BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
16


__ADS_3

Pagi menyapa tampak Bella terbangun dengan kepala yang sedikit pening "aduh di mana aku." ucap Bella


"Selamat pagi sayang ini minum air madu kau terlalu banyak minum semalam." ucap pria tersebut sambil tersenyum hangat pada Bella


Bella menatap pria yang saat ini menyodorkan minuman kepadanya Bella langsung mengambil minuman tersebut Lalu meneguknya hingga habis "ingat aku tak suka berhubungan dengan pria manapun tak ada hubungan lebih daripada malam ini." ucap Bella tegas


"Sepertinya kau suka bermain di luar tapi tak suka bermain permainan yang sama atau kau menghindar komitmen yang pasti dan berharap pada komitmen yang tak pasti." ucap pria tersebut menyindir Bella Yang mengetahui bahwa Bella selama ini menunggu Ernest yang tanpa kepastian dari pada menerima seseorang yang serius dengannya


"Tutup mulutmu siapa kau yang berani membahas masalah pribadi ku, kita hanya tidur bersama semalam lagipula kita tidak saling kenal jadi berhenti berbicara seolah-olah kau mengetahui semua yang terjadi di hidupku, aku harap kita tak akan bertemu lagi." ucap Bella mengambil pakaiannya lalu memakainya kemudian keluar dari kamar tersebut, sementara pria tersebut tersenyum tipis melihat Bella yang sudah menghilang di balik pintu


"Tapi memang dia pantas dikatakan gadis yang sangat ambisius tapi sepertinya ernes bukan pria bodoh yang menyukai wanita seperti itu tapi seperti aku menyukainya sebagai alat untuk bersenang-senang." ucap pria tersebut sambil tersenyum penuh arti melihat sebuah video panas semalam


Sementara itu di kota A tampak Ernest yang sedang duduk di kursi kebesarannya sambil melihat CCTV yang semalam di restoran, entah apa yang ada di pikirannya saat ini, tampak sebuah ketukan mengalihkan perhatian Ernest


Ramon masuk "maaf tuan sudah waktunya makan siang dan semua data tentang tun Daniel dan gadis semalam sudah aku kirimkan." ucap Ramon


Ernest langsung mengambil ponsel miliknya, tampak senyuman terukir jelas di wajah Ernest saat mengetahui hubungan Ayana dan Daniel adalah saudara kandung" baikalah aku akan mentraktir mu di tempat enak hari ini aku ingin makan hidangan laut." ucap Ernest bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar menuju mobil miliknya di ikut Ramon

__ADS_1


Sementara itu tampak Ayana, Dita dan Lisa yang sedang menunggu Daniel di sebuah restoran tak berselang lama Daniel masuk sambil tersenyum melihat tiga orang gadis yang sedang tersenyum ceria menunggunya di Salah satu meja, Daniel langsung duduk di kursi yang kosong "sepertinya kalian ingin merampokku sehingga memilih restoran mewah yang hanya menyediakan hidangan laut." ucap Daniel menggoda ketiga gadis tersebut


Ketiga gadis tersebut terkekeh riang "Ayana yang menginginkan makan siang di tempat ini tapi kami berdua memang selama ingin makan di restoran ini." ucap Dita


"Baiklah......baiklah kakak akan mentraktir kalian silakan pesan apapun yang kalian inginkan." ucap Daniel


"Asyik akhirnya kita bertiga bisa makan sepuasnya di restoran ini tanpa harus mengeluarkan uang sendiri." ucap Lisa, mendengar perkataan Lisa membuat Daniel tersenyum tipis sambil melirik ke arah gadis tersebut


Dari arah pintu tampak Ernest dan Ramon baru saja muncul Ernest yang tampa sengaja melihat keberadaan Daniel yang sedang duduk dengan beberapa orang gadis termasuk gadis yang sudah membuatnya tak perjaka lagi, langsung tersenyum penuh arti Ramon kau kan sudah mengenal Tuan Danil sapa dia siapa tahu dia mau mengundang kita di mejanya atau kalau tidak kau usulkan kita bergabung di mejanya." ucap Ernest


Ramon langsung menatap bingung ke arah Ernest bukannya apa Ernest tak pernah menyukai keramaian di meja makan apalagi sampai bergabung dengan orang lain saat dia makan walaupun Tuan Daniel adalah salah seorang pengusaha muda sukses tapi dia masih di bawah tuan Ernest yang perusahannya telah mendunia


langsung menatap tajam ke arah Ramon "lakukan saja apa yang aku inginkan." ucap Ernest dengan suara dingin membuat ramon langsung mengangguk baik tuan ." ucap Ramon


langsung berjalan ke arah meja Daniel dan langsung menyapanya "halo Tuan Daniel selamat siang Aku takutnya nggak akan bertemu Tuhan lagi di sini setelah kita bertemu di restoran bebek semalam." ucap Ramon basa-basi


