanti Saat perkuliahan baru kau masuk." ucap Ernest


"Di kampus baik-baik saja tidak aku tetap ingin mengikuti ospek walaupun aku tidak melakukan apa-apa lucu saja melihat orang-orang di ospek sejak dulu Aku ingin di ospek tapi karena keadaan aku tak bisa mengikuti ospek jadi aku hanya bisa menonton saja." ucap Ayana


"Maafkan aku sayang karena diriku kau tidak bisa melakukan hal yang kau inginkan baiklah jika kau memang ingin seperti itu." ucap Ernest


Ayana tersenyum sambil melihat ke arah suaminya "Sudahlah kakak kau tak perlu meminta maaf lagi pula itu bukan sepenuhnya salahmu aku akan baik-baik saja di kampus." ucap Ayana


Sementara itu di apartemen meli tampak meli sedang bersiap menunggu kedatangan kepala sekolah yang mengabarinya akan datang ke tempatnya setelah pulang kerja, "aku yakin pasti dia akan segera menikahiku dia kan takut jika sampai aku melaporkan hal ini kepada istrinya." ucap meli penuh senyuman


Sementara itu kepala Sedang berpikir bagaimana cara menyingkirkan bayi yang ada di perut meli agar meli tak bisa memaksa untuk menikahinya jika memeng terpaksa dia aku menyingkirkan meli tanpa sepengetahuan siapapun" apa sebaiknya aku menyewa pembunuh bayaran jika nanti saat aku berbicara dengannya dia tak mau mengugurkan kandungannya ." ucap kepala sekolah, setelah berkata seperti itu kepala sekolah merapikan barang-barangnya tapi saat membuka laci ada sebuah kotak yang berisikan jarum suntik dan sebuah cairan membuat kepala sekolah tersenyum penuh arti sambil mengambil kota tersebut lalu di masukan dalam tas kerjanya.


Jangan lupa like, komen, vote, dan, hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2