BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
51


__ADS_3

Pagi menjelang seperti biasa Ernest akan duluan bangun sebelum Ayana bangun karena dia yakin istrinya Pasti akan sangat malu setelah apa yang terjadi semalam, tampak senyuman puas di wajah Ernest sambil melihat ayahnya yang masih polos tertidur di pelukannya Ernest mencium wajah Ayah berulang-ulang kali lalu mengecup bibirnya kemudian bangkit dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, Setelah membersihkan tubuhnya karena langsung memakai pakaian kerjanya lalu keluar untuk sarapan tampak ayah-ayahna Daniel dan sang Ibu melihat ernes yang keluar sendiri tanpa Ayana "Apakah Ayana belum bangun." tanya ibu Ayana


"Iya Ibu Sepertinya dia sedang kelelahan mungkin pengaruh hamil membuat dia tidur lebih lama." ucap Ernest


"Iya nak memang wanita hamil sangat suka tidur dan sangat susah jika bangun." ucap Ibu Ayana, setelah sarapan Ernest langsung ke perusahaan


Sementara Ayana nampak tak terusik sedikitpun Sepertinya dia sangat kelelahan setelah apa yang terjadi


Lisa dan Dita yang sedang mengawasi renovasi kamar milik Ernest dan Ayana tampak sedang berbincang-bincang "Astaga apa ya yang terjadi semalam dengan ayana dan Kakak Ernest aku penasaran." ucap Lisa


"Aku juga sangat penasaran ternyata idemu sangat bagus tapi bagaimana bisa kau memikirkan hal tersebut jangan-jangan kau sudah memiliki seorang kekasih." ucap Dita sambil tertawa


Lisa tersenyum kaku "apa yang kau katakan aku hanya pernah menonton sebuah film dan terdapat adegan seperti itu jadi aku memikirkan hal tersebut agar hubungan kakak Ernest dan Ayana semakin dekat." ucap Lisa mencari alasan


"Tapi itu memang ide yang bagus tapi jika kau memiliki kekasih Aku tak keberatan asalkan kau mengenalkannya pada kami." ucap Dita


"Sebaiknya kau saja yang mencari kekasih." ucap Lisa, "aku sedang menunggu kak Daniel menyatakan cintanya padaku." ucap Dita penuh percaya diri


"Terserah kau lah dari sini aku ingin singgah ke rumah Ayana sekalian makan siang di sana sudah lama aku tidak makan masakan Tante Apa kau juga ingin ikut denganku ke rumah Ayana." tanya Lisa

__ADS_1


"Tentu saja kau pikir hanya kau yang merindukan masakan Tante aku juga merindukan masakan yang selalu enak itu lagi pula aku juga penasaran dan ingin mendengar cerita Ayana tentang apa yang terjadi semalam kau tahu kan Ayana tak bisa menyimpan rahasia dari kita." ucap Dita


Sementara itu di perusahaan tampak Ernest yang terlalu tersenyum setelah mengingat apa yang terjadi semalam bahkan membuat Ramon merinding karena senyuman itu tak pernah lihat oleh Ramon sebelumnya "Tuan Apakah anda baik-baik saja." tanya Ramon


Ernest langsung menatap pada asistennya tersebut "memangnya ada apa kau bertanya seperti itu apa kau tak lihat aku baik-baik saja dan sangat bahagia." ucap Ernest


"Pantas saja Anda terus tersenyum maaf tuan saya ingin mengatakan sesuatu sekretaris tuan yang lama sudah berhenti karena akan mengikuti suaminya yang pindah tugas ke tempat lain apalagi dia sedang hamil jadi pihak HRD sudah mendapatkan sekertaris baru untuk tuan." ucap Ramon


"Baikalah kau atur saja dan ingat kau harus memeriksa dengan jelas sekertaris tersebut." ucap Ernest, "baik tuan aku mengerti." ucap Ramon