Daniel sedikit terkejut mendengar sapaan Ramon yang dikenal sebagai asisten dari tuan Ernest yang tak sembarangan menegur apalagi menyapa seseorang Daniel langsung bangkit " Selamat siang tuan Ernest, tuan Ramon senang berjumpa dengan Anda lagi." ucap Daniel sambil mengulurkan tangannya di sambut langsung oleh tuan Ernest membuat Ramon tambah bingung

__ADS_1


"Senang berjumpa dengan Anda tuan Daniel Maaf saat di hotel aku kurang menyapa anda dan semalam juga aku tak melihat anda karena mungkin meja kita saling berseberangan." ucap Ernest ramah, mata Ramon terbelalak melihat perubahan sikap etnis 180 derajat padahal jelas-jelas waktu di hotel dia memang tak ingin menyapa Daniel, memang tak menyukai basa-basi dengan siapapun tapi kali ini semua sifat dingin Ernest pada seseorang dampaknya sudah luntur lihatlah wajahnya yang seluruh lalu memancarkan kebahagiaan serta senyumannya yang tipis


Daniel bingung harus mengatakan apa tapi karena merasa kurang sopan jika menawarkan Ernest untuk duduk bersama mereka jadi Daniel sengaja menawarkan hal tersebut Bagaimana kalau Tuan Ernest dan Ramon duduk di meja kami saja jika Anda hanya berdua atau tak mempunyai janji dengan yang lain itupun jika anda tak keberatan ucap Daniel berharap Ernest menolaknya atau saat ini Erna sedang ada pertemuan dengan seseorang


Baiklah terima kasih sudah mengundang kami ucapkan Erenst langsung duduk di kursi milik Daniel di mana bersebalahan dengan tempat duduk Ayana, Daniel sedikit terkejut begitupun Ramon dan Ayana serta yang lain, akhirnya Daniel duduk di dekat Lisa dan Ramon di dekat Dita


Tampak Ayana menatap Ernest dengan tatapan yang sulit diartikan sementara Dita dan Lisa tampak terpukau melihat ketampanan Ernest, asataga siapa pria tampan itu." bisik Dita ke telinga Lisa yang duduk bersebelahan sambil di apit Daniel dan Ramon


"Benar beruntungnya Ayana duduk tepat di sampingnya lihatlah senyumannya dan matanya terus menatap ke arah Ayana oh Tuhan sepertinya Ayana dan memang beruntung dalam hal pria." ucap ucap Lisa


"Maaf tuan Ernest ini adalah adikku dan teman-temannya kenalkan ini adikku namanya Ayana dan ini temannya Dita dan Lisa ucap Daniel


"Senang berkenalan dengan wanita secantik." anda ucap Ernest sambil menjabat tangan Ayana membuat Ayana sedikit salah tingkah apalagi saat memegang tangan Ernest ada perasaan berbeda membuta Ayana langsung menunduk tak berani menatap Ernest, sedangkan untuk Lisa dan Dita Ernest hanya mengangguk saja membut Dita yang awalnya akan berdiri akhirnya hanya mengaguk


"Terimakasih Tuan Ernest mau bergabung dengan kami." ucap Daniel


"Itu juga mulai merupakan keberuntungan bagiku kapan-kapan Aku harap anda dan keluarga bersedia aku undang untuk makan malam bersama." ucap Ernest

__ADS_1


"Terimakasih aku menantikan undangan." Tuan Ernest ucap Daniel, tampak seorang pelayan datang menghampiri mereka semua tampak memesan menu makanan yang berbeda-beda tapi hanya dua orang yang pesanannya selalu sama siapa lagi kalau bukan Ayana dan ernes pesanan mereka 100% sama baik makanan maupun minuman membuat ke empat orang yang berada di meja tersebut sedikit merasa ada yang aneh apalagi pesanan keduanya bukanlah pesanan pada umumnya karena semua pesanan ke duanya selalu mengandung bahan yang mengandung asam, sepertinya mereka menyukai makanan yang sama tapi dalam otak Lisa dan Dita kenapa Ayana menyukai yang asam sementara di otak Ramon tuanya sangat aneh menyukai makanan asam .


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2