Sementara itu di kota C tampak Bella yang sudah berada di kediamannya disambut oleh ibunya "sayang Apa kau baik-baik saja bagaimana Apa kau bertemu Ernest dan sudah berbicara dengannya."' tanya ibu Bella


"Apa maksudnya coba kau ceritakan apa yang terjadi di sana saat kau datang menemuinya." tanya ibu Bella


"Aku bertemu dengannya dan berharap dia bahagia bertemu denganku tapi sepertinya dia tak senang bertemu denganku, aku pun mengatakan niatku kepadanya dan menguapkan perasaanku tapi dia mengatakan bahwa dia menganggap ku seperti adiknya dia tak memiliki perasaan antara pria dan wanita dengan ku." ucap Bella sambil terisak


"Apa maksudnya bukanya selama ini kau satu-satunya wanita yang ada di sampingnya kenapa sekarang dia bisa mengatakan hal seperti itu atau jangan-jangan sudah ada wanita lain di Sana membuatnya mengatakan hal itu padamu." ucap ibu Bella


"Aku juga curiga akan hal itu ibu, walaupun kakak Ernest tak mengakui perasaannya tapi selama ini semua perhatiannya padaku lebih dari seorang adik, aku yakin pasti wanita itu sudah menjebaknya." ucap Bella

__ADS_1


"Terus apa yang akan kau lakukan sekarang kau Taukan ayahmu sangat berharap dengan hubungan dengan Ernest apalagi sekarang perusahan tidak sebaik dulu, sebaiknya kau jangan ceritakan apa yang terjadi di kota A pada ayahmu." ucap ibu Bella


"Baikalah ibu aku mengerti aku akan masuk ke dalam kamar untuk beristirahat." ucap Bella sambil bangkit dan berjalan menuju kamarnya


"Sebenarnya apa yang terjadi kenapa Erenst tiba-tiba berubah seperti itu haruskah aku pergi menemui ibu Ernest untuk bicara, mana Aku sudah bercerita pada teman-teman arisan ku bawah Ernest adalah calon menantuku dan sebentar lagi dia dan Bella akan menikah mau ditaruh di mana mukaku jika sampai itu tidak terjadi aku harus segera menemui Ibu Ernest untuk membicarakan perjodohan antara Ernest dan bella ." ucap ibu Bella setelah kepergian Bella


Sementara itu di kota A tampak Lisa dan Dita yang sudah melihat hasil renovasi kamar milik Ayana dan Ernest yang sudah selesai sangat senang karena hasilnya sangat indah , mereka kini berada di kediaman ayan


"Permisi Tante ayana ada Tante, tanya Lisa dan Dita ada di kamarnya, masuk saja Jagan lupa makan siang di sini ya." ucap ibu ayana


"Iya Tante makasih kami akan makan siang di sini bersama Ayana." ucap Lisa lalu masuk ke dalam menuju kamar ayana


Ayana yang baru saja mandi sedikit terkejut melihat Dita dan Lisa berada di rumahannya ," astaga kalian ini kenapa tak bilang-bilang mau datang ayo masuk." ucap ayan Lisa dan Dita Langsung masuk dan duduk di sofa bersama Dita kemudian Ayana ikut duduk "Astaga wajahmu sangat berseri-seri sepertinya ada sesuatu yang terjadi semalam apalagi kau keramat jam seperti ini ini waktunya makan siang bukan waktunya mandi." ucap Lisa menggoda ayana


Ayana sangat malu mendengar perkataan Lisa apalagi mengingat kejadian semalam membuat dia ingin bersembunyi di kolong meja saja


"Ada apa Kenapa wajahmu memerah seperti itu jangan-jangan kau melakukan yang tidak-tidak dengan kak Ernest semalam." ucap Dita semakin membuat ayana malu


"Apa-apaan sih kalian ini Jangan menggangguku deh." ucap ayan menahan rasa malu

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